Monday, January 09, 2012

Sudah Saatnya untuk Jadi Pengusaha, Siapa Takut ?

Sudah Saatnya untuk Jadi Pengusaha (Usahawan), Siapa Takut ?

Menjadi seorang Pengusaha? Hmmm kelihatannya menyenangkan...tapi juga menakutkan. Jawab pertanyaan berikut ini jika Anda karyawan (pekerja makan gaji) yang ingin menjadi seorang pengusaha.

1. Mulailah dengan berpikir dan memutuskan apa yang ingin benar-benar Anda lakukan

Anda harus membuat pilihan apakah Anda ingin kenyamanan karena mendapatkan gaji tetap setiap bulan atau banting setir ke wirausaha yang menguras energi dan penuh resiko dan tantangan. Anda akan membuat keputusan sangat penting yang akan mengubah hidup Anda, perlu komitmen 100% untuk membuat perubahan tersebut. Ini tidak akan mudah, dan jalan di depan akan penuh dengan tantangan. Tapi jika Anda mampu mengatasi tantangan itu, imbalan nya sangat bernilai dan semua upaya dan kesulitan jadi sirna.

Cobalah untuk berpikir dan merenung dengan pertanyaan ini :

Apakah Anda bisa menghadapi risiko dan ketidakpastian yang datang dengan memulai sebuah bisnis?

Apakah Anda dapat bekerja sendiri, membuat keputusan yang dapat membuat atau merusak bisnis Anda?

Apakah Anda bisa bekerja secara mandiri, tidak bergantung pada seluruh tim atau departemen, tetapi mungkin melakukan setiap tugas tunggal yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis dari yang paling strategis untuk paling biasa?

Apakah Anda bisa memaksakan diri untuk melakukan sesuatu setiap hari, tanpa ada pengawasan dari siapapun?

Apakah Anda mampu mengidentifikasi peluang, merebut dan memiliki keberanian untuk mengejar itu?

Apakah Anda mampu menangani tekanan saat keadaan menjadi sulit dan hal-hal yang tidak pernah Anda bayangkan atau rencanakan sebelumnya?

Apakah Anda sanggup bekerja berjam-jam dan memiliki dorongan luar biasa untuk melihat bisnis berkembang?

2. Putuskan Jenis Usaha yang ingin Anda ambil dalam memulai bisnis

Memiliki bisnis sendiri - Pilihan ini memungkinkan Anda memiliki fleksibilitas dan kebebasan untuk memulai bisnis seperti yang Anda inginkan dan tumbuh pada kecepatan yang Anda inginkan.

Membeli franchise - Waralaba memungkinkan Anda untuk memasarkan produk atau jasa yang sudah mapan, sehingga dapat mengurangi risiko dalam usaha. Namun, ada biaya dan royalti yang harus Anda bayar

Membeli bisnis yang sudah ada - Membeli bisnis yang sudah mapan memungkinkan Anda untuk menghemat waktu dan biaya permulaan (startup). Bisnis ini sudah berdiri dan berjalan, dan memiliki basis pelanggan. Namun, pilihan ini biasanya jauh lebih mahal daripada memulai bisnis Anda sendiri. Hati-hati juga, bisnis tersebut mungkin memiliki masalah yang ditutupi oleh pemilik sebelumnya.

3. Tentukan bisnis yang tepat

Ada pendekatan yang berbeda, jika :

Memulai bisnis berdasarkan pekerjaan Anda - Pendekatan termudah adalah dengan memulai bisnis yang sesuai dengan pekerjaan Anda. Sebagai contoh, jika Anda bekerja sebagai desainer web sebuah perusahaan, Anda dapat memutuskan untuk memulai bisnis desain web Anda sendiri. Anda sudah memiliki keterampilan, Anda tahu apa seluk beluk pekerjaan tersebut, dan Anda memiliki pengalaman dan reputasi di lapangan.

Kelemahannya, pimpinan Anda sebelumnya melihat Anda sebagai pesaing, tidak memungkinkan Anda terlibat dalam bisnis yang kompetitif sementara masih dipekerjakan oleh perusahaan mereka. Anda mungkin juga telah menandatangani perjanjian yang tidak akan memungkinkan Anda terlibat dalam kegiatan komersial yang sama untuk periode waktu setelah meninggalkan perusahaan.

