Saling memberi kebebasan
Persahabatan memberi kita ruang untuk berkongsi suka duka bersama dan bukannya untuk saling menyakiti dan membenci di antara satu sama lain. Tetapi menjadi sahabat baik juga tidak bermakna kamu harus memiliki seluruh ruang hidupnya. Misalnya, melarang temanmu membuat itu dan ini. Malah kamu juga sibuk mengatur perjalanan hidupnya. Ini jelas menunjukkan kamu terlalu mementingkan perasaan sendiri tanpa mempedulikan perasaan orang lain. Apalah salahnya jika kamu saling menghormati hak kebebasan dirinya. Dan apa yang penting, si dia jujur pada persahabatannya.
Saling menahan rasa cemburu
Ramai yang berkata cemburu itu bunganya cinta. Tanpa cemburu persahabatan yang dibina tak adalah ˜thrill" nya. Tetapi cemburu yang membabi buta boleh menjejaskan hubungan. Ada baiknya sebelum api cemburumu memuncak, cuba selidiki dahulu kebenarannya. Jika ada yang tak kena, tanyalah temanmu itu dengan baik tanpa bersikap marah dan menuduh. Usahakan untuk berbicara dengan fikiran yang matang dan tenang. Sebenarnya perasaan cemburu ini tidak perlu terlalu ditonjolkan kerana ini boleh membuatkan temanmu itu naik tocang. Dia akan mempergunakan kelemahan kamu itu untuk membuat kamu berasa cemburu dengan berulang kali. Tentu menyakitkan.
Saling memahami
Untuk menjadi sahabat yang baik kamu harus berusaha memahami dan mengenali diri sendiri serta permasalahannya dengan lebih mendalam. Misalnya temanmu itu menolak ajakanmu untuk keluar bersama, kamu tidak boleh membuat tanggapan yang bukan-bukan tentang dirinya. Mungkin dia mempunyai urusan yang mesti diselesaikan terlebih dahulu. Adalah lebih baik kamu mencari hiburan sendiri lagipun esok masih ada masa untuk kamu bertemu dia.
Saling mengalah
Demi menyelamatkan hubungan, tidak ada ruginya sekali sekala kamu bersikap mengalah. Kamu dan si dia sering bercanggah pendapat. Seperti menonton wayang, kamu sukakan filem romantik tetapi dia pula suka filem aksi. Oleh kerana sayangkan tali persahabatan yang telah terbina sekian lama maka si dia sentiasa menuruti segala kemahuanmu semata-mata mahu menjaga hati dan perasaanmu. Tetapi bila difikirkan semula, apalah salahnya sekali sekala kamu pula yang beralah dan cuba belajar memahami minatnya. Situasi ini tentu akan membuat si dia berasa bahagia dan lebih menyayangi dirimu.
Saling memberi kemaafan
Memaafkan perlu tetapi tidak mudah selagi perasaan kesal dan kecewa menguasai diri. Tetapi sebagai insan biasa, kita tidak dapat lari daripada melakukan kesalahan dan kesilapan. Lagipun, sedangkan lidah lagi tergigit, inikan pula kita sesama sendiri. Belajar menjadi seorang teman yang sudi memberi kemaafan kepada orang lain biarpun kamu sendiri tahu perkara itu bukanlah berpunca dari kesalahan atau kesilapan dirimu.
http://budriez.wordpress.com/
memperkatakan mengenai jiwa kita yang merdeka supaya terus dan tetap merdeka :: dealing on the freedom of mind & soul so that they will be free forever
Friday, January 30, 2009
Thursday, January 29, 2009
NIKAH…SUDAH SIAPKAH?
Medan juang itu tidak semudah medan berbuat, medan berbuat itu tidak semudah medan berbicara medan berbicara itu tidak semudah medan berpikir. Tulisan ini ane buat dalam rangka ta'awwanu alal birri wataqwa.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." (Qs. Ar-Rum: 21)
Terkadang apa yang kita perjuangkan tidak selamanya membuahkan hasil yang kita inginkan. Banyak keinginan kita yang Allah tunda kedatangannya, bahkan ada yang keinginannya tersebut Allah ganti dengan kehendak-Nya. Yakinlah bahwa pilihan Allah itu adalah pilihan terbaik, pilihan Allah itu adalah pilihan yang paling terbaik, berhusnudzonlah terhadap yang Allah berikan kepada kita.Yang jelas jika keinginan kita tidak tercapai, janganlah sekali-kali untuk menyesali hal tersebut, termasuk menyesali ketika jodoh kita tak kunjung datang.
Ane pernah dengar sebuah nasihat pernikahan dari Quraiys Shihab, menurut beliau jodoh itu bukan dilihat dari kemiripan muka, bukan dilihat dari wajah yang mirip antara laki-laki dan perempuan tersebut. Tapi jodoh itu dilihat dari kemiripan kebiasaan kehidupan sehari-hari kita, misalkan orang yang suka dhuha pasti akan berjodoh dengan orang yang suka dhuha pula, begitu juga orang yang suka bershaum senin-kamis, maka Allah akan menjodohkannya dengan seseorang yang suka shaum senin-kamis juga. Allah mendasari perjodohan kita dengan sebuah kebiasaan kita, kebiasaan yang senantiasa berbuah kemanfaatan. Maka, jika kita ingin berjodoh dengan perempuan/ laki-laki yang saleh/ah maka yang pertama harus kita lakukan adalah bermuhasabah diri, sejauh mana tingkat keshalehan kita, sejauh mana penghambaan diri kita kepada Allah. Jangan sampai kita meminta jodoh yang shaleh/ah tapi kondisi iman kita jauh dari makna tersebut. Allah berfirman:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nur 26).
Yang kedua yang harus kita lakukan dalam mencari jodoh adalah memperhatikan kelurusan niat kita. hal ini sangat penting sebgai dasar pondasi kita kedepan dalam membangun rumah tangga, jangan sampai niat kita hanya sebatas, maaf hanya mencari nafkah batin saja. tapi diluar itu essensi dari sebuah pernikahan adalah mengharapkan ridho Allah dengan cara mengikutu sunnah yang telah Rasul ajarkan. Tentunya hal tersebut juga harus di raih dengan cara yang halal.
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Ketiga yang harus kita persiapkan adalah bekal nikah. Baik itu ilmu, mental maupun harta/ finansial. Ilmu akan senantiasa menjadi penunjuk arah jalan rumah tangga. Dengan ilmu ini kita dapat menilai kualitas rumah tangga dari pasangan tersebut sejauh mana ketahanan mereka dalam mengarungi bahtera ini. Orang yang telah berilmu dalam nikah ini, ketika dihadapi dengan permasalahan rumah tangga mereka akan senatiasa menjadikan masalah tersebut sebagi bumbu kahangatan yang akan merekatkan hubungan tersebut. Beda dengan orang yang nikah tanpa dilandasi ilmu, pasangan ini senantiasa tidak akan kuat menghadapi rintangan, mudah goyah dan cenderung putus asa yang ujung-ujungnya akan menghadirkan sebuah keputusan yang Allah benci yaitu perceraian. Nabi bersabda: “Pekerjaan Halal yang paling dibencii oleh Allah adalah talak (H.R. Abu Daud dan Ibn Majah).
Selain ilmu yang perlu kita persiapkan adalah terkait dengan mental pra dan pasca nikah kita. Kesiapan mental salah satunya terukur dari sejauh mana anda sanggup menerima pasangan dengan segala keunikannya, baik atau buruk dia adalah isteri anda. Mental perlu diperhatikan dalam rangka untuk mempersiapkan perubahan status sosial, yang tadinya individu / anak dari seorang ayah/ ibu, maka statusnya akan berubah jadi suami/ isteri ataupun Ayah/ ibu dari anak-anaknya nanti kelak. Belum lagi nanti ketika berbaur dalam kehidupan masyarakat, maka status sosialnyapun tentu akan akan berubah juga. Dalam hal ini dituntut sebuah kesiapan mental disertai dengan tanggungjawab yang besar agar nanti perubahan tersebut dapat diterima di lingkungan sekitar kita dan kitapun tidak kalah dengan perubahan tersebut.
Walaupun bukan hal yang utama, yang kita perlu persiapkan dalam pernikahan adalah salah satunya mengenai kesiapan finansial/kewangan, konteks ini tidak melihat dari sudut materialistic tapi lebih ke sudut realistik. Karena kebutuhan finansial rumah tangga akan terdebit secara kontinu dan banyak variasinya. Misalkan Untuk membentuk keluarga Islami dalam rumah tangga tentunya banyak pembiayaan yang kita butuhkan dalam menyekolahkan anak-anak atau menafkahi kebutuhan sehari-hari isteri, hal ini realitas yang tak bisa dihindari dan realistik di sini juga bukan berarti muluk-muluk apalagi berlebihan. Finansial rumah tangga yang realistis adalah ekonomi rumah tangga yang dikategorikan layak, bukan kaya tapi bukan pula di bawah garis kelayakan.
http://www.warnaislam.com/umum/renungan/2009/1/29/23460/NIKAHSUDAH_SIAPKAH.htm
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." (Qs. Ar-Rum: 21)
Terkadang apa yang kita perjuangkan tidak selamanya membuahkan hasil yang kita inginkan. Banyak keinginan kita yang Allah tunda kedatangannya, bahkan ada yang keinginannya tersebut Allah ganti dengan kehendak-Nya. Yakinlah bahwa pilihan Allah itu adalah pilihan terbaik, pilihan Allah itu adalah pilihan yang paling terbaik, berhusnudzonlah terhadap yang Allah berikan kepada kita.Yang jelas jika keinginan kita tidak tercapai, janganlah sekali-kali untuk menyesali hal tersebut, termasuk menyesali ketika jodoh kita tak kunjung datang.
Ane pernah dengar sebuah nasihat pernikahan dari Quraiys Shihab, menurut beliau jodoh itu bukan dilihat dari kemiripan muka, bukan dilihat dari wajah yang mirip antara laki-laki dan perempuan tersebut. Tapi jodoh itu dilihat dari kemiripan kebiasaan kehidupan sehari-hari kita, misalkan orang yang suka dhuha pasti akan berjodoh dengan orang yang suka dhuha pula, begitu juga orang yang suka bershaum senin-kamis, maka Allah akan menjodohkannya dengan seseorang yang suka shaum senin-kamis juga. Allah mendasari perjodohan kita dengan sebuah kebiasaan kita, kebiasaan yang senantiasa berbuah kemanfaatan. Maka, jika kita ingin berjodoh dengan perempuan/ laki-laki yang saleh/ah maka yang pertama harus kita lakukan adalah bermuhasabah diri, sejauh mana tingkat keshalehan kita, sejauh mana penghambaan diri kita kepada Allah. Jangan sampai kita meminta jodoh yang shaleh/ah tapi kondisi iman kita jauh dari makna tersebut. Allah berfirman:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nur 26).
Yang kedua yang harus kita lakukan dalam mencari jodoh adalah memperhatikan kelurusan niat kita. hal ini sangat penting sebgai dasar pondasi kita kedepan dalam membangun rumah tangga, jangan sampai niat kita hanya sebatas, maaf hanya mencari nafkah batin saja. tapi diluar itu essensi dari sebuah pernikahan adalah mengharapkan ridho Allah dengan cara mengikutu sunnah yang telah Rasul ajarkan. Tentunya hal tersebut juga harus di raih dengan cara yang halal.
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Ketiga yang harus kita persiapkan adalah bekal nikah. Baik itu ilmu, mental maupun harta/ finansial. Ilmu akan senantiasa menjadi penunjuk arah jalan rumah tangga. Dengan ilmu ini kita dapat menilai kualitas rumah tangga dari pasangan tersebut sejauh mana ketahanan mereka dalam mengarungi bahtera ini. Orang yang telah berilmu dalam nikah ini, ketika dihadapi dengan permasalahan rumah tangga mereka akan senatiasa menjadikan masalah tersebut sebagi bumbu kahangatan yang akan merekatkan hubungan tersebut. Beda dengan orang yang nikah tanpa dilandasi ilmu, pasangan ini senantiasa tidak akan kuat menghadapi rintangan, mudah goyah dan cenderung putus asa yang ujung-ujungnya akan menghadirkan sebuah keputusan yang Allah benci yaitu perceraian. Nabi bersabda: “Pekerjaan Halal yang paling dibencii oleh Allah adalah talak (H.R. Abu Daud dan Ibn Majah).
Selain ilmu yang perlu kita persiapkan adalah terkait dengan mental pra dan pasca nikah kita. Kesiapan mental salah satunya terukur dari sejauh mana anda sanggup menerima pasangan dengan segala keunikannya, baik atau buruk dia adalah isteri anda. Mental perlu diperhatikan dalam rangka untuk mempersiapkan perubahan status sosial, yang tadinya individu / anak dari seorang ayah/ ibu, maka statusnya akan berubah jadi suami/ isteri ataupun Ayah/ ibu dari anak-anaknya nanti kelak. Belum lagi nanti ketika berbaur dalam kehidupan masyarakat, maka status sosialnyapun tentu akan akan berubah juga. Dalam hal ini dituntut sebuah kesiapan mental disertai dengan tanggungjawab yang besar agar nanti perubahan tersebut dapat diterima di lingkungan sekitar kita dan kitapun tidak kalah dengan perubahan tersebut.