Memulai bisnis berdasarkan hobi atau minat - Memulai bisnis dapat menjadi kesempatan Anda untuk mengejar impian. Pekerjaan Anda sekarang seorang jurnalis, tetapi Anda memiliki minat di bidang tembikar, maka ini adalah kesempatan Anda untuk menjadi seorang tukang dan memulai bisnis tembikar. Melakukan sesuatu yang Anda sukai memungkinkan Anda untuk menikmati apa yang Anda lakukan, dan menemukan pemenuhan yang lebih besar dalam hidup Anda.

Memulai bisnis di mana Anda melihat peluang yang baik, bahkan jika sama sekali berbeda dari karir Anda atau sesuatu yang belum pernah Anda kejar sebelumnya - Anda dapat memulai bisnis berdasarkan permintaan atau potensi bisnis, yang belum tentu apa yang telah Anda kejar sebelumnya. Pelajari pasar dan temukan kebutuhan yang tidak dilayani dengan baik. Atau temukan daerah/lokasi yang menurut Anda siap untuk meledak dalam hal pertumbuhan.

3. Mulai meneliti tentang bisnis. Apakah Anda benar-benar akan mempersiapkan rencana bisnis atau tidak, pikirkan hal berikut :

Bagaimana caranya agar bisnis ini benar-benar bekerja?
Apa permintaan untuk bisnis ini?
Siapa pelanggan dari bisnis ini?
Apa yang dibutuhkan untuk memulai dan berhasil dalam menjalankan bisnis ini?
Apa unsur-unsur biaya dari bisnis ini?
Berapa banyak yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis ini?
Keterampilan dan pengetahuan apa yang Anda butuhkan untuk memulai dan menjalankan bisnis ini?

4. Mulai mencari sumber daya yang dibutuhkan untuk bisnis ini. Mengetahui berapa banyak yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis yang direncanakan akan memungkinkan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam langkah-langkah berikutnya:

Apakah Anda memiliki modal untuk bisnis ini dan bisakah Anda mendanai bisnis tersebut dengan sumber daya Anda sendiri?

Anda mungkin memiliki tabungan, kartu kredit yang bisa digunakan, atau aset lainnya yang dapat membantu Anda memulai bisnis. Atau jika bisnis tersebut adalah sesuatu yang Anda lakukan di tempat kerja, Anda mungkin sudah memiliki peralatan dan bahan yang Anda butuhkan. Namun, jika Anda tidak memiliki sumber daya, Anda perlu mulai berpikir dari mana dan bagaimana Anda akan mendapatkan dana yang Anda butuhkan.

Dapatkah Anda meminjam uang dari keluarga dan teman-teman? Anggota keluarga dan teman adalah sumber modal yang paling mudah aksesnya. Kelemahan, tentu saja, adalah bahwa kesalahpahaman dapat terjadi terutama jika Anda tidak mampu membayar atau memberikan imbalan seperti yang sudah disepakati sebelumnya. Pada akhirnya malah mempengaruhi hubungan pribadi Anda.

Bagaimana kesempatan Anda untuk mendapatkan uang ini? Jika Anda akan mengajukan permohonan pinjaman bank, seberapa baik kredit pribadi Anda?

Apakah Anda tahu ada investor yang siap membantu mendanai bisnis Anda, atau bagaimana untuk mencari investor? Investor bisa jadi anggota keluarga Anda sendiri, atau orang-orang di komunitas Anda seperti teman kerja, teman sekolah, akuntan, pengacara atau bankir.

Jika Anda tidak bisa memiliki dana seperti yang Anda harapkan, apakah Anda sudah merencanakan alternatifnya? atau apakah Anda akan menunda memulai bisnis sampai Anda memiliki semua sumber daya yang Anda butuhkan?