Walaupun bukan hal yang utama, yang kita perlu persiapkan dalam pernikahan adalah salah satunya mengenai kesiapan finansial/kewangan, konteks ini tidak melihat dari sudut materialistic tapi lebih ke sudut realistik. Karena kebutuhan finansial rumah tangga akan terdebit secara kontinu dan banyak variasinya. Misalkan Untuk membentuk keluarga Islami dalam rumah tangga tentunya banyak pembiayaan yang kita butuhkan dalam menyekolahkan anak-anak atau menafkahi kebutuhan sehari-hari isteri, hal ini realitas yang tak bisa dihindari dan realistik di sini juga bukan berarti muluk-muluk apalagi berlebihan. Finansial rumah tangga yang realistis adalah ekonomi rumah tangga yang dikategorikan layak, bukan kaya tapi bukan pula di bawah garis kelayakan.
http://www.warnaislam.com/umum/renungan/2009/1/29/23460/NIKAHSUDAH_SIAPKAH.htm
Yahudi dalam Perspektif Al-Quran
Sejarah Singkat tentang Yahudi
Yahudi adalah agama samawi (yang berdasarkan wahyu dari Allah), agama ini ada sekitar 2000 tahun sebelum Nabi Muhammad di utuskan. Kitab sucinya adalah At-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. Ada beberapa pendapat mengenai asal kata yahudi, diantaranya yang paling mendekati kebenaran adalah bahwa kata yahûd diambil dari kata hâda yahûdu yang berarti raja’a yarji’u (kembali), makna ini dikuatkan dengan Al-Quran, Surat Al A’raf, ayat 156, Innâ hudnâ ilaîk, artinya sesunggguhnya aku (Musa) telah kembali kepadamu. Ayat ini menjelaskan bahwa kedatangan Nabi Musa As kepada kaumnya untuk memngembalikan mereka ke jalan yang benar. Ada beberapa nama lain untuk kaum Yahudi, diantaranya : Bani Israîl, al ‘ibriyyûn/al’ibrâniyyûn, Qoûm Musa (pengikut Musa As), Ahlul Kitab. Nama-nama inilah yang sering dipakai oleh Al-Quran untuk meyebut mereka, seperti dalam surat Al Baqarah, ayat 43, 67, 83, 120, surat Al Mâidah, ayat 51,surat Ali ‘imran, ayat 64, surat Al A’râf ayat 156.
Pada awalnya mereka pengikut Nabi Musa As, mereka menjadi pengikut yang baik, karena mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Nabi Musa As. Namun, setelah Nabi Musa meninggal mereka banyak melakukan tahrîf/mengubah isi At-Taurat dan banyak melakukan pelanggaran pada ajaran-ajaran mereka.
Al-Quran adalah kitab petunjuk bagi manusia untuk menuju jalan yang benar. Keadaan manusia akan selamanya gelap ketika tidak diterangi dengan cahaya Al-Quran. Seperti halnya orang yang berada dalam suatu ruangan tanpa disinari oleh cahaya apapun, maka ia tidak akan melihat benda apapun yang berada di sekitarnya. Begitu juga kehidupan yang kita jalani akan bisa tersesat, jika tanpa mendapatkan hidayah Al-Quran. Kitab suci Al-Quran banyak menjelaskan karakteristik orang-orang Yahudi, seperti dalam aspek akidah, ubudiyah dan juga sosial.
Pelanggaran Yahudi dalam Akidah
Penulis akan mengawali perihal pelanggaran kaum Yahudi pada aspek akidah, mereka banyak menyelewengkan ajaran yang telah mereka dapatkan dari Nabi Musa as. Dalam Al-Quran, surat al-Taubah, 30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? . Dari ayat ini nampak jelas bahwa orang-orang Yahudi telah menghina Allah, karena telah menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. Padahal Allah SWT tidak beranak dan juga tidak diberanakkan, (QS 112:3). Dalam tafsir Al Marâghi dijelaskan bahwa ‘Uzair adalah seorang pendeta (kâhin) Yahudi, ia hidup sekitar 457 SM. Menurut kepercayaan orang-orang Yahudi ‘Uzair adalah orang yang telah mengumpulkan kembali wahyu-wahyu Allah di kitab At Taurat yang sudah hilang sebelum masa Nabi Sulaiman As. Sehingga segala sumber yang yang dijadikan rujukan utama adalah yang berasal dari ‘Uzair, karena menurut kaum Yahudi waktu itu ‘Uzair adalah satu-satunya sosok yang paling diagungkan, maka sebagian mereka akhirnya menisbatkan ‘uzair sebagai anak Allah. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa penyelewengan dalam masalah akidah merupakan tindakan yang sangat sesat, karena sekitar 1/3 dari kandungan Al-Quran menjelaskan tentang akidah/kepercayaan atas semua rukun iman yang harus diyakini oleh setiap manusia.
Dalam ayat lain Allah juga menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi juga berburuk sangka dan mencela Allah (QS 5:64) Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. Dalam Ayat ini semakin jelas bahwa orang-orang Yahudi telah menghina Allah, mereka mengatakan bahwa tangan (kekuasaan) Allah telah terbelenggu (dari kebaikan), mereka menganggap Allah bakhil. Sungguh sangat keji dan sombong sifat mereka yang berani menghina Allah. Padahal tangan mereka yang sebenarnya terbelenggu dari kebaikan dan lebih menyukai kebakhilan. Mereka tidak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada mereka, tetapi justru selalu kufur nikmat. Orang-orang yang demikian yang telah diancam oleh Allah dengan siksaan yang sangat pedih.
Al-Quran sering menggunakan sebutan Ahlul Kitab untuk kaum Yahudi, dan yang dimaksud Ahlul Kitab juga termasuk orang-orang Nasrani, jadi Ahlul Kitab adalah sebutan untuk orang-orang Yahudi dan Nasrani. Di antara beberapa surat dalam Al-Quran yang banyak menjelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kaum Yahudi adalah QS. Al Baqarah, Ali ‘imran, Al Maidah.
Keburukan Yahudi dalam Aspek Sosial
Ada satu topik yang diangkat dalam QS 3:75, Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. Allah telah menjelaskan sikap mereka yang sulit untuk bisa dipercaya, sebagaimana sifat orang munafik yang suka berbohong, khianat, dan ingkar janji. Selain itu mereka juga suka meremehkan kaum lain, seperti sikap Yahudi kepada bagsa Arab, pendapat ini diambil dari penafsiran yang menjelaskan maksud kata alummiyyîn adalah orang-orang arab. Dari Ayat ini kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berarti yaitu untuk lebih berhati-hati dalam bermuamalah dengan mereka baik yang bersifat politik atau hubungan sosiala lainnya, agar kita bisa selamat dari tipu daya mereka.
Sudah menjadi sifat manusia untuk berbuat semena-mena, karena merasa paling hebat dan kuat, serta sombong. Begitu juga yang telah dilakukan kaum Yahudi, mereka suka membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan perang dan sejenisnya. Mari kita kembali bertadabbur pada akhir ayat (QS 5:64), Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi akan selalu berbuat kerusakan di muka bumi, dalam ayat ini digunakan fi’il mudlari’ pada kata yas’auna, dalam ilmu balaghah penggunaan kalimat yang berbentuk mudlari’ memiliki arti istimrâr (terus menerus/berkelanjutan). Orang-orang Yahudi termasuk golongan yang suka membangkang perintah Allah. Apalagi terhadap ajakan kebaikan dari sesama manusia, pasti mereka lebih berani untuk menolak. Sekarang kita bisa melihat dengan mata kepala kita sendiri atas sikap mereka yang sudah tidak manusiawi. Dengan berdalih membela diri, mereka tanpa merasa berdosa telah membunuh lebih dari 800 orang dan telah melukai lebih dari 3000 warga sipil yang tak berdosa. Resolusi PBB untuk gencatan senjata telah mereka abaikan, demonstrasi dari jutaaan manusia di seluruh penjuru dunia juga tidak didengarkan. Sungguh hati dan mata serta telinga mereka telah terkunci oleh kekufuran, sehingga mereka tak pernah menerima kebenaran walau mereka sebenarnya sering tahu bahwa mereka bersalah. Semakin jelas sifat munafik mereka, yaitu mereka suka melakukan kerusakan dimuka bumi, tetapi mereka tidak mengakui kelakuan mereka dan selalu berdalih bahwa yang dilakukannya adalah kebaikan.
Sikap Keras Yahudi pada Umat Islam
Ketika kita kembali mengingat sejarah orang-orang Yahudi yang suka membantah ajakan Nabi Muhammad Saw menuju jalan yang benar, maka kita bisa melihat betapa angkuh dan keras hati mereka. Kebencian mereka terhadap Islam tak akan pernah surut sampai kapan pun. Mereka tak akan pernah rela kepada umat Islam, sampai umat Islam mau mengikuti hawa nafsu mereka. Memang musuh Islam banyak (tak hanya Yahudi), bahkan orang yang beragama Islam yang munafik kepada agama Islam bisa menjadi musuh Islam juga. Namun, rasa permusuhan yang ada dalam hati para Yahudi lebih keras dan sadis dibanding dengan musuh-musuh yang lain.
Dalam QS 5:82, Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. Dalam Tafsir Al Alûsi dijelaskan bahwa orang-orang Yahudi disifati oleh Allah sebagai asyaddannâs, karena kufur mereka yang sudah sangat berlebihan, serta kebiasaan mereka berbohong dan mengikuti hawa nafsu. Bahkan dikatakan juga bahwa dalam pandangan mereka wajib memerangi orang-orang yang kontroversi dengan keinginan mereka. Selain orang Yahudi juga orang-orang musyrik yang menjadi musuh yang sangat keras bagi umat Islam. Namun, dalam ayat ini orang-orang Yahudi lebih didahulukan (disebut terlebih dahulu) dari pada orang-orang musyrik, kenapa? Masih menurut Al Imam Al Alûsi dalam tafsirnya, orang-orang Yahudi disebut terlebih dahulu karena kebiasaan mereka yang lebih suka memusuhi dulu/mencari masalah, dalam pendapat lain dikatakan karena sifat kejelekannya lebih banyak dari pada yang lain.
Kita semua sekarang juga bisa melihat fakta kebencian mereka terhadap orang-orang Islam yang ada di Gaza, walaupun perang yang sedang berlangsung bukan atas nama agama, tetapi secara otomatis umat Islam sedunia merasa ikut diperangi, karena melihat saudar-saudara mereka seagama telah dibantai di Gaza. Bertahun-tahun Yahudi Israel menjajah, mengusir dan menyiksa rakyat Palestina. Berbagai macam kecaman telah mereka dapatkan dari mayoritas manusia di seluruh penjuru dunia, Ratusan ribu orang berdemonstrasi di negara-negara Eropa, puluhan ribu orang berdemonstrasi di negara-negara Arab dan Asia Tenggara untuk mengecam agresi militer Israel yang sangat didukung AS, tetapi mereka justru semakin gila meluncurkan serangan-serangan ke pemukiman warga Gaza. Yahudi Israel benar-benar telah melanggar HAM, mereka juga telah melakukan kejahatan perang dengan menghancurkan tempat-tempat ibadah, sekolahan, kantor-kantor media massa, membunuh anak-anak serta membantai warga sipil. Israel dan Amerika menuduh Hamas adalah kelompok teroris yang harus dihancurkan, padahal Israel dan AS yang sebenarnya lebih pantas disebut Terosis. Banyak fakta-fakta yang kuat yang bisa dijadikan penguat atas hal ini, seperti pembunuhan ratusan ribu orang di Irak atas tuduhan senjata pemusnah masal/nuklir yang akhirnya tak bisa dibuktikan oleh George W. Bush, begitu juga pembantaian oleh tentara-tentara Israel kepada warga awam di Gaza, Palestina. Sungguh sikap mereka sangat keji dan tidak manusiawi.
Kita masih belum tahu sampai bila mereka akan menghentikan kebiadaban mereka, apakah menunggu siksaan Allah yang akan segera datang untuk balasan bagi orang-orang yang dzalim seperti mereka? Semoga saja mereka cepat mendapatkan siksaan dari Allah. Doa dan dukungan kami akan selalu menemani saudara-saudara kita yang berada di Palestina, semoga mereka mendapatkan pertolongan yang mulia dan kemenangan yang agung dari Allah ‘azza wajallâ, âmîn. Wallahu a’lam.
Penulis: H. Faiz Husaini E-mail : hudan_syifa@yahoo.com
http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/yahudi-dalam-prespektif-al-quran.htm
Yahudi adalah agama samawi (yang berdasarkan wahyu dari Allah), agama ini ada sekitar 2000 tahun sebelum Nabi Muhammad di utuskan. Kitab sucinya adalah At-Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. Ada beberapa pendapat mengenai asal kata yahudi, diantaranya yang paling mendekati kebenaran adalah bahwa kata yahûd diambil dari kata hâda yahûdu yang berarti raja’a yarji’u (kembali), makna ini dikuatkan dengan Al-Quran, Surat Al A’raf, ayat 156, Innâ hudnâ ilaîk, artinya sesunggguhnya aku (Musa) telah kembali kepadamu. Ayat ini menjelaskan bahwa kedatangan Nabi Musa As kepada kaumnya untuk memngembalikan mereka ke jalan yang benar. Ada beberapa nama lain untuk kaum Yahudi, diantaranya : Bani Israîl, al ‘ibriyyûn/al’ibrâniyyûn, Qoûm Musa (pengikut Musa As), Ahlul Kitab. Nama-nama inilah yang sering dipakai oleh Al-Quran untuk meyebut mereka, seperti dalam surat Al Baqarah, ayat 43, 67, 83, 120, surat Al Mâidah, ayat 51,surat Ali ‘imran, ayat 64, surat Al A’râf ayat 156.
Pada awalnya mereka pengikut Nabi Musa As, mereka menjadi pengikut yang baik, karena mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Nabi Musa As. Namun, setelah Nabi Musa meninggal mereka banyak melakukan tahrîf/mengubah isi At-Taurat dan banyak melakukan pelanggaran pada ajaran-ajaran mereka.
Al-Quran adalah kitab petunjuk bagi manusia untuk menuju jalan yang benar. Keadaan manusia akan selamanya gelap ketika tidak diterangi dengan cahaya Al-Quran. Seperti halnya orang yang berada dalam suatu ruangan tanpa disinari oleh cahaya apapun, maka ia tidak akan melihat benda apapun yang berada di sekitarnya. Begitu juga kehidupan yang kita jalani akan bisa tersesat, jika tanpa mendapatkan hidayah Al-Quran. Kitab suci Al-Quran banyak menjelaskan karakteristik orang-orang Yahudi, seperti dalam aspek akidah, ubudiyah dan juga sosial.
Pelanggaran Yahudi dalam Akidah
Penulis akan mengawali perihal pelanggaran kaum Yahudi pada aspek akidah, mereka banyak menyelewengkan ajaran yang telah mereka dapatkan dari Nabi Musa as. Dalam Al-Quran, surat al-Taubah, 30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? . Dari ayat ini nampak jelas bahwa orang-orang Yahudi telah menghina Allah, karena telah menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. Padahal Allah SWT tidak beranak dan juga tidak diberanakkan, (QS 112:3). Dalam tafsir Al Marâghi dijelaskan bahwa ‘Uzair adalah seorang pendeta (kâhin) Yahudi, ia hidup sekitar 457 SM. Menurut kepercayaan orang-orang Yahudi ‘Uzair adalah orang yang telah mengumpulkan kembali wahyu-wahyu Allah di kitab At Taurat yang sudah hilang sebelum masa Nabi Sulaiman As. Sehingga segala sumber yang yang dijadikan rujukan utama adalah yang berasal dari ‘Uzair, karena menurut kaum Yahudi waktu itu ‘Uzair adalah satu-satunya sosok yang paling diagungkan, maka sebagian mereka akhirnya menisbatkan ‘uzair sebagai anak Allah. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa penyelewengan dalam masalah akidah merupakan tindakan yang sangat sesat, karena sekitar 1/3 dari kandungan Al-Quran menjelaskan tentang akidah/kepercayaan atas semua rukun iman yang harus diyakini oleh setiap manusia.
Dalam ayat lain Allah juga menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi juga berburuk sangka dan mencela Allah (QS 5:64) Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. Dalam Ayat ini semakin jelas bahwa orang-orang Yahudi telah menghina Allah, mereka mengatakan bahwa tangan (kekuasaan) Allah telah terbelenggu (dari kebaikan), mereka menganggap Allah bakhil. Sungguh sangat keji dan sombong sifat mereka yang berani menghina Allah. Padahal tangan mereka yang sebenarnya terbelenggu dari kebaikan dan lebih menyukai kebakhilan. Mereka tidak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada mereka, tetapi justru selalu kufur nikmat. Orang-orang yang demikian yang telah diancam oleh Allah dengan siksaan yang sangat pedih.
Al-Quran sering menggunakan sebutan Ahlul Kitab untuk kaum Yahudi, dan yang dimaksud Ahlul Kitab juga termasuk orang-orang Nasrani, jadi Ahlul Kitab adalah sebutan untuk orang-orang Yahudi dan Nasrani. Di antara beberapa surat dalam Al-Quran yang banyak menjelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kaum Yahudi adalah QS. Al Baqarah, Ali ‘imran, Al Maidah.
Keburukan Yahudi dalam Aspek Sosial
Ada satu topik yang diangkat dalam QS 3:75, Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. Allah telah menjelaskan sikap mereka yang sulit untuk bisa dipercaya, sebagaimana sifat orang munafik yang suka berbohong, khianat, dan ingkar janji. Selain itu mereka juga suka meremehkan kaum lain, seperti sikap Yahudi kepada bagsa Arab, pendapat ini diambil dari penafsiran yang menjelaskan maksud kata alummiyyîn adalah orang-orang arab. Dari Ayat ini kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berarti yaitu untuk lebih berhati-hati dalam bermuamalah dengan mereka baik yang bersifat politik atau hubungan sosiala lainnya, agar kita bisa selamat dari tipu daya mereka.
Sudah menjadi sifat manusia untuk berbuat semena-mena, karena merasa paling hebat dan kuat, serta sombong. Begitu juga yang telah dilakukan kaum Yahudi, mereka suka membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan perang dan sejenisnya. Mari kita kembali bertadabbur pada akhir ayat (QS 5:64), Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi akan selalu berbuat kerusakan di muka bumi, dalam ayat ini digunakan fi’il mudlari’ pada kata yas’auna, dalam ilmu balaghah penggunaan kalimat yang berbentuk mudlari’ memiliki arti istimrâr (terus menerus/berkelanjutan). Orang-orang Yahudi termasuk golongan yang suka membangkang perintah Allah. Apalagi terhadap ajakan kebaikan dari sesama manusia, pasti mereka lebih berani untuk menolak. Sekarang kita bisa melihat dengan mata kepala kita sendiri atas sikap mereka yang sudah tidak manusiawi. Dengan berdalih membela diri, mereka tanpa merasa berdosa telah membunuh lebih dari 800 orang dan telah melukai lebih dari 3000 warga sipil yang tak berdosa. Resolusi PBB untuk gencatan senjata telah mereka abaikan, demonstrasi dari jutaaan manusia di seluruh penjuru dunia juga tidak didengarkan. Sungguh hati dan mata serta telinga mereka telah terkunci oleh kekufuran, sehingga mereka tak pernah menerima kebenaran walau mereka sebenarnya sering tahu bahwa mereka bersalah. Semakin jelas sifat munafik mereka, yaitu mereka suka melakukan kerusakan dimuka bumi, tetapi mereka tidak mengakui kelakuan mereka dan selalu berdalih bahwa yang dilakukannya adalah kebaikan.
Sikap Keras Yahudi pada Umat Islam
Ketika kita kembali mengingat sejarah orang-orang Yahudi yang suka membantah ajakan Nabi Muhammad Saw menuju jalan yang benar, maka kita bisa melihat betapa angkuh dan keras hati mereka. Kebencian mereka terhadap Islam tak akan pernah surut sampai kapan pun. Mereka tak akan pernah rela kepada umat Islam, sampai umat Islam mau mengikuti hawa nafsu mereka. Memang musuh Islam banyak (tak hanya Yahudi), bahkan orang yang beragama Islam yang munafik kepada agama Islam bisa menjadi musuh Islam juga. Namun, rasa permusuhan yang ada dalam hati para Yahudi lebih keras dan sadis dibanding dengan musuh-musuh yang lain.
Dalam QS 5:82, Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. Dalam Tafsir Al Alûsi dijelaskan bahwa orang-orang Yahudi disifati oleh Allah sebagai asyaddannâs, karena kufur mereka yang sudah sangat berlebihan, serta kebiasaan mereka berbohong dan mengikuti hawa nafsu. Bahkan dikatakan juga bahwa dalam pandangan mereka wajib memerangi orang-orang yang kontroversi dengan keinginan mereka. Selain orang Yahudi juga orang-orang musyrik yang menjadi musuh yang sangat keras bagi umat Islam. Namun, dalam ayat ini orang-orang Yahudi lebih didahulukan (disebut terlebih dahulu) dari pada orang-orang musyrik, kenapa? Masih menurut Al Imam Al Alûsi dalam tafsirnya, orang-orang Yahudi disebut terlebih dahulu karena kebiasaan mereka yang lebih suka memusuhi dulu/mencari masalah, dalam pendapat lain dikatakan karena sifat kejelekannya lebih banyak dari pada yang lain.
Kita semua sekarang juga bisa melihat fakta kebencian mereka terhadap orang-orang Islam yang ada di Gaza, walaupun perang yang sedang berlangsung bukan atas nama agama, tetapi secara otomatis umat Islam sedunia merasa ikut diperangi, karena melihat saudar-saudara mereka seagama telah dibantai di Gaza. Bertahun-tahun Yahudi Israel menjajah, mengusir dan menyiksa rakyat Palestina. Berbagai macam kecaman telah mereka dapatkan dari mayoritas manusia di seluruh penjuru dunia, Ratusan ribu orang berdemonstrasi di negara-negara Eropa, puluhan ribu orang berdemonstrasi di negara-negara Arab dan Asia Tenggara untuk mengecam agresi militer Israel yang sangat didukung AS, tetapi mereka justru semakin gila meluncurkan serangan-serangan ke pemukiman warga Gaza. Yahudi Israel benar-benar telah melanggar HAM, mereka juga telah melakukan kejahatan perang dengan menghancurkan tempat-tempat ibadah, sekolahan, kantor-kantor media massa, membunuh anak-anak serta membantai warga sipil. Israel dan Amerika menuduh Hamas adalah kelompok teroris yang harus dihancurkan, padahal Israel dan AS yang sebenarnya lebih pantas disebut Terosis. Banyak fakta-fakta yang kuat yang bisa dijadikan penguat atas hal ini, seperti pembunuhan ratusan ribu orang di Irak atas tuduhan senjata pemusnah masal/nuklir yang akhirnya tak bisa dibuktikan oleh George W. Bush, begitu juga pembantaian oleh tentara-tentara Israel kepada warga awam di Gaza, Palestina. Sungguh sikap mereka sangat keji dan tidak manusiawi.
Kita masih belum tahu sampai bila mereka akan menghentikan kebiadaban mereka, apakah menunggu siksaan Allah yang akan segera datang untuk balasan bagi orang-orang yang dzalim seperti mereka? Semoga saja mereka cepat mendapatkan siksaan dari Allah. Doa dan dukungan kami akan selalu menemani saudara-saudara kita yang berada di Palestina, semoga mereka mendapatkan pertolongan yang mulia dan kemenangan yang agung dari Allah ‘azza wajallâ, âmîn. Wallahu a’lam.
Penulis: H. Faiz Husaini E-mail : hudan_syifa@yahoo.com
http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/yahudi-dalam-prespektif-al-quran.htm
Wednesday, January 21, 2009
Susah Payah Menolong Agama
Biarlah kita bersusah sedikit asalkan Islam menang.
Jangan bimbang kerana setiap kesusahan kita akan di ganjarkan sewajarnya oleh Allah, Tuhan yang Maha Adil.
Apalah nilai hidup ini kalau tidak mahu menjadi penolong agama Allah?
Kita semua sama-sama akan balik mempersembahkan semua amalan kita kepada Allah.
Jangan bimbang kerana setiap kesusahan kita akan di ganjarkan sewajarnya oleh Allah, Tuhan yang Maha Adil.
Apalah nilai hidup ini kalau tidak mahu menjadi penolong agama Allah?
Kita semua sama-sama akan balik mempersembahkan semua amalan kita kepada Allah.
Tuesday, January 13, 2009
Teruskan Gaya Hidup Kita
Supaya berterusan pertautan hati sesama saudara se agama, kita perlu istiqamah ikut program usrah.
Untuk itu, kita perlu redha di didik dan kemudiannya mendidik orang lain supaya cinta dan utamakan agama.
Itulah gaya hidup kita zaman berzaman.
Dengan agama terbukti kita boleh hebat dunia akhirat.
Kalau tidak, terbukti manusia hanya jadi mainan nafsu dan syaitan yang penuh tipu daya.
Bedilan Zionis & Mana Doa Kita?
Negara haram Israel yang menjajah Palestin terbukti tidak jemu-jemu selama 60 tahun menzalimi, menyeksa dan membedil umat Palestin, saudara kita seagama.
Sewajarnya kita pun tidak jemu-jemu mendoakan kesejahteraan umat Palestin.
Teruskan berdoa supaya Allah sejahterakan umat dan menangkan perjuangan mujahidin.
Sewajarnya kita pun tidak jemu-jemu mendoakan kesejahteraan umat Palestin.
Teruskan berdoa supaya Allah sejahterakan umat dan menangkan perjuangan mujahidin.
Thursday, January 08, 2009
Kita Yang Bersalah Bila Anak Gadis Mabuk Dengan Perzinaan
oleh Pak Teh Majid
Terkejut saya membaca laporan berita tentang ramainya remaja perempuan Islam yang terjerumus dalam lembah perzinaan sejak usia masih mentah lagi. Segera saya sedar bahawa perlu tindakan segera bagi mengatasi konflik sosial yang makin membarah ini.
Bayangkan, anak-anak remaja perempuan yang masih bersekolah, berumur di bawah 15 tahun tetapi saban hari mengadakan persetubuhan haram, dan berbangga dengan maksiat yang mereka lakukan, masya-Allah. Malah, rakan-rakan sebaya yang tidak pernah berzina akan dikutuk, atau paling kurang diperli, kerana kononnya tidak mengikuti peredaran zaman.
Perkembangan buruk ini adalah mala petaka di atas kelalaian kita sebagai umat yang sepatutnya dibangga oleh Nabi Muhammad kerana berperanan bagi menyeru kebenaran dan mencegah maksiat. Lebih teruk, umat Islam yang sedar tentang tugas dan tanggungjawab pun makin melupai peranan unggul sebagai jurudakwah.
Saya mohon keampunan kepada Allah kerana turut alpa dan lalai dengan peranan mulia warisan para Nabi ini. Kita semakin hidup sendiri-sendiri, hanya menjaga diri, keluarga dan kelompok sempit. Dunia yang makin terlungkup seperti tidak dipedulikan.
Anak-anak muda yang kehilangan arah itu menjadi tanggungjawab kita bagi memandu mereka ke arah jalan yang lurus dan selamat.
Dengan duduk berdiam diri, sekadar menggeleng kepala tanda tidak berpuas hati atau membantah lingkungan mungkar, ia tidak akan membawa kita ke mana-mana, sebaliknya kian terperosok dengan fenomena kemaksiatan melampau itu. Moga Allah tidak menurunkan bala atas semua umat disebabkan kelalaian kita BERDAKWAH.
http://kedahlanie.blogspot.com/
Komen: Jom Bersama Berdakwah Menyelamatkan Manusia Dari Siksa Akhirat.
Terkejut saya membaca laporan berita tentang ramainya remaja perempuan Islam yang terjerumus dalam lembah perzinaan sejak usia masih mentah lagi. Segera saya sedar bahawa perlu tindakan segera bagi mengatasi konflik sosial yang makin membarah ini.