5. Tentukan bagaimana Anda ingin memulai bisnis. Berikut adalah beberapa pilihan untuk dipertimbangkan:

Apakah Anda keluar dari pekerjaan Anda sekarang dan segera mulai bekerja pada bisnis tersebut?
Apakah Anda tetap sebagai karyawan, dan hanya memanfaatkan akhir pekan dan waktu luang Anda?
Apakah mungkin mengurangi jam kerja karyawan dalam rangka untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk membangun bisnis?
Apakah Anda memperkerjakan seseorang untuk membantu Anda melakukan pekerjaan rutin bisnis sementara Anda masih tetap jadi karyawan?

6. Libatkan keluarga Anda dalam pengambilan keputusan- Dukungan moral, fisik, intelektual dan emosional diperlukan saat memulai bisnis. Berikut adalah beberapa masalah yang perlu dipertimbangkan:

Jika Anda memutuskan keluar dari pekerjaan, apakah Anda memiliki asuransi atau siapkah Anda membeli asuransi untuk diri sendiri dan keluarga Anda?

Apakah Anda memiliki tabungan yang cukup buat Anda dan keluarga minimal 6 bulan, atau lebih bagus selama 1 tahun, untuk mempersiapkan jika bisnis ternyata tidak seperti yang Anda harapkan hasilnya.

Jika Anda membutuhkan/memerlukan tenaga kerja tambahan, bisakah mengandalkan anggota keluarga untuk membantu Anda? Keluarga mungkin dapat membantu dengan melakukan beberapa tugas yang harus Anda lakukan, dengan demikian Anda bisa fokus pada tugas-tugas yang lebih penting dari bisnis. Atau setidaknya ada ruang dan kebebasan untuk bekerja jika Anda memiliki anak kecil.

sumber : http://www.lasembiz.com/tips-bisnis-...apa-takut.html


Tuesday, January 03, 2012

Perut adalah punca segala kecelakaan

Berkata Hujjatul Islam Imam Ghazali rahimallahullah:
Perut yang kenyang dari yang HALAL adalah punca segala kecelakaan.
Apatah lagi jika dikenyangkan perut itu dengan yang HARAM.

Punca: Buku Nasihat Agama dan Wasiat Iman oleh Imam Habib Abdullah Haddad. Terjemahan SyedPublish Post Ahmad Semait. Cetakan Kedua. Singapura: Pustaka Nasional. ms 376.

Realiti kejayaan dalam hidup

UPSR 5A, tapi jika PMR tak skor (score) maka UPSR 5A sudah tidak relevan
PMR 8A, tapi jika SPM tak skor maka PMR 8A sudah tidak relevan
SPM 9A, tapi jika di universiti tidak skor maka SPM 9A sudah tidak relevan
Di universiti skor (malahan Senarai Dekan/Dean’s List), tapi kalau tak dapat cari kerja maka skor di universiti sudah tidak relevan
Jika sudah dapat kerja, tapi tidak mempunyai sikap kerja yang baik, pengalaman yang tidak berkembang, kemahiran tidak dibangunkan, maka setakat makan gaji sudah tidak relevan
Atas semua kejayaan di dunia, jika GAGAL di akhirat, maka semua kejayaan dunia langsung tidak relevan.

Rujukan http://asnijaasmui.blogspot.com. Terima kasih.

Thursday, December 29, 2011

ISTIGHFAR: PENAWAR DUKA, PENGUBAT SENGSARA

MENCARI PENAWAR DUKA, PENGUBAT SENGSARA
Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin


Apabila insan terjatuh dalam ujian hidup; kesusahan, keperitan, kezaliman, keresahan, kesedihan dan segala rupa paras penderitaan, insan akan bertanya, apakah penawarnya? Di manakah jalan keluar dari segala kegelapan ini? Bagaimana mungkin dapat aku buang derita yang bersarang dalam jiwa dan peristiwa? Dapatkah aku keluar dari kemelut ini?


Sebahagian ujian itu, jika diukur dengan akal insani, seakan tiada lagi baginya jalan keluar. Warna kegelapan kadang-kala merangkumi segala penjuru, hanya Allah sahaja yang mampu mengeluarkan insan dari keadaan yang sedemikian. Kadang-kala pula insan terpaksa berhadapan dengan realiti yang amat pahit, tidak mampu ditolak oleh dirinya yang kerdil. Namun, insan yang beriman yakin bahawa Allah Yang Maha Berkuasa boleh menukar segala keadaan. Menggantikannya dengan lebih baik yang tidak disangka. Memindahkan duka kepada bahagia dalam pelbagai rupa dan warna.