Bayangkan, anak-anak remaja perempuan yang masih bersekolah, berumur di bawah 15 tahun tetapi saban hari mengadakan persetubuhan haram, dan berbangga dengan maksiat yang mereka lakukan, masya-Allah. Malah, rakan-rakan sebaya yang tidak pernah berzina akan dikutuk, atau paling kurang diperli, kerana kononnya tidak mengikuti peredaran zaman.
Perkembangan buruk ini adalah mala petaka di atas kelalaian kita sebagai umat yang sepatutnya dibangga oleh Nabi Muhammad kerana berperanan bagi menyeru kebenaran dan mencegah maksiat. Lebih teruk, umat Islam yang sedar tentang tugas dan tanggungjawab pun makin melupai peranan unggul sebagai jurudakwah.
Saya mohon keampunan kepada Allah kerana turut alpa dan lalai dengan peranan mulia warisan para Nabi ini. Kita semakin hidup sendiri-sendiri, hanya menjaga diri, keluarga dan kelompok sempit. Dunia yang makin terlungkup seperti tidak dipedulikan.
Anak-anak muda yang kehilangan arah itu menjadi tanggungjawab kita bagi memandu mereka ke arah jalan yang lurus dan selamat.
Dengan duduk berdiam diri, sekadar menggeleng kepala tanda tidak berpuas hati atau membantah lingkungan mungkar, ia tidak akan membawa kita ke mana-mana, sebaliknya kian terperosok dengan fenomena kemaksiatan melampau itu. Moga Allah tidak menurunkan bala atas semua umat disebabkan kelalaian kita BERDAKWAH.
http://kedahlanie.blogspot.com/
Komen: Jom Bersama Berdakwah Menyelamatkan Manusia Dari Siksa Akhirat.
Wednesday, October 29, 2008
Poligami: Pendirian Kita
Memang kita beriman dengan hadith menyebut "mereka yang terbaik ialah yang panjang umurnya dan banyak amalnya...". Tapi jangan sampai menidakkan amalan poligami Nabi s.a.w. dan Sahabat2 besar r.anhum. Kita tentu menerima poligami itu amalan yang mencakup kedua-dua aspek iaitu amalan zahir dan amalan batin/ruhi.
Back to basic: Islam mesti di terima secara seluruhnya/kebulatan/kaffah.
Samada sudah berpoligami atau belum lagi berpoligami adalah perkara lain. Jangan sampai memandang rendah kepada pengamal poligami. Jangan sampai tidak boleh terima dalam hati @ hate it @ tak berapa selesa @ geli geleman...
Pelik juga, bila seseorang itu mencintai (hati) dan memperjuangkan everything yang di bawa oleh Rasulullah s.a.w. kecuali poligami. Padahal itulah cara hidup (atau kita sebut Sunnah) Nabi s.a.w. yang tak dapat kita tolak.
Jangan bimbang kerana Islam bukan milik kita tapi hak mutlak Allah. Kita hanya beriman & laksanakan (amal) semampu mungkin.
Kita sepatutnya berpegang tegas: Apa pun kita kena terima bahawa poligami adalah Sunnah Rasulullah s.a.w., dan di amalkan dengan jayanya oleh kebanyakan sahabat-sahabatnya r.anhum.
Teringat kata-kata Prof Syed Naquib Al-Attas once: Orang yang menentang poligami adalah orang biadap terhadap Allah.
Masyarakat kita mungkin penuh dengan cerita-cerita negatif rumahtangga poligami menyebabkan kita persepsi jadi begini. Apakah warna sebenar kita? Semua masalah boleh di atasi dengan balik kepada mengamalkan agama setepatnya, dengan izin Allah. Kerja kita ialah membantu umat untuk menghayati Islam. Just do it!
Kearah Dunia Adil & Sejahtera
Back to basic: Islam mesti di terima secara seluruhnya/kebulatan/kaffah.
Samada sudah berpoligami atau belum lagi berpoligami adalah perkara lain. Jangan sampai memandang rendah kepada pengamal poligami. Jangan sampai tidak boleh terima dalam hati @ hate it @ tak berapa selesa @ geli geleman...
Pelik juga, bila seseorang itu mencintai (hati) dan memperjuangkan everything yang di bawa oleh Rasulullah s.a.w. kecuali poligami. Padahal itulah cara hidup (atau kita sebut Sunnah) Nabi s.a.w. yang tak dapat kita tolak.
Jangan bimbang kerana Islam bukan milik kita tapi hak mutlak Allah. Kita hanya beriman & laksanakan (amal) semampu mungkin.
Kita sepatutnya berpegang tegas: Apa pun kita kena terima bahawa poligami adalah Sunnah Rasulullah s.a.w., dan di amalkan dengan jayanya oleh kebanyakan sahabat-sahabatnya r.anhum.
Teringat kata-kata Prof Syed Naquib Al-Attas once: Orang yang menentang poligami adalah orang biadap terhadap Allah.
Masyarakat kita mungkin penuh dengan cerita-cerita negatif rumahtangga poligami menyebabkan kita persepsi jadi begini. Apakah warna sebenar kita? Semua masalah boleh di atasi dengan balik kepada mengamalkan agama setepatnya, dengan izin Allah. Kerja kita ialah membantu umat untuk menghayati Islam. Just do it!
Kearah Dunia Adil & Sejahtera
Monday, September 22, 2008
Pemerintah Mesti Sayangkan Rakyat dan Tidak Menipu Rakyat
Dalam bukunya Riadhus Shalihin, Imam Nawawi (631 - 676 Hijrah) telah meletakkan bab Perintah Kepada Pemerintah Supaya Sayang dan Lunak kepada Rakyat dan Larangan Menipu Rakyat atau Mengabaikan Rakyat dan Hajat Keperluan Mereka yang terdiri dari nas berupa ayat-ayat Quran dan Hadith-hadith Nabi untuk kita manfaatkan.
Seterusnya di ambil terus dari buku tersebut:
Maksud Firman Allah: Dan rendahkan sikapmu terhadap pengikutmu dari kaum mukmin (Asy-Syu’a-ra: 215).
Maksud Firman Allah: Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, dan berbuat baik dan membantu sanak kerabat, dan mencegah dari kekejian dan mungkar dan aniaya (melampau batas). Alah menasihati kamu supaya kamu ingat (An-Nahl: 90).
1. Ibnu Umar r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Kamu sekelian pemimpin dan kamu akan ditanya dari hal rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin akan ditanya dari hal rakyat yang dipimpinnya. Suami akan ditanya hal keluarga yang dipimpinnya. Isteri memelihara rumah tangga suaminya dan akan ditanya hal yang dipimpinnya. Pelayan (pembantu/orang gaji/pekerja) memelihara milik majikannya dan akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan-jawab) dari hal rakyat yang dipimpinnya. (HR Bukhari & Muslim).
2. Abu Ya’la iaitu Ma’qil bin Yasar r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Tiada seseorang yang oleh Allah memimpin rakyat , kemudian ketika mati ia masih menipu rakyatnya, melainkan pasti Allah mengharamkan baginya syurga. (HR Bukhari & Muslim).
Dalam lain riwayat:
Kemudian tidak di awasi dengan nasihat-nasihat yang baik, maka tidak akan mendapat harumnya syurga.
Dalam riwayat Muslim:
Tiada seorang amir (ketua) yang mengawasi urusan kaum muslimin, kemudian tiada bersungguh-sungguh menasihati dan memperhatikan hajat mereka, melainkan tidak akan masuk syurga bersama mereka.
3. ‘A-isyah r.a berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. di rumahku ini: Ya Allah siapa yang menguasai sesuatu dari urusan ummatku, lalu mempersukar pada mereka, maka persukarlah baginya. Dan siapa yang mengurusi umatku lalu berlemah-lembut pada mereka, maka permudahlah baginya. (HR Muslim).
4. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Dahulu Bani Israil selalu di pimpin oleh Nabi, tiap mati seorang Nabi digantikan oleh Nabi lainnya, dan sesudah aku ini tidak ada Nabi, dan akan terangkat sepeninggalanku beberapa Khalifah, bahkan akan bertambah banyak. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah pesanmu kepada kami? Jawab Nabi: Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, dan berikan kepada mereka haknya, dan mohonlah kepada Allah bahagianmu, maka Allah menanya mereka dari hal apa yang di amanatkan dalam memelihara hambaNya. (HR Bukhari & Muslim).
5. ‘A-idz bin Amru r.a ketika ia masuk kepada Ubaidillah bin Ziyad berkata: Hai anakku saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya sejahat-jahat pemerintah iaitu yang kejam, maka janganlah kau tergolong daripada mereka. (HR Bukhari & Muslim).
6. Abu Maryam iaitu Al-Azdi r.a berkata kepada Muawiyah: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Siapa yang diserahi oleh Allah mengatur kepentingan kaum muslimin, kemudian ia dari hajat kepentinga mereka, maka Allah akan menolak hajat kepentingan dan keperluannya pada hari kiamat. Maka kemudian Muawiyah mengangkat seorang untuk melayan segala hajat keperluan orang-orang (rakyat). (HR Abu Dawud & Attirmizi).
Komen Ringkas: Jelas bahawa pemimpin wujud kerana kehadiran rakyat. Dalam konteks negara kita, pemimpin nombor satu negara ialah Perdana Menteri. Kemudian di ikuti menteri-menteri. Di negeri pula ada Menteri Besar atau Ketua Menteri dan semua exconya. Apa yang di berikan di dalam kitab muktabar itu mudah di fahami oleh pemimpin dan rakyat. Oleh itu pemimpin mesti prihatin terhadap rakyat, tidak boleh menipu rakyat dan tidak boleh mengabaikan keperluan rakyat.
Pengalaman melihat BN/UMNO mengambil untung melalui politik. Rakyat sudah jelak dengan bermacam janji di taburkan semasa berkempen tapi bila sudah menang pilihan raya dan memerintah sibuk dengan agenda peribadi untuk mengaut kekayaan negara secara tidak sah untuk diri dan keluarga sendiri, kerabat dan kroni serta untuk menjamin penerusan kekuasaannya.
Pepatah Cina menyatakan ikan busuk bermula dari kepalanya. Di lihat dari mana sudut pun nampaknya pepatah ini betul: Pemimpin yang busuk akan memastikan pimpinan di bawah sama-sama busuk. Pemimpin peringkat bawah yang mula hendak busuk akan melantik ketua yang sudah busuk. Pemimpin yang sudah busuk pula akan melantik ketua yang sama busuk atau mula busuk.
Tiba-tiba sekarang di wujudkan pelan peralihan kuasa yang bermakna kepemimpinan negara menjadi hak yg di warisi oleh orang tertentu dan di agihkan atau di faraidkan sesama sendiri. Bayangkan keadaan negara yang di pimpin apabila pemimpin dalam semua peringkat sudah membusuk. Amanah memimpin selamanya di anggap sebagai peluang terbaik untuk membolot dan membuat harta dengan mudah. Rakyat kini sudah celik dan berani berkata tidak kepada pemimpin BN/UMNO. Rakyat yang sudah merdeka.
Sumber: Terjemahan Riadhus Shalihin Oleh Imam Abu Zakaria Yahya bin Sharaf AnNawawi, Alih Bahasa oleh Salim Bahreisy. 1995. Kuala Lumpur: Victory Agencie. ms 490-493.
Seterusnya di ambil terus dari buku tersebut:
Maksud Firman Allah: Dan rendahkan sikapmu terhadap pengikutmu dari kaum mukmin (Asy-Syu’a-ra: 215).
Maksud Firman Allah: Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, dan berbuat baik dan membantu sanak kerabat, dan mencegah dari kekejian dan mungkar dan aniaya (melampau batas). Alah menasihati kamu supaya kamu ingat (An-Nahl: 90).
1. Ibnu Umar r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Kamu sekelian pemimpin dan kamu akan ditanya dari hal rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin akan ditanya dari hal rakyat yang dipimpinnya. Suami akan ditanya hal keluarga yang dipimpinnya. Isteri memelihara rumah tangga suaminya dan akan ditanya hal yang dipimpinnya. Pelayan (pembantu/orang gaji/pekerja) memelihara milik majikannya dan akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan-jawab) dari hal rakyat yang dipimpinnya. (HR Bukhari & Muslim).
2. Abu Ya’la iaitu Ma’qil bin Yasar r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Tiada seseorang yang oleh Allah memimpin rakyat , kemudian ketika mati ia masih menipu rakyatnya, melainkan pasti Allah mengharamkan baginya syurga. (HR Bukhari & Muslim).
Dalam lain riwayat:
Kemudian tidak di awasi dengan nasihat-nasihat yang baik, maka tidak akan mendapat harumnya syurga.
Dalam riwayat Muslim:
Tiada seorang amir (ketua) yang mengawasi urusan kaum muslimin, kemudian tiada bersungguh-sungguh menasihati dan memperhatikan hajat mereka, melainkan tidak akan masuk syurga bersama mereka.
3. ‘A-isyah r.a berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. di rumahku ini: Ya Allah siapa yang menguasai sesuatu dari urusan ummatku, lalu mempersukar pada mereka, maka persukarlah baginya. Dan siapa yang mengurusi umatku lalu berlemah-lembut pada mereka, maka permudahlah baginya. (HR Muslim).
4. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Dahulu Bani Israil selalu di pimpin oleh Nabi, tiap mati seorang Nabi digantikan oleh Nabi lainnya, dan sesudah aku ini tidak ada Nabi, dan akan terangkat sepeninggalanku beberapa Khalifah, bahkan akan bertambah banyak. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah pesanmu kepada kami? Jawab Nabi: Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, dan berikan kepada mereka haknya, dan mohonlah kepada Allah bahagianmu, maka Allah menanya mereka dari hal apa yang di amanatkan dalam memelihara hambaNya. (HR Bukhari & Muslim).
5. ‘A-idz bin Amru r.a ketika ia masuk kepada Ubaidillah bin Ziyad berkata: Hai anakku saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya sejahat-jahat pemerintah iaitu yang kejam, maka janganlah kau tergolong daripada mereka. (HR Bukhari & Muslim).
6. Abu Maryam iaitu Al-Azdi r.a berkata kepada Muawiyah: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Siapa yang diserahi oleh Allah mengatur kepentingan kaum muslimin, kemudian ia dari hajat kepentinga mereka, maka Allah akan menolak hajat kepentingan dan keperluannya pada hari kiamat. Maka kemudian Muawiyah mengangkat seorang untuk melayan segala hajat keperluan orang-orang (rakyat). (HR Abu Dawud & Attirmizi).
Komen Ringkas: Jelas bahawa pemimpin wujud kerana kehadiran rakyat. Dalam konteks negara kita, pemimpin nombor satu negara ialah Perdana Menteri. Kemudian di ikuti menteri-menteri. Di negeri pula ada Menteri Besar atau Ketua Menteri dan semua exconya. Apa yang di berikan di dalam kitab muktabar itu mudah di fahami oleh pemimpin dan rakyat. Oleh itu pemimpin mesti prihatin terhadap rakyat, tidak boleh menipu rakyat dan tidak boleh mengabaikan keperluan rakyat.
Pengalaman melihat BN/UMNO mengambil untung melalui politik. Rakyat sudah jelak dengan bermacam janji di taburkan semasa berkempen tapi bila sudah menang pilihan raya dan memerintah sibuk dengan agenda peribadi untuk mengaut kekayaan negara secara tidak sah untuk diri dan keluarga sendiri, kerabat dan kroni serta untuk menjamin penerusan kekuasaannya.
Pepatah Cina menyatakan ikan busuk bermula dari kepalanya. Di lihat dari mana sudut pun nampaknya pepatah ini betul: Pemimpin yang busuk akan memastikan pimpinan di bawah sama-sama busuk. Pemimpin peringkat bawah yang mula hendak busuk akan melantik ketua yang sudah busuk. Pemimpin yang sudah busuk pula akan melantik ketua yang sama busuk atau mula busuk.
Tiba-tiba sekarang di wujudkan pelan peralihan kuasa yang bermakna kepemimpinan negara menjadi hak yg di warisi oleh orang tertentu dan di agihkan atau di faraidkan sesama sendiri. Bayangkan keadaan negara yang di pimpin apabila pemimpin dalam semua peringkat sudah membusuk. Amanah memimpin selamanya di anggap sebagai peluang terbaik untuk membolot dan membuat harta dengan mudah. Rakyat kini sudah celik dan berani berkata tidak kepada pemimpin BN/UMNO. Rakyat yang sudah merdeka.
Sumber: Terjemahan Riadhus Shalihin Oleh Imam Abu Zakaria Yahya bin Sharaf AnNawawi, Alih Bahasa oleh Salim Bahreisy. 1995. Kuala Lumpur: Victory Agencie. ms 490-493.
Friday, August 29, 2008
Merdekakah Aku?
Dulu
Merdeka bermula dari hati
Hatiku merdeka menghalau penjajah
Kini
Apa benar negaraku sudah merdeka?
Apakah benar aku sudah merdeka?
Kerana hatiku terjajah semula
Aku dan penjajah
Rupanya berkongsi hati
Kerana
Selama ini penguasa belot
Alpa dengan isi kita
Merdeka bermula dari hati
Hatiku merdeka menghalau penjajah
Kini
Apa benar negaraku sudah merdeka?
Apakah benar aku sudah merdeka?
Kerana hatiku terjajah semula
Aku dan penjajah
Rupanya berkongsi hati
Kerana
Selama ini penguasa belot
Alpa dengan isi kita
Akademi Nasyid : Ke Arah Mana?
Sejuk hati bila melihat juri yang bersopan memberikan komen terhadap peserta dan penonton yang juga bersopan. Tapi banyak soalan timbul bila menonton Akademi Nasyid di TV9. Lebih kurang sebulan dulu bila Akademi Nasyid telah menjemput beberapa penyanyi tersohor mempersembahkan nyanyian mereka di hadapan penonton hati kami sekeluarga tertanya kenapa? Kemudian bila hujung-hujung, ramai peserta yang kalah telah di ambil semula. Kami tertanya-tanya. Kemudian peserta-peserta yang akan ke peringkat akhir datang bersama-sama penghibur idola mereka. Malam itu (minggu sudah) peserta-peserta Akademi Nasyid nampaknya seronok kerana bersama penyanyi idola mereka. Kami tertanya-tanya lagi.
Seperti kita tahu, Akademi Bola di wujudkan untuk melatih pemain bola profesional. Tujuan Akademi Badminton pula ialah untuk keluarkan pemain badminton profesional. Sementara Akademi Fantasia (AF) ialah sebuah rancangan realiti televisyen yang pertama di Malaysia yang mana peserta yang disebut sebagai pelajar akan bersaing untuk mendapatkan gelaran juara dan berpeluang memulakan karier dalam industri hiburan iaitu menjadi penyanyi profesional.
Secara ringkasnya tujuan Akademi Nasyid untuk menghasilkan penasyid profesional. Pelik tapi benar dan SEDIH apabila KEBANYAKAN pelajar Akademi Nasyid masing-masing mempunyai idola hiburan mereka iaitu PENYANYI bukan penasyid-penasyid seperti yang kita sedia maklum. Setakat ini Radio IKIM membuka ruang luas untuk nasyid berkembang. Kita juga tidak mahu Radio IKIM di penuhi lagu dari PENYANYI idola penasyid-penasyid tadi.
Akademi Nasyid seolah-olah hilang arah dan sudi memberikan ruang untuk PENYANYI padahal mereka ada dunia tersendiri. Kita yang lebih selesa mendengar nasyid yang membentuk kesedaran pun tidak perlukan PENYANYI-PENYANYI untuk mewarnai dunia nasyid untuk mempengaruhi anak muda kita. Bukankah ramai penasyid-penasyid yang terdapat di seluruh dunia yang boleh di jadikan contoh ikutan pelajar (penasyid baru). Eloklah mengambil yang elok dari yang sudah tersedia elok supaya kita menjadi semakin elok.
Walaupun begitu perlu ingat menjadi penasyid bermakna sudah berada di tepi dunia hiburan. Di sebut di tepi kerana dunia hiburan biasanya penuh dengan maksiat. Kalau tak berhati-hati, kita akan terjatuh ke dalam perangkap yang menelan ramai kerana mencari kehebatan dan kegemerlapan dunia tanpa panduan agama. Tanpa latihan pun kita boleh jadi hebat. Inikan pula dilatih hebat oleh sifu yang hebat.
Oleh itu penasyid selama-lamanya perlu rapat dengan agama iaitu mengamalkan agama dengan ikhlas. Ikutilah kelas pengajian agama dan program yang membolehkan diri sayang kepada Allah dan Rasulullah s.a.w. Tanpa agama nasyid sudah tidak ada maknanya. Nasyid yang di dendangkan hanya menjadi halua telinga, tidak menyerap ke dalam hati pendengar kalau penasyidnya hidup bercelaru macam penyanyi. Penasyid mesti menjadi agen perubahan dalam mesyarakat untuk mendekatkan hati pendengar dan peminat kepada mencintai dan memperjuangkan agama dan kebenaran. Maaf cakap, kalau tidak, lebih baik undur kerana hidup kita ini adalah real yang akan di soal di akhirat. Hidup ini BUKAN lakonan.
Seperti kita tahu, Akademi Bola di wujudkan untuk melatih pemain bola profesional. Tujuan Akademi Badminton pula ialah untuk keluarkan pemain badminton profesional. Sementara Akademi Fantasia (AF) ialah sebuah rancangan realiti televisyen yang pertama di Malaysia yang mana peserta yang disebut sebagai pelajar akan bersaing untuk mendapatkan gelaran juara dan berpeluang memulakan karier dalam industri hiburan iaitu menjadi penyanyi profesional.
Secara ringkasnya tujuan Akademi Nasyid untuk menghasilkan penasyid profesional. Pelik tapi benar dan SEDIH apabila KEBANYAKAN pelajar Akademi Nasyid masing-masing mempunyai idola hiburan mereka iaitu PENYANYI bukan penasyid-penasyid seperti yang kita sedia maklum. Setakat ini Radio IKIM membuka ruang luas untuk nasyid berkembang. Kita juga tidak mahu Radio IKIM di penuhi lagu dari PENYANYI idola penasyid-penasyid tadi.
Akademi Nasyid seolah-olah hilang arah dan sudi memberikan ruang untuk PENYANYI padahal mereka ada dunia tersendiri. Kita yang lebih selesa mendengar nasyid yang membentuk kesedaran pun tidak perlukan PENYANYI-PENYANYI untuk mewarnai dunia nasyid untuk mempengaruhi anak muda kita. Bukankah ramai penasyid-penasyid yang terdapat di seluruh dunia yang boleh di jadikan contoh ikutan pelajar (penasyid baru). Eloklah mengambil yang elok dari yang sudah tersedia elok supaya kita menjadi semakin elok.
Walaupun begitu perlu ingat menjadi penasyid bermakna sudah berada di tepi dunia hiburan. Di sebut di tepi kerana dunia hiburan biasanya penuh dengan maksiat. Kalau tak berhati-hati, kita akan terjatuh ke dalam perangkap yang menelan ramai kerana mencari kehebatan dan kegemerlapan dunia tanpa panduan agama. Tanpa latihan pun kita boleh jadi hebat. Inikan pula dilatih hebat oleh sifu yang hebat.
Oleh itu penasyid selama-lamanya perlu rapat dengan agama iaitu mengamalkan agama dengan ikhlas. Ikutilah kelas pengajian agama dan program yang membolehkan diri sayang kepada Allah dan Rasulullah s.a.w. Tanpa agama nasyid sudah tidak ada maknanya. Nasyid yang di dendangkan hanya menjadi halua telinga, tidak menyerap ke dalam hati pendengar kalau penasyidnya hidup bercelaru macam penyanyi. Penasyid mesti menjadi agen perubahan dalam mesyarakat untuk mendekatkan hati pendengar dan peminat kepada mencintai dan memperjuangkan agama dan kebenaran. Maaf cakap, kalau tidak, lebih baik undur kerana hidup kita ini adalah real yang akan di soal di akhirat. Hidup ini BUKAN lakonan.
Thursday, August 21, 2008
Peringatan Untuk Sayang
Kini sayang akan berhijrah @ berkelana @ merantau mencari ilmu sebagai persiapan di hari muka jauh dari ayahanda, ummi dan adik-adik. Di bawah ini adalah sepuluh peringatan asas untuk sayang menempuhi dan menjalani hidup di tempat baru:
1. Ingat Allah di mana saja.
2. Jaga solat berjamaah.
3. Baca satu hari satu hadith idola kita, Rasulullah s.a.w.
4. Sentiasa menolong orang.
5. Sentiasa menolong agama Allah.
6. Baca Quran minimum 1 kali sehari.
7. Jangan main betina. Jodoh kerja Allah.
8. Tidur selewat-lewatnya jam 12.00 tengah malam.
9. Jangan keluar malam kecuali kerana agama.
10. Pilih kawan.
Ingatlah bahawa peluang menjadi pelajar di IPT bukan selalu datang. Janganlah masa pelajarmu di bazirkan dengan aktiviti yang tidak berfaedah terutama dari aspek agama kita.
Anggaplah dirimu dalam perlumbaan lari jarak jauh @ marathon Olimpik yang semakin hampir ke garisan penamat. Sayang telah memulakannya sejak di tadika dulu. Berikan segala yang terbaik untuk kejayaan diri di hari muka. Sayang hanya akan berjaya sekiranya sayang memberikan tumpuanmu terhadap pelajaran.
Selama ini ayahanda dan ummi telah berusaha sedapat mungkin menunjukkan asas jalan untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan di sini (iaitu dunia yang sementara ini) dan di sana (akhirat yang kekal nanti). Sebagai satu penerusan, silalah mendisiplin diri untuk mengikuti program agama yang bermanfaat secara istiqamah untuk menambahbaik pengetahuan dan amalan sayang terhadap cara hidup kita, Islam, iaitu SATU-SATUNYA agama yang di redhai Allah, Pencipta Alam Semesta. Teruskan usaha membantu ummat. Dimana jua carilah keredaan Allah. Hiasilah diri dengan dengan akhlak Rasulullah s.a.w.
1. Ingat Allah di mana saja.
2. Jaga solat berjamaah.
3. Baca satu hari satu hadith idola kita, Rasulullah s.a.w.
4. Sentiasa menolong orang.
5. Sentiasa menolong agama Allah.
6. Baca Quran minimum 1 kali sehari.
7. Jangan main betina. Jodoh kerja Allah.
8. Tidur selewat-lewatnya jam 12.00 tengah malam.
9. Jangan keluar malam kecuali kerana agama.
10. Pilih kawan.
Ingatlah bahawa peluang menjadi pelajar di IPT bukan selalu datang. Janganlah masa pelajarmu di bazirkan dengan aktiviti yang tidak berfaedah terutama dari aspek agama kita.
Anggaplah dirimu dalam perlumbaan lari jarak jauh @ marathon Olimpik yang semakin hampir ke garisan penamat. Sayang telah memulakannya sejak di tadika dulu. Berikan segala yang terbaik untuk kejayaan diri di hari muka. Sayang hanya akan berjaya sekiranya sayang memberikan tumpuanmu terhadap pelajaran.