Persoalannya, bagaimanakah caranya agar Allah Yang Agung melimpahkan rahmatNya lalu menurunkan pertolonganNya. Ya, memang insan disuruh berdoa dan merintih kepadaNya. Namun apakah caranya agar mustajab lalu Allah membawanya keluar dari daerah duka kepada daerah sejahtera atau bahagia? Apakah ungkapan yang meredhakan Tuhan al-Rahman yang menjadikanNya dengan pantas mendengar rintihan insan?


Insan perlu sedar, antara penghalang rahmat Tuhan kepadanya adalah dosa dan kesalahannya. Dan, setiap insan pula tidak terlepas dari salah dan dosa. Sehebat mana pun, sealim mana pun dia, insan tetap insan, terdedah kepada dosa. Jika tidak anggotanya, mungkin dosa jiwa atau hati nurani yang sombong dan bongkak, atau hasad atau sangka buruk dan pelbagai lagi. Percikan dosa sentiasa ada. Ia penghalang cahaya indah syahdu antara nurani insan mendampingi Allah untuk menjadi kekasihNya. Maka, doa sentiasa diganggu oleh dosa. Apakah penawar yang menerangi jalan agar doa itu sampai kepada insan dengan pantas dan mustajab?Jawapannya ialah taubat dan ‘istighfar’ iaitu kembalikan kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya. Dengan jujur, dengan luhur, dengan kusyuk. Itulah penawar yang akan membuka kebahagian hidup. Itulah janjiNya: (maksudnya)

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhan kamu, kemudian bertaubat kepadaNya supaya Dia memberi kamu nikmat kesenangan hidup yang baik (di dunia)…” (Surah Hud: 3).


Janji Yang Pasti


Setiap kita pernah melalui duka dan sengsara. Kita mencuba perbagai ungkapan dan doa agar Allah mendengar rintihan kita. Ya, doa itu senjata. Namun, di sana ada satu pemohonan yang jika dibuat oleh insan dengan keikhlasan jiwa, pengharapan dari lubuk jantung hatinya maka Allah akan mendatang pelbagai kebaikan lain kepadanya. Dikeluarkan dari kesempitan hidup, diberi kurnia rezeki dan anak, kebahagiaan jiwa dan ditambah kekuatan dan pertolongan.


Inilah janjiNya dalam al-Quran. Bukan janji yang diadakan oleh sesetengah buku doa, atau bicara tokoh-tokoh agama yang kadang-kala mengada-adakan pelbagai doa ‘sendirian berhad’ mereka yang entah dari mana dikutipnya. Tidak! Ini adalah jaminan langsung dari Allah dalam kitabNya. Apakah pemohonan itu? Pemohonan ialah doa agar Allah S.W.T mengampuni dosa. Apabila ia dilafazkan dengan ikhlas dan jujur. Sebanyak-banyaknya. Dengan kekerdilan diri, tunduk dan insaf, maka keajaiban pertolongan Allah pun akan datang dalam pelbagai rupa dan cara. Inilah janji dalam banyak ayat dalam al-Quran.

Firman Allah menceritakan nasihat Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya: (maksudnya)

“Sehingga aku berkata (kepada mereka): “Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (sekiranya kamu berbuat demikian) Dia akan menghantarkan langit yang mencurah-curah (hujan) kepada kamu. Dan Dia akan memberi kepada kamu banyaknya harta kekayaan serta anak-pinak; Dan Dia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai” (Surah Nuh: 9-12).


Pelbagai Kurnia


Inilah janji Allah kepada yang berikan kepada sesiapa yang beristighfar dengan ikhlas. Atas lisan Nabi Nuh a.s. Allah berjanji untuk menurunkan hujan rahmatNya, dibanyak rezeki dan anak, diberikan harta yang berharga dan subur. Maka, yang beristighfar dengan penuh ikhlas sebanyaknya, akan menikmati peruntukan ini. Kekurangan hujan, harta, anak, kesuburan dan segalanya penawarnya ialah ‘istighfar’.