Selama ini ayahanda dan ummi telah berusaha sedapat mungkin menunjukkan asas jalan untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan di sini (iaitu dunia yang sementara ini) dan di sana (akhirat yang kekal nanti). Sebagai satu penerusan, silalah mendisiplin diri untuk mengikuti program agama yang bermanfaat secara istiqamah untuk menambahbaik pengetahuan dan amalan sayang terhadap cara hidup kita, Islam, iaitu SATU-SATUNYA agama yang di redhai Allah, Pencipta Alam Semesta. Teruskan usaha membantu ummat. Dimana jua carilah keredaan Allah. Hiasilah diri dengan dengan akhlak Rasulullah s.a.w.
Friday, August 01, 2008
Gosok gigi waktu malam kalau mahu gigi tahan
Seorang kawan rapat baru-baru ini telah bertemu dan berbual dengan seorang pakcik yang berusia 80 tahun. Tapi giginya masih mantap, tiada yang gugur.
Beliau telah menceritakan amalan yang beliau laksanakan selama ini: Amalkan menggosok gigi pada malam hari. Beliau tidak menggosok giginya pada siang hari.
Sampaikanlah kepada generasi akan datang supaya memiliki gigi yang tahan lama.
Beliau telah menceritakan amalan yang beliau laksanakan selama ini: Amalkan menggosok gigi pada malam hari. Beliau tidak menggosok giginya pada siang hari.
Sampaikanlah kepada generasi akan datang supaya memiliki gigi yang tahan lama.
Monday, June 02, 2008
Budaya Hantaran Pernikahan Yang Menyusahkan Kita
Tajuk asal: Hantaran! Oh Hantaran!
http://an-nawawi.blogspot.com
Biasalah, musim-musim cuti sekolah ni...majlis walimah mana-mana pun ada. Semua berlumba-lumba nak buat majlis nikah-kahwin. Majlis tunang-tunang pun tak ketinggalan, ada yang buat jugak. Semua perancangan disusun rapi.
Sampai masanya, sapa yang tak nak kahwin kan...
Pantun yang disusun turut dialun, saling berbalas wakil kedua belah pihak. Dulang pula berbalas dulang, sirih pinang pun turut bertukar tangan. Tiba masanya, hantaran juga turut diatur dan dirunding.
Mahar dan hantaran tidak boleh disamakan. Mahar lain hal, hantaran pula lain pakej. Biasanya, hantaran dikeluarkan dan disediakan oleh si lelaki yang berhajat mengahwini wanita. Hantaran diatur dan ditetapkan dari pihak pengantin wanita.
Hantaran ni macam harga dagangan lah pulak. Kalau si perempuan tu cantik, berpelajaran tinggi, kaya, maka...mahal lah hantarannya. Ini lumrah kebiasaannya lah bagi masyarakat “Melayu”. Antara hantaran yang biasa diguna-pakai adalah set pengantin siap serba satu, ini termasuklahlah bilik pengantin, set tilam pengantin, set hand phone, baju, kain, naskhah al-Qur’an, dan pelbagai lagi boleh saja dijadikan barang hantaran.
Malah, ada tu kereta besar dan rumah besar pun boleh menjadi syarat sah-nya hantaran. Kalau tak disiapkan dengan keperluan yang diaturkan, maka bertangguhlah hajat si pengantin. Silap-silap boleh tak jadi perkahwinan tu. Maklumlah, mahal tu... Mana mahu korek kawan...
Em, yang paling biasa dijadikan hantaran, adalah duit lah. Money... money... kalau kita lihat majlis-majlis kahwin artis-artis tu, fuuhh! Ribu-ribu, berbelas-belas ribu, atau mungkin berpuluh-puluh ribu si lelaki mesti bayar kepada wanita atau keluarga si wanita tu. Malah bukan berpuluh ribu, ratus ribu pun ada.
Tapi, yang cukup sedihnya... banyak jugak yang fail. Membazir je kahwin mahal-mahal ni. Ia bukanlah syarat jaminan kebahagian sesuatu rumah tangga. Kalau ikut Islam, bukan itu tujuan perkahwinan. Bukan untuk berjual beli dan tawar-menawar. Bukan juga untuk menunjuk-nunjuk sapa grand. Silap-silap tertunjuk lah pulak sapa lingkup dulu. Tak ke sedih macam tu. Adalah lebih baik duit tu buat belanja keperluan yang betul. Belanja harian keluarga yang baru dibina dengan penuh hikmah. Itu lebih menjamin kebahagian sebenarnya.
Malah, dalam sibuk-sibuk bertukar-tukar hantaran dan mengumpul-ngumpul duit hantaran ni. Tahu tak kita, bahawa bab-bab hantaran ni karut marut sebenarnya. Entah datang dari mana agaknya. Kalau ikut Islam, yang ada cuma mahar je. Bukan hantaran. Lepas tu, hantaran mengalahkan mahar lagi tu.
Kasihan kaum lelaki. Susahnya nak kahwin. Padahal dah sama-sama suka. Tapi, masalah duit pulak. Bukan masalah takde duit untuk menampung hidup. Tapi, kena berduit yang lebih untuk nak runtuhkan tembok pemisah tu. Kalau tak, menganga saja lah. Tengok saja dari balik tembok.
Zaman sekarang agaknya zaman berdagang anak perempuan. Sapa-sapa nak menikahkan anak perempuan, masa tu lah masa kegembiraan. Kerana anak perempuan bakal membawa pulangan lumayan. Mungkinkah begitu yang difikirkan? Fikirlah sendiri...
Baiklah, sapa yang nak mengada-ngada ikut yang bukan cara Islam tu, tak dapat nak buat apa lah. Yang diketahui, dalam Islam yang ada cuma mahar je. Telah dijelaskan mahar yang dipersetujui, akad nikah berjalan lancar, pasangan suka sama suka, wali pun dah setuju, semuanya ditanggung beres.
“Permudahkan, jangan dipersulitkan”
Kalau ikut zaman Rasulullah dulu, punyalah senang nak kahwin. Yang penting agama mesti mahu baik. Perempuan solehah boleh tunggu je... insyaALLAH, ada lah yang akan merisiknya dari kalangan laki-laki yang soleh. Perempuan nak risik lelaki pun tiada masalah, bila kena syaratnya. Malah, maharnya murah dan mudah sahaja. Ini adalah bertepatan sebagaimana pesanan Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam sendiri,
“Di antara kebaikan wanita adalah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (Hadis Riwayat Ahmad, no. 23957. Dihasankan oleh Sheikh al-Albani di dalam Shahiih al-Jami’, 2/251)
“Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah” (Hadis Riwayat Abu Daud, Kitab an-Nikah, no. 2117. Disahihkan oleh Sheikh al-Albani di dalam al-Irwaa’, 5/345)
Atas saranan dan pantauan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada masanya, pernikahan berjalan dengan mudah dan tidak disulitkan dengan kepelbagaian adat dan metod yang bukan-bukan. Seperti hantaran beribu-ribu, akad nikah mesti bersalam dengan bergoncang tangan, sesi fotografi yang memakan ratusan ringgit, aurat disingkapkan di depan khalayak awam, pelamin pulak mesti disiapkan, majlis persandingan mesti dilangsungkan, menepung tawar mesti direnjiskan, dan pelbagai lagi tambahan-tambahan yang karut marut yang langsung tidak tsabit (sahih) dari agama Islam yang tulen.
Apa sebenarnya yang dikejar? Kemewahan? Grand? Sikap menunjuk-nunjuk? Mahu berjual beli? Atau mahu merosakkan agama dan menggantikannya dengan adat? Apakah tidak cukup mudah dan cantik apa yang disunnahkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Sedangkan Nabi pernah menikahkan para sahabat-sahabatnya hanya dengan mahar sebiji emas, hafalan surah al-Qur’an tertentu, baju besi, cincin besi, beberapa dirham mata wang, beberapa genggam kurma, dan seumpamanya. Mengapakah kita tidak puas dengan apa yang dicadangkan dan dipermudahkan oleh Rasulullah untuk syi’ar pernikahan dan perkahwinan kita zaman ini? Carilah berkah dan petunjuk dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah.
“Katakanlah (wahai Muhammad), “Jika benar engkau mencintai Allah, maka ikutlah aku”.” (Surah Ali Imran, 3: 31)
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (iaitu) bagi mereka yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Surah al-Ahzaab, 33: 21)
Jadi siapakah yang kita jadikan ikutan sekarang? Hawa nafsu? Adat? Atau siapa?
Jawablah sendiri...
Sebelum mengakhiri artikel ringkas ini, mari kita lihat apa itu mahar sebenarnya.
Syari’at yang gemilang lagi sesuai sepanjang zaman ini adalah bertujuan memelihara hak-hak wanita. Mahar adalah apa yang diberikan kepada isteri berupa harta, atau selainnya menurut persetujuan dengan sebab pernikahan atau dinikahi.
Mahar wajib dikeluarkan oleh seorang lelaki yang ingin menikahi seorang wanita,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dosa yang paling besar di sisi Allah ialah orang yang menikahi wanita lalu ketika telah menyelesaikan hajatnya darinya, maka dia menceraikannya dan pergi dengan membawa maharnya...” (Hadis Riwayat al-Hakim, 2/182. Dihasankan oleh Sheikh al-Albani di dalam as-Silsilah ash-Shahihah, no. 999)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Berikanlah maskahwin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (Surah an-Nisaa’, 4: 4)
“Maka berilah mereka maharnya (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban.” (Surah an-Nisaa’, 4: 24))
“Kerana itu, kahwinilah mereka dengan keizinan tuan mereka dan berilah maskahwin mereka dengan patut.” (Surah an-Nisaa’, 4: 25)
Mahar adalah pemberian yang dilindungi yang diwajibkan Allah untuk diberikan kepada wanita; bukan sebagai imbalan sesuatu yang wajib dia berikan, kecuali memenuhi hak-hak suami isteri, sebagaimana halnya dia tidak dapat digugurkan (walaupun wanita itu rela) kecuali setelah akad. (Audatul Hijaab, 2/298)
Maka,
“Permudahkanlah, jangan dipersulitkan, jangan dipersusah-susahkan...” dengan hal yang bukan-bukan dan yang pelik-pelik yang tiada contoh dan saranannya dari Rasul ikutan kita jika benar kita mencintai dan mengharapkan keredhaan Allah yang sebenar.
Menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Adakanlah walimah, walau pun hanya dengan seekor kambing.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Nikah, no. 5155)
Wallahu a’lam.
Kepada sahabat-sahabat yang berminat untuk mengetahui Persoalan Nikah, perkahwinan, dan majlis walimah yang berorientasikan Islam dan bertepatan dengan sunnah-sunnah Rasulullah, saya cadangkan anda membaca tiga-tiga buah buku ini:
1 – Panduan Menikah Ala Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tulisan Sheikh Amru Abdul Mun’im Salim, Terbitan Pustakan an-Naba’. (Tajuk setelah cetakan baru: “Panduan Menikah Menuju Keluarga Sakinah”)
2 – Panduan Menikah Dari A hingga Z, Tulisan Abu Hafsh Usamah bin Kamal ‘Abdir Razaq, Terbitan Pustaka Ibnu Katsir.
3 – Adab az-Zifaf (Panduan Nikah), Tulisan Sheikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Terbitan Media Hidayah.
Tambahan oleh: jiwakitamerdeka.blogspot.my
Apabila nikah di sukarkan, maka berlakulah zina di sana sini...
Mari kita mudahkan nikah.
http://an-nawawi.blogspot.com
Biasalah, musim-musim cuti sekolah ni...majlis walimah mana-mana pun ada. Semua berlumba-lumba nak buat majlis nikah-kahwin. Majlis tunang-tunang pun tak ketinggalan, ada yang buat jugak. Semua perancangan disusun rapi.
Sampai masanya, sapa yang tak nak kahwin kan...
Pantun yang disusun turut dialun, saling berbalas wakil kedua belah pihak. Dulang pula berbalas dulang, sirih pinang pun turut bertukar tangan. Tiba masanya, hantaran juga turut diatur dan dirunding.
Mahar dan hantaran tidak boleh disamakan. Mahar lain hal, hantaran pula lain pakej. Biasanya, hantaran dikeluarkan dan disediakan oleh si lelaki yang berhajat mengahwini wanita. Hantaran diatur dan ditetapkan dari pihak pengantin wanita.
Hantaran ni macam harga dagangan lah pulak. Kalau si perempuan tu cantik, berpelajaran tinggi, kaya, maka...mahal lah hantarannya. Ini lumrah kebiasaannya lah bagi masyarakat “Melayu”. Antara hantaran yang biasa diguna-pakai adalah set pengantin siap serba satu, ini termasuklahlah bilik pengantin, set tilam pengantin, set hand phone, baju, kain, naskhah al-Qur’an, dan pelbagai lagi boleh saja dijadikan barang hantaran.
Malah, ada tu kereta besar dan rumah besar pun boleh menjadi syarat sah-nya hantaran. Kalau tak disiapkan dengan keperluan yang diaturkan, maka bertangguhlah hajat si pengantin. Silap-silap boleh tak jadi perkahwinan tu. Maklumlah, mahal tu... Mana mahu korek kawan...
Em, yang paling biasa dijadikan hantaran, adalah duit lah. Money... money... kalau kita lihat majlis-majlis kahwin artis-artis tu, fuuhh! Ribu-ribu, berbelas-belas ribu, atau mungkin berpuluh-puluh ribu si lelaki mesti bayar kepada wanita atau keluarga si wanita tu. Malah bukan berpuluh ribu, ratus ribu pun ada.
Tapi, yang cukup sedihnya... banyak jugak yang fail. Membazir je kahwin mahal-mahal ni. Ia bukanlah syarat jaminan kebahagian sesuatu rumah tangga. Kalau ikut Islam, bukan itu tujuan perkahwinan. Bukan untuk berjual beli dan tawar-menawar. Bukan juga untuk menunjuk-nunjuk sapa grand. Silap-silap tertunjuk lah pulak sapa lingkup dulu. Tak ke sedih macam tu. Adalah lebih baik duit tu buat belanja keperluan yang betul. Belanja harian keluarga yang baru dibina dengan penuh hikmah. Itu lebih menjamin kebahagian sebenarnya.
Malah, dalam sibuk-sibuk bertukar-tukar hantaran dan mengumpul-ngumpul duit hantaran ni. Tahu tak kita, bahawa bab-bab hantaran ni karut marut sebenarnya. Entah datang dari mana agaknya. Kalau ikut Islam, yang ada cuma mahar je. Bukan hantaran. Lepas tu, hantaran mengalahkan mahar lagi tu.
Kasihan kaum lelaki. Susahnya nak kahwin. Padahal dah sama-sama suka. Tapi, masalah duit pulak. Bukan masalah takde duit untuk menampung hidup. Tapi, kena berduit yang lebih untuk nak runtuhkan tembok pemisah tu. Kalau tak, menganga saja lah. Tengok saja dari balik tembok.
Zaman sekarang agaknya zaman berdagang anak perempuan. Sapa-sapa nak menikahkan anak perempuan, masa tu lah masa kegembiraan. Kerana anak perempuan bakal membawa pulangan lumayan. Mungkinkah begitu yang difikirkan? Fikirlah sendiri...
Baiklah, sapa yang nak mengada-ngada ikut yang bukan cara Islam tu, tak dapat nak buat apa lah. Yang diketahui, dalam Islam yang ada cuma mahar je. Telah dijelaskan mahar yang dipersetujui, akad nikah berjalan lancar, pasangan suka sama suka, wali pun dah setuju, semuanya ditanggung beres.
“Permudahkan, jangan dipersulitkan”
Kalau ikut zaman Rasulullah dulu, punyalah senang nak kahwin. Yang penting agama mesti mahu baik. Perempuan solehah boleh tunggu je... insyaALLAH, ada lah yang akan merisiknya dari kalangan laki-laki yang soleh. Perempuan nak risik lelaki pun tiada masalah, bila kena syaratnya. Malah, maharnya murah dan mudah sahaja. Ini adalah bertepatan sebagaimana pesanan Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam sendiri,
“Di antara kebaikan wanita adalah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (Hadis Riwayat Ahmad, no. 23957. Dihasankan oleh Sheikh al-Albani di dalam Shahiih al-Jami’, 2/251)
“Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah” (Hadis Riwayat Abu Daud, Kitab an-Nikah, no. 2117. Disahihkan oleh Sheikh al-Albani di dalam al-Irwaa’, 5/345)
Atas saranan dan pantauan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada masanya, pernikahan berjalan dengan mudah dan tidak disulitkan dengan kepelbagaian adat dan metod yang bukan-bukan. Seperti hantaran beribu-ribu, akad nikah mesti bersalam dengan bergoncang tangan, sesi fotografi yang memakan ratusan ringgit, aurat disingkapkan di depan khalayak awam, pelamin pulak mesti disiapkan, majlis persandingan mesti dilangsungkan, menepung tawar mesti direnjiskan, dan pelbagai lagi tambahan-tambahan yang karut marut yang langsung tidak tsabit (sahih) dari agama Islam yang tulen.
Apa sebenarnya yang dikejar? Kemewahan? Grand? Sikap menunjuk-nunjuk? Mahu berjual beli? Atau mahu merosakkan agama dan menggantikannya dengan adat? Apakah tidak cukup mudah dan cantik apa yang disunnahkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Sedangkan Nabi pernah menikahkan para sahabat-sahabatnya hanya dengan mahar sebiji emas, hafalan surah al-Qur’an tertentu, baju besi, cincin besi, beberapa dirham mata wang, beberapa genggam kurma, dan seumpamanya. Mengapakah kita tidak puas dengan apa yang dicadangkan dan dipermudahkan oleh Rasulullah untuk syi’ar pernikahan dan perkahwinan kita zaman ini? Carilah berkah dan petunjuk dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah.
“Katakanlah (wahai Muhammad), “Jika benar engkau mencintai Allah, maka ikutlah aku”.” (Surah Ali Imran, 3: 31)
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (iaitu) bagi mereka yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Surah al-Ahzaab, 33: 21)
Jadi siapakah yang kita jadikan ikutan sekarang? Hawa nafsu? Adat? Atau siapa?
Jawablah sendiri...
Sebelum mengakhiri artikel ringkas ini, mari kita lihat apa itu mahar sebenarnya.
Syari’at yang gemilang lagi sesuai sepanjang zaman ini adalah bertujuan memelihara hak-hak wanita. Mahar adalah apa yang diberikan kepada isteri berupa harta, atau selainnya menurut persetujuan dengan sebab pernikahan atau dinikahi.
Mahar wajib dikeluarkan oleh seorang lelaki yang ingin menikahi seorang wanita,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dosa yang paling besar di sisi Allah ialah orang yang menikahi wanita lalu ketika telah menyelesaikan hajatnya darinya, maka dia menceraikannya dan pergi dengan membawa maharnya...” (Hadis Riwayat al-Hakim, 2/182. Dihasankan oleh Sheikh al-Albani di dalam as-Silsilah ash-Shahihah, no. 999)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Berikanlah maskahwin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (Surah an-Nisaa’, 4: 4)
“Maka berilah mereka maharnya (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban.” (Surah an-Nisaa’, 4: 24))
“Kerana itu, kahwinilah mereka dengan keizinan tuan mereka dan berilah maskahwin mereka dengan patut.” (Surah an-Nisaa’, 4: 25)
Mahar adalah pemberian yang dilindungi yang diwajibkan Allah untuk diberikan kepada wanita; bukan sebagai imbalan sesuatu yang wajib dia berikan, kecuali memenuhi hak-hak suami isteri, sebagaimana halnya dia tidak dapat digugurkan (walaupun wanita itu rela) kecuali setelah akad. (Audatul Hijaab, 2/298)
Maka,
“Permudahkanlah, jangan dipersulitkan, jangan dipersusah-susahkan...” dengan hal yang bukan-bukan dan yang pelik-pelik yang tiada contoh dan saranannya dari Rasul ikutan kita jika benar kita mencintai dan mengharapkan keredhaan Allah yang sebenar.
Menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Adakanlah walimah, walau pun hanya dengan seekor kambing.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Nikah, no. 5155)
Wallahu a’lam.
Kepada sahabat-sahabat yang berminat untuk mengetahui Persoalan Nikah, perkahwinan, dan majlis walimah yang berorientasikan Islam dan bertepatan dengan sunnah-sunnah Rasulullah, saya cadangkan anda membaca tiga-tiga buah buku ini:
1 – Panduan Menikah Ala Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tulisan Sheikh Amru Abdul Mun’im Salim, Terbitan Pustakan an-Naba’. (Tajuk setelah cetakan baru: “Panduan Menikah Menuju Keluarga Sakinah”)
2 – Panduan Menikah Dari A hingga Z, Tulisan Abu Hafsh Usamah bin Kamal ‘Abdir Razaq, Terbitan Pustaka Ibnu Katsir.
3 – Adab az-Zifaf (Panduan Nikah), Tulisan Sheikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Terbitan Media Hidayah.
Tambahan oleh: jiwakitamerdeka.blogspot.my
Apabila nikah di sukarkan, maka berlakulah zina di sana sini...
Mari kita mudahkan nikah.
Tuesday, April 22, 2008
Sayangilah ibu kandungmu sementara masih ada
Kata-kata dari email seorang kawan dibawah boleh dijadikan cerminan buat kita semua. Manalah tahu mungkin madah ini boleh menjadi tazkirah sesama kita.
ketika berusia setahun,ibu suapkan makanan dan mandikan kita.
cara kita ucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dengan menangis sepanjang malam.
apabila berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain,
kita ucapkan terima kasih dengan lari sambil ketawa terkekeh-kekeh apabila dipanggil.
menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan makanan dengan penuh rasa kasih sayang, kita ucapkan terimakasih dengan menumpahkan makanan ke lantai.
ketika berusia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensel warna,
kita ucapkan terima kasih dengan menconteng dinding.
Ketika berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru,
kita ucapkan terima kasih dengan bergolek-golek dalam lopak kotor.
setelah berusia 6 tahun, ibu memimpin tangan kita kesekolah, kita ucapkan terima kasih dengan menjerit :"tak nak! tak nak!".
apabila berusia 7 tahun, ibu belikan sebiji bola,
cara mengucapkan terima kasih ialah kita pecah kaca cermin tingkap jiran.
menjelang usia 8 tahun, ibu belikan aiskrim,
kita ucapkan terima kasih dengan mengotorkan pakaian ibu.
ketika berusia 9 tahun, ibu menghantar ke sekolah,
kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan ponteng kelas.
berusia 10 tahun ibu menghabiskan masa sehari suntuk menemankan kita ke mana saja,
kita ucapkan terimakasih dengan tidak bertegur sapa dengannya.
apabila berusia 12 tahun, ibu menyuruh membuat kerja sekolah,
kita ucapkan terima kasih dengan menonton televisyen & main games.
menjelang usia 13 tahun, ibu suruh pakai pakaian yang menutup aurat,
kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan memberitahu bahawa pakaian itu tidak sesuai zaman sekarang.
ketika berusia 14 tahun, ibu terpaksa mengikat perut untuk membayar wang persekolahan dan asrama, kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan tidak menulis sepucuk surat atau pun pesanan sms pun.
ketika berusia 15 tahun, ibu pulang daripada kerja dan rindukan pelukan dan ciuman, kita ucapkan terima kasih dengan mengunci pintu bilik.
menjelang usia 18 tahun, ibu menangis gembira apabila mendapat tahu kita diterima masuk ke IPT,
kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan bersuka ria bersama kawan-kawan.
ketika berusia 19 tahun, ibu bersusah payah membayar yuran pengajian, menghantar ke kampus dan mengheret beg besar ke asrama, kita hanya ucapkan selamat jalan pada ibu di luar asrama kerana malu dengan kawan-kawan.
ketika berusia 20 tahun, ibu bertanya sama ada kita ada teman istimewa,
kita kata, "itu bukan urusan ibu."
setelah berusia 21 tahun, ibu cuba memberikan pandangan mengenai kerjaya,
kita kata, "saya tak mahu jadi seperti ibu."
apabila berusia 22-23 tahun, ibu membelikan perabot untuk rumah bujang kita.
di belakang ibu kita katakan pada kawan-kawan? . "perabot pilihan ibu aku tak cantik, tak berkenan akuuu!"
ketika menjelang usia 24 tahun, ibu bertemu dengan bakal menantunya dan bertanyakan mengenai rancangan masa depan,
kita menjeling dan merungut, "ibuuu, tooooolonglahhh..."
ketika berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menanggung perbelanjaan majlis perkahwinan kita. ibu menangis dan memberitahu betapa dia sangat sayangkan kita,
tapi kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan berpindah jauh.
pada usia kita 30 tahun, ibu menelefon memberi nasihat dan petua mengenai penjagaan bayi, kita dengan megah berkata,"itu dulu, sekarang zaman moden..."
ketika kita berusia 40 tahun, ibu menelefon mengingatkan mengenai kenduri-kendara di kampung, kita berkata,"kami sibuk, tak ada masa nak datang."
apabila kita berusia 50 tahun, ibu jatuh sakit dan meminta kita menjaganya, kita bercerita mengenai kesibukan dan kisah-kisah ibu bapa yang menjadi beban kepada anak-anak.
dan kemudian suatu hari, kita mendapat berita ibu meninggal! khabar itu bagaikan petir! dalam lelehan air mata, barulah segala perbuatan kita terhadap ibu menerpa satu persatu.
jika ibu masih ada, sayangi dia.
jika telah kembali ke rahmatullah, ingatlah kasih dan sayangnya, doakan ibu
sayangilah ibu kita, kerana kita semua hanya ada seorang ibu kandung.
ketika berusia setahun,ibu suapkan makanan dan mandikan kita.
cara kita ucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dengan menangis sepanjang malam.
apabila berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain,
kita ucapkan terima kasih dengan lari sambil ketawa terkekeh-kekeh apabila dipanggil.
menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan makanan dengan penuh rasa kasih sayang, kita ucapkan terimakasih dengan menumpahkan makanan ke lantai.
ketika berusia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensel warna,
kita ucapkan terima kasih dengan menconteng dinding.