Dalam Miskat al-Masabih ketika membahaskan hadis istighfar, diriwayatkan seseorang datang kepada al-Imam Hasan al-Basri r.a mengadu tanahnya tidak subur, lalu jawab Hasan al-Basri: Beristighfarlah. Datang yang lain mengadu kemiskinan, jawab beliau: Beristighfarlah. Datang yang lain minta doa agar direzekikan seorang anak, jawab beliau: Beristighfarlah. Datang pula yang lain mengadu kebunnya kekeringan, jawab beliau: Beristighfarlah. Lalu ditanya Hasan al-Basri mengapa jawapannya semua sama bagi soalan yang berbeza. Katanya “Ini bukan pendapatku, inilah yang Nabi Nuh a.s sebut” –lalu beliau membaca ayat di atas.


Mengelakkan Bala


Allah juga menjamin bahawa Dia tidak akan mengazabkan insan di dunia ataupun di akhirat kita insan itu benar-benar beristighfar kepadaNya. Hambatan dan ketakutan terhadap dosa dapat dibentengi oleh istighfar yang ikhlas. Inilah janji Allah. Dia Maha Benar janiNya. Firman Allah: (maksudnya)

“Dan Allah tidak sekali-kali akan menyeksa mereka sedang engkau (wahai Muhammad) ada antara mereka; dan Allah tidak akan menyeksa mereka sedang mereka beristighfar” (Surah al-Anfal: 33).


Inilah janji Allah. Dalam ayat ini; kewujudan Nabi s.a.w dan kewujudan istighfar menghalang azab Allah. Adapun Nabi s.a.w baginda sudah tiada dalam kalangan kita, namun istighfar terus ada jika kita mengamalkannya. Wahai jiwa yang dihambat dosa! Beristighfarlah sebanyak-banyaknya nescaya diselamat dari bala dosa. Wahai yang takut ditimpa bala! beristighfarlah.


Ditambah Kekuatan


Gelora hidup kadang-kala amat menakutkan. Ia memukul insan dari sudut yang diduga dan tidak diduga. Jika hanya bergantung kepada kekuatan diri semata, insan akan terkorban dan tidak akan berdaya. Ganasnya lautan hidup hanya dapat dihadapi dengan kekuatan kurniaan Allah. Firman Allah: (maksudnya)

“(Kata Nabi Hud) dan Wahai kaumku! mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian taubatlah kepadaNya, supaya ia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu (yang sedia ada)”. (Surah Hud: 52).


Dengan tambahan kekuatan dari Allah dan bantuanNya insan merasai kekuatan dalam menelusuri permusafiran di dunia yang fana ini.


Maka membanyakkan istighfar adalah penawar hidup. Betapa banyak kisah insan-insan yang Allah berikan pelbagai kurnia disebabkan mereka membanyakkan istighfar. Betapa banyak hamba-hamba Allah yang diselamatkan dari pelbagai kesusahan, diberikan ketenteraman jiwa dan pelbagai pertolongan berkat keikhlasan istighfar mereka. Setiap insan yang beristighfar dengan ikhlas sebanyak-banyaknya pada sesuatu hari akan merasai kesyahduan ruhnya. Allah akan membuka ufuk akalnya. Dia akan alami kekudusan jiwa, kesegaran minda dan merasai perdampingan dengan Allah.


Tapi syaratnya, hendaklah istighfar yang ikhlas. Bukan yang hanya ‘berlagu’ dimulut tapi kontang jiwanya dalam mengharapkan keampunan Allah. Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah (w. 728H) menceritakan bahawa bagaimana beliau apabila menghadapi masalah, beliau akan beristighfar sehingga seribu kali atau lebih, di mana sahaja beliau berada; di masjid, di pasar, di pusat pengajian sehinggalah beliau dapati Allah lapangkan dadanya dan tunaikan hajatnya. (lihat: Ibn ‘Abd al-Hadi, al-‘Uqud al-Durriyah, 21. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi).