Ketika berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru,
kita ucapkan terima kasih dengan bergolek-golek dalam lopak kotor.
setelah berusia 6 tahun, ibu memimpin tangan kita kesekolah, kita ucapkan terima kasih dengan menjerit :"tak nak! tak nak!".
apabila berusia 7 tahun, ibu belikan sebiji bola,
cara mengucapkan terima kasih ialah kita pecah kaca cermin tingkap jiran.
menjelang usia 8 tahun, ibu belikan aiskrim,
kita ucapkan terima kasih dengan mengotorkan pakaian ibu.
ketika berusia 9 tahun, ibu menghantar ke sekolah,
kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan ponteng kelas.
berusia 10 tahun ibu menghabiskan masa sehari suntuk menemankan kita ke mana saja,
kita ucapkan terimakasih dengan tidak bertegur sapa dengannya.
apabila berusia 12 tahun, ibu menyuruh membuat kerja sekolah,
kita ucapkan terima kasih dengan menonton televisyen & main games.
menjelang usia 13 tahun, ibu suruh pakai pakaian yang menutup aurat,
kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan memberitahu bahawa pakaian itu tidak sesuai zaman sekarang.
ketika berusia 14 tahun, ibu terpaksa mengikat perut untuk membayar wang persekolahan dan asrama, kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan tidak menulis sepucuk surat atau pun pesanan sms pun.
ketika berusia 15 tahun, ibu pulang daripada kerja dan rindukan pelukan dan ciuman, kita ucapkan terima kasih dengan mengunci pintu bilik.
menjelang usia 18 tahun, ibu menangis gembira apabila mendapat tahu kita diterima masuk ke IPT,
kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan bersuka ria bersama kawan-kawan.
ketika berusia 19 tahun, ibu bersusah payah membayar yuran pengajian, menghantar ke kampus dan mengheret beg besar ke asrama, kita hanya ucapkan selamat jalan pada ibu di luar asrama kerana malu dengan kawan-kawan.
ketika berusia 20 tahun, ibu bertanya sama ada kita ada teman istimewa,
kita kata, "itu bukan urusan ibu."
setelah berusia 21 tahun, ibu cuba memberikan pandangan mengenai kerjaya,
kita kata, "saya tak mahu jadi seperti ibu."
apabila berusia 22-23 tahun, ibu membelikan perabot untuk rumah bujang kita.
di belakang ibu kita katakan pada kawan-kawan? . "perabot pilihan ibu aku tak cantik, tak berkenan akuuu!"
ketika menjelang usia 24 tahun, ibu bertemu dengan bakal menantunya dan bertanyakan mengenai rancangan masa depan,
kita menjeling dan merungut, "ibuuu, tooooolonglahhh..."
ketika berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menanggung perbelanjaan majlis perkahwinan kita. ibu menangis dan memberitahu betapa dia sangat sayangkan kita,
tapi kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan berpindah jauh.
pada usia kita 30 tahun, ibu menelefon memberi nasihat dan petua mengenai penjagaan bayi, kita dengan megah berkata,"itu dulu, sekarang zaman moden..."
ketika kita berusia 40 tahun, ibu menelefon mengingatkan mengenai kenduri-kendara di kampung, kita berkata,"kami sibuk, tak ada masa nak datang."
apabila kita berusia 50 tahun, ibu jatuh sakit dan meminta kita menjaganya, kita bercerita mengenai kesibukan dan kisah-kisah ibu bapa yang menjadi beban kepada anak-anak.
dan kemudian suatu hari, kita mendapat berita ibu meninggal! khabar itu bagaikan petir! dalam lelehan air mata, barulah segala perbuatan kita terhadap ibu menerpa satu persatu.
jika ibu masih ada, sayangi dia.
jika telah kembali ke rahmatullah, ingatlah kasih dan sayangnya, doakan ibu
sayangilah ibu kita, kerana kita semua hanya ada seorang ibu kandung.
Wednesday, April 02, 2008
HANYA ITUKAH YANG KAU BAWA?
oleh: I Djatnika (http://idjatnika.multiply.com/)
Warisan Nabi Adam
Yang terbagi rata di antara kita
Adalah:
Kematian
Apalah arti berselimut tebal
Dalam gedung kokoh kuat
Seperti Firoun dalam istananya
Pasti tak terhindarkan juga
Malaikat penjemput nyawa akan datang
Menyambut kita
Dalam kuburan yang pengap dan gelap
Dirimu menuding-nuding bertanya tentang amalan
Tapi, ragamu tak mampu berkilah
Karena hanya selembar kain kafan yang kau bawa.
Subuh, 12 Pebruari 2008
Terima kasih pak ika. Pengap= without oxygen; musty; = yang melemaskan and berkilah= deceitful (argumented).
Warisan Nabi Adam
Yang terbagi rata di antara kita
Adalah:
Kematian
Apalah arti berselimut tebal
Dalam gedung kokoh kuat
Seperti Firoun dalam istananya
Pasti tak terhindarkan juga
Malaikat penjemput nyawa akan datang
Menyambut kita
Dalam kuburan yang pengap dan gelap
Dirimu menuding-nuding bertanya tentang amalan
Tapi, ragamu tak mampu berkilah
Karena hanya selembar kain kafan yang kau bawa.
Subuh, 12 Pebruari 2008
Terima kasih pak ika. Pengap= without oxygen; musty; = yang melemaskan and berkilah= deceitful (argumented).
Wednesday, February 06, 2008
Dakwah Tugas Kita Semua
Dalam apa keadaan, semua kita perlu BERDAKWAH.
Kerana melalui DAKWAH, orang balik semula mengamalkan Islam, samada yang kafir masuk Islam atau yang jauh meninggalkan Islam balik semula amalkan Islam, yang lemah Islamnya menjadi lebih kuat imannya dan sanggup berjuang untuk memenangkan Islam...
Tanpa DAKWAH, dari rumah orang Islam akan ada yang perlahan2 meninggalkan Islam dan ada menjadi murtad kerana perkara yang kecil-kecil, contohnya bercinta dan mahu kahwin. Lantas mengambil jalan mudah dengan murtad...
Kita tiada pilihan lain, melainkan kita semua perlu BERDAKWAH bersama-sama2 kalau kita mahu jadi hebat di dunia dan di akhirat nanti.
Berdakwah adalah tugas kita semua: Untuk selamatkan diri kita dan untuk selamatkan orang lain. Terpulang kepada mereka untuk tunduk kepada agama. Yang pentingnya kita perlu sampaikan kepada mereka berkali-kali. Memberi hidayah bukan kerja kita, memberi hidayah adalah hak Allah. Tugas atau kerja kita ialah berdakwah, menyampaikan kebenaran sebaik cara. Kita buat kerja kita, kemudian kita serahkan kepada Allah.
Sampaikan kebenaran dengan kasih sayang....
Kerana melalui DAKWAH, orang balik semula mengamalkan Islam, samada yang kafir masuk Islam atau yang jauh meninggalkan Islam balik semula amalkan Islam, yang lemah Islamnya menjadi lebih kuat imannya dan sanggup berjuang untuk memenangkan Islam...
Tanpa DAKWAH, dari rumah orang Islam akan ada yang perlahan2 meninggalkan Islam dan ada menjadi murtad kerana perkara yang kecil-kecil, contohnya bercinta dan mahu kahwin. Lantas mengambil jalan mudah dengan murtad...
Kita tiada pilihan lain, melainkan kita semua perlu BERDAKWAH bersama-sama2 kalau kita mahu jadi hebat di dunia dan di akhirat nanti.
Berdakwah adalah tugas kita semua: Untuk selamatkan diri kita dan untuk selamatkan orang lain. Terpulang kepada mereka untuk tunduk kepada agama. Yang pentingnya kita perlu sampaikan kepada mereka berkali-kali. Memberi hidayah bukan kerja kita, memberi hidayah adalah hak Allah. Tugas atau kerja kita ialah berdakwah, menyampaikan kebenaran sebaik cara. Kita buat kerja kita, kemudian kita serahkan kepada Allah.
Sampaikan kebenaran dengan kasih sayang....
Friday, January 11, 2008
Menjaga Diri Dengan Menghindari Zina
Telah berkata Imam Syafi’i:
Jagalah dirimu baik-baik, nescaya isterimu akan menjaga dirinya dengan baik. Hindari perbuatan keji yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. ZINA ITU IBARAT HUTANG, jika kau lakukan, maka ISTERIMU dan ANAK-ANAKMU yang akan membayarnya. Renungkanlah.
Sumber: Abu Qamar Salahuddin. 1996. 10 Wasiat Imam Syafi’i, Darul Nu’man : Kuala Lumpur, muka surat 52.
Jagalah dirimu baik-baik, nescaya isterimu akan menjaga dirinya dengan baik. Hindari perbuatan keji yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. ZINA ITU IBARAT HUTANG, jika kau lakukan, maka ISTERIMU dan ANAK-ANAKMU yang akan membayarnya. Renungkanlah.
Sumber: Abu Qamar Salahuddin. 1996. 10 Wasiat Imam Syafi’i, Darul Nu’man : Kuala Lumpur, muka surat 52.
Wednesday, December 19, 2007
Chastity : Guard Before It Is Gone
Women must be extra careful when accepting good deeds from others. Because it may mean, in the long run, will flourish and bloom into some intimate relations thus getting and enjoying your body with or without payment. Do not be guilty to our future generations due to inability to guard our chastity at any time especially when we are young. We should be smarter to evaluate and act for the our own good to stay chaste.
A woman's body is not a commodity to be bartered or sacrificed even though much kindness is received from others. Anywhere our body is too valuable and should not be. Our duty to look after yourself is a trust. Our body should be specially reserved for our legal husband after marriage. It is too important to understand and appreciate this. Stop fooling around as our chastity is at stake now. This life is real. You are not an actress or artist busying with external outlook only but devoid of faith and values coming from pure heart.
As legal daughter from a legal or a valid marriage of our parents (if doubtful, just ask mum nicely as soon as possible) we should never be responsible for, sorry to say, illegitimate babies. These babies are pure and innocent and have the right to live a life like others. It becomes a living testimony of mother’s failure once (or always) to manage and control the young carnal desires. Actually the carnal desire is forever young, it is ageless. Please do not test our carnal desires for many have failed miserably spoiling ourselves and others.
A woman's chastity is ripped mercilessly in the pseudoname of love, in most cases, by her hero who will usually and slowly disappear like the famous act of once famous illusionist David Copperfield. The eagle will just fly away after it had tasted what it was looking for at last and enjoyed the feast. Who is the next victim?
Majority of us know too well that illicit sex or fornication – making love without valid marriage - is forever forbidden in all known religions around us. Sometimes we can just learn many lessons from others without experimenting them ourselves. This life is too short to be a guinea pig to try everything. Women are not that cheap and flimsy to be just some blow-up doll that a man can use and then deflate and put away until the next time.
Do not blur or spoil the lineage of your family genealogy. Please do not initiate the vicious cycle in this temporary life. Remember: Illicit relation will only damage our chastity and cause illegitimate babies. We think we are all educated but we fail to understand the purpose of our short existence. We may not be highly educated but we do manage to live the life of an educated person.
Be Smart Avoid Illicit Relation
A woman's body is not a commodity to be bartered or sacrificed even though much kindness is received from others. Anywhere our body is too valuable and should not be. Our duty to look after yourself is a trust. Our body should be specially reserved for our legal husband after marriage. It is too important to understand and appreciate this. Stop fooling around as our chastity is at stake now. This life is real. You are not an actress or artist busying with external outlook only but devoid of faith and values coming from pure heart.
As legal daughter from a legal or a valid marriage of our parents (if doubtful, just ask mum nicely as soon as possible) we should never be responsible for, sorry to say, illegitimate babies. These babies are pure and innocent and have the right to live a life like others. It becomes a living testimony of mother’s failure once (or always) to manage and control the young carnal desires. Actually the carnal desire is forever young, it is ageless. Please do not test our carnal desires for many have failed miserably spoiling ourselves and others.
A woman's chastity is ripped mercilessly in the pseudoname of love, in most cases, by her hero who will usually and slowly disappear like the famous act of once famous illusionist David Copperfield. The eagle will just fly away after it had tasted what it was looking for at last and enjoyed the feast. Who is the next victim?
Majority of us know too well that illicit sex or fornication – making love without valid marriage - is forever forbidden in all known religions around us. Sometimes we can just learn many lessons from others without experimenting them ourselves. This life is too short to be a guinea pig to try everything. Women are not that cheap and flimsy to be just some blow-up doll that a man can use and then deflate and put away until the next time.
Do not blur or spoil the lineage of your family genealogy. Please do not initiate the vicious cycle in this temporary life. Remember: Illicit relation will only damage our chastity and cause illegitimate babies. We think we are all educated but we fail to understand the purpose of our short existence. We may not be highly educated but we do manage to live the life of an educated person.
Be Smart Avoid Illicit Relation
Tuesday, October 23, 2007
Semua Kita Akan Mati, Dosa Kita Bagaimana?
Petikan dari Khutbah 2: Rukun dan Syarat Taubat Nasuha, dari buku Khutbah Prof Dr Yusuf Al-Qardhawi, terbitan tahun 2002 oleh As-Syabab Media, Bangi, muka surat 65:
Ada di kalangan manusia yang mati sedangkan dosa mereka tidak mati bersama. Alangkah ruginya mereka yang mempunyai dosa seperti itu. Beruntunglah bagi orang yang mati dan dosanya juga turut mati. Celakalah bagi mereka yang mati sedangkan dosa-dosanya terus berlaku.
Lihatlah kepada pelakon dan penerbit filem, drama-drama, nyanyian-nyanyian dan buku-buku yang penuh dengan kekufuran dan kesesatan. Tuan punya filem, drama dan buku seperti ini telah mati tetapi benda-benda tersebut terus memainkan peranannya menyesatkan manusia samada individu atau masyarakat. Ini adalah satu yang bahaya. Oleh itu orang yang melakukan kerja-kerja seperti itu perlulah cepat dan segera bertaubat sebelum perkara menjadi bahaya.
Komen : Sudah tentu termasuk juga pengarahnya serta seluruh warga kerjanya yang memungkinkan menghasilkan filem, foto atau video yang merosakkan pemikiran dan budaya masyarakat berakhlak. Begitu juga artikel, cerpen, majalah yang lucah dan cabul. Kita bersusah-payah menghabiskan masa, tenaga, pemikiran dan kerana mungkin untuk mendapatkan nama atau ganjaran berkilo wang tetapi menghasilkan dosa yang berterusan walaupun kita telah sudah mati.
Tentu lebih baik kita berlumba-lumba untuk menghasilkan pahala yang berterusan. Untuk mengetahui, sila bertanya kepada experts (ulama). Asasnya telah di berikan oleh hadith Rasulullah s.a.w. iaitu Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Apabila seorang anak Adam mati putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya."
(Hadith Sahih - Riwayat Muslim dan lain-lainnya).
Ada di kalangan manusia yang mati sedangkan dosa mereka tidak mati bersama. Alangkah ruginya mereka yang mempunyai dosa seperti itu. Beruntunglah bagi orang yang mati dan dosanya juga turut mati. Celakalah