Marilah kita banyakkan istighfar, ia adalah penawar. Istighfar adalah penyembuh derita jiwa seorang hamba. Ia membawa kurnia Allah yang disangka dan tidak disangka. Maka datanglah rezeki, kebahagiaan dan pertolongan. Hiasilah kepahitan hidup dengan istighfar, nescaya kita akan merasai kemanisan dan kelazatan berada di persada alam yang sementara ini.

dikutip dari: http://drmaza.com/home/

BANYAKKAN ISTIGHFAR

Kita sering dianjurkan beristighfar dalam menjalani kehidupan seharian kita. Ia dikatakan sunnah Rasulullah kerana Nabi Muhammad sendiri selalu beristighfar.

Ibnu Umar menceritakan, kami pernah bersama-sama dengan Rasulullah dan kami mendengar Rasulullah mengulang-ulang membaca sebanyak 100 kali doa yang berbunyi: "Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubat ku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengasih." (Hadis Riwayat Abu Dawud, Turmidzi dan Ibnu Majah, dishohehkan oleh Imam Turmidzi)

Kita memandang istighfar sebagai suatu amalan yang perlu dilakukan selepas melakukan dosa, sepertinya selepas sedar dari mengumpat.

Ada juga yang menjadikan istighfar sebagai ayat "melatah". Seperti dalam keadaan terkejut.

Kasihan sungguh kita, selama ini kebanyakan istighfar yang dilafazkan di luar kesedaran kita!.

Bila ditanya pada diri sendiri, mengapa kita perlu istighfar? Maka timbullah jawapan berdasarkan logik akal fikiran.

"Agar tenang", "Agar dosa diampunkan", "Agar hidup diredhai Allah" dan seterusnya...

Tapi adakah kita berpuas hati dengan jawapan berdasarkan logik akal fikiran kita saja? Dalam setiap persoalan, kita hendaklah mendasarkan penilaian kita berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah. Mari kita bertanya kepada dua bahan rujukan kita iaitu sunnah Rasulullah s.a.w dan ayat Al-Quran.

Istighfar agar memperoleh pengampunan dari Allah s.w.t dalam Surah an-Nisa, ayat 110:

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, nescaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ini adalah asas kepada istighfar, dan setiap muslim sepatutnya memahami fungsi istighfar ini.

Istighfar agar memperoleh perlindungan dari Allah s.w.t

Dari surah Al-Anfar, ayat 33

"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Muhammad) berada dianatara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminda ampun"

dan dari surah Gharfir/Al-Mukmin, ayat 7-10

"(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arasy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhanny dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berdoa):

"Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan periharalah mereka dari azab neraka.

"Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang soleh diantara nenek moyang mereka, isteri-isteri (dan suami), dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"

"Dan peliharalah mereka dari kejahatan. Dan orang yang Engkau pelihara dari kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung."

Lihatlah, bagaimana mulianya manusia yang memohon ampun kepada Allah. Sehingga para malaikat mendoakan mereka sedemikian. Dan doa para malaikat bukan hanya untuk individu yang memohon ampunan Allah, bahkan untuk nenek moyang (ahli keluarganya yang telah meniggal), pasangannya, dan zuriat mereka (anak, cucu, cicit dan seterusnya).

Istighfar agar mendapat kesenangan dan terlepas dari keadaan risau dan resah.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Barangsiapa melazimkan istighfar, maka Allah akan jadikan jalan keluar dalam setiap kesulitan hidup, dan jadikan setiap kegundah-gulanaannya menjadi kebahagiaan dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Mari dengarkan sebuah kisah dari sebuah kitab Tafsir Al-Maraghi hasil tulisan seorang ulama bernama Ahmad Musthafa al-Maraghi. Kisah tentang seorang tabi'in (generasi ulama selepas sahabat rasulullah) yang bernama Hasan Al-Basri. Hasan sering didatangi mereka yang bertanya hukum agama dan meminta nasihat atas segala persoalan.

Suatu hari Hasan didatangi seorang lelaki yang mengadu tentang kelaparan yang dihadapinya. Hasan dengan penuh perhatian menjawab "Istighfarlah kepada Allah swt"

Datang lagi seorang lelaki meminta Hasan untuk mendoakannya agar dia mempunyai zuriat. Hasan menjawab "beristighfarlah kepada Allah swt"

Kemudian datang lagi seorang lelaki yang kebunnya mengalami kekeringan. Hasan terus menjawab "Beristighfarlah kepada Allah swt"

Kelakuan Hasan tadi amat menghairankan penduduk sekitarnya. Sehingga seorang dari penduduk itu bertanya kepada Hasan "Beberapa orang lelaki mendatangimu mengeluhkan berbagai persoalan, tetapi engkau hanya menyuruh mereka semua untuk membaca istighfar!"


Maka Hasan menjawab "Aku sama sekali tidak mengatakan apapun dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah SWT berfirman (seperti itu)".

Firman Allah yang dimaksudkan oleh Hasan adalah surah an-Nuh ayat 10-12 yang bermaksud

"Maka aku (nabi Nuh) berkata (kepada kaumnya) "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, Nescaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu"

Contohilah Hasan al-Basri kerana sikapnya dan pemikirannya yang sentiasa berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.

Istighfar sebagai usaha memakbulkan doa.

Firman Allah dalam surah Al-Hud, ayat ke-3

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Nescaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan ) keutamannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku(Muhammad) takut kamu akan ditimpa seksa hari kiamat"

Kali ini, kita bacakan kisah tentang seorang alim yang bernama Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Abu 'Abd Allah al-Shayban yang cukup terkenal dengan nama mazhabnya, iaitu mazhab Hanbali.

Suatu ketika itu, Imam Ahmad singgah di sebuah tempat yang kebanyakan mereka tidak mengenalinya (kurangnya teknologi ketika itu). Keadaan sudah larut malam dan Imam Ahmad merasa letih dan ingin tidur didalam sebuah masjid. Tapi niatnya tidak kesampaian kerana penjaga masjid tersebut melarang Imam Ahmad untuk tidur di masjid. Imam Ahmad kemudian bertanya kepada penjaga tersebut sama ada dia dibenarkan untuk tidur di luar masjid, penjaga itu melarangnya. Imam Ahmad bertanya lagi jika dia tidak tidur, tetapi hanya berdiri di perkarangan masjid, penjaga itu melarangnya lagi.

Penjaga itu kemudian menolak Imam Ahmad dari masjid tersebut.

Seorang pembuat roti ternampak kelakuan antara Imam Ahmad dan penjaga masjid tersebut. Setelah jelas akan situasi Imam Ahmad, maka si pembuat roti mempelawa Imam Ahmad untuk bermalam sahaja dirumahnya. Imam Ahmad menerima pelawaan tersebut.

Ketika Imam Ahmad hendak tidur, dia terdengar zikir istighfar dari si pembuat roti yang sedang sibuk membuat rotinya. Imam Ahmad mendengarkan zikir itu sehingga boleh dikatakan si pembuat roti itu berzikir istighfar sepanjang malam.

Paginya Imam Ahmad bertanya kepada si pembuat roti mengapa dia beristighfar. maka si pembuat roti menjawab, "Setakat ini segala doa saya dikabulkan Allah melainkan satu perkara sahaja belum lagi".

Imam Ahmad bertanya "Apakah doa kamu yang belum di perkenankan oleh Allah itu?.

Jawab lelaki itu " Saya berdoa agar dipertemukan dengan Imam Ahmad bin Hanbal"

Maka kata Imam Ahmad : " Saya lah orangnya, Akulah Imam Ahmad Bin Hanbal, demi Allah, sesungguhnya aku telah diseret untuk menuju kepadamu."

(Sumber: majalah Qiblati, Indonesia. edisi ke 8)

http://pastijasin.blogspot.com/2010/09/banyakkan-istighfar.html

Wednesday, December 14, 2011

Tukang Sihir Hanya Wanita?

Soal: Ayat 4 dalam surah Al-Falaq, maksud ayat ; “Dan daripada kejahatan wanita-wanita (tukang sihir) yang menghembus (menjampi) pada simpulan-simpulan”

Kenapa ayat 4 menyebut ‘wanita-wanita’, padahal ramai jugak bomoh dikalangan lelaki? Mohon diperjelaskan.

Jawapan oleh Ustaz Ajmain Safar (ibnuabid@hotmail.com), Fakulti Tamadun Islam, Universiti Teknologi Malaysia, Johor:

Menurut Abdullah Yusuf Ali, pada waktu zaman kenabian Nabi Muhammad s.a.w., terdapat seorang bomoh perempuan yang mengenakan sihir hitam ke atas musuhnya menggunakan sihir pada simpulan. Dengan itu, Allah menurunkan surah ini sebagai perlindungan daripada sihir tersebut.

Ini bukan bermakna, tidak ada tukang sihir lelaki.

Kenapa penyihir perempuan? Sihir tidak semesti seperti bomoh… tapi perempuan ini sihirnya melalui:

Pertama, wanita yang menyihirmu dengan kecantikannya. Ia akan memperdayamu melalui wajah dan tubuhnya. Kadang-kadang, melalui air mata, ia menggoyahkan keteguhan iman. Tanpa sedar, seseorang itu akan berempati dan sanggup melakukan apa sahaja yang dikehendakinya. (Cair beb!!!)

Kedua, adalah wanita yang menyihirmu dengan pangkat, harta atau kedudukannya. Ada di kalangan wanita, apabila memiliki status lebih daripada lelaki, mereka akan merasa hebat. Mereka ingin menunjukkan eksistensinya, menunjukkan kekuasaannya. (Tunjuk Power beb!!!)

Ketiga, wanita yang menyihirmu dengan hasratnya. Wanita jenis ini biasanya menggoda lelaki, utamanya yang sudah berumah tangga.Mereka akan memberikan pelayanan yang mungkin tidak diberikan oleh isteri pada suami. Mereka memberikan kenikmatan dan fantasi. Karenanya, peliharalah penglihatanmu, dan kendalikan nafsumu..!

Keempat, adalah wanita yang menyihirmu dengan kata-kata. Wanita ini adalah ular berbisa yang sangat berbahaya. Ia tak mematukmu dengan menggunakan kepalanya. Ia tak melilitmu dengan menggunakan tubuhnya. Tapi, ia akan menyengatmu dengan ekornya.

Di depanmu ia berkata manis, tapi di belakangmu ia akan menikam. Kepadamu dia berkata A, B, C. Kepada yang lain dia berkata C, D, E, F. Wanita jenis ini adalah wanita yang selalu menyembunyikan kebenaran, hingga banyak yang terperdaya atau terhasut olehnya. Ia tidak ubah seperti syaitan, yang mencuri berita dari langit. Membicara satu kebenaran dengan seribu kebohongan. Akibatnya, di antara pasangan suami isteri, mereka saling tidak mempercayai. Di antara sahabat dan keluarga, akan merenggang tali silaturrahmi; mereka yang akrab dan erat hubungannya, berubah menjadi saling curiga dan membenci.


Wallahu a'lam.

Tuesday, November 29, 2011

Puasa Sunat Dalam Bulan Muharram? Puasa Sunat 9 & 10 Muharram?

Alhamdulillah. Sekarang kita berada di bulan Muharram 1433H. Kira bulan satu ikut kalendar kita.
Abu Hurairah RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, yang bermaksud: Seafdhal-afdhal puasa sesudah Ramadhan ialah puasa pada bulan Muharram (HR Muslim).

Dari Ibnu ‘Abbas RA: Bahawasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, yang bermaksud: Demi jika aku masih hidup sampai tahun yang akan datang, sesungguhnya aku puasakan hari yang ke-9 itu (HR Muslim).

Dari Abu Qatadah RA: Sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa hari ‘Asyura (iaitu 10 Muharram). Jawabnya, yang bermaksud: Dapat menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang lalu (HR Muslim).

Selamat berpuasa sunat, ikut Sunnah Nabi kita SAW.
Nota ringkas: Bulan Muharram merupakan satu daripada bulan-bulan haram dalam Islam.
Tugasan: Sila semak amalan yang digalakkan dalam bulan haram. Tanyalah ustaz atau ustazah mengenai hal ini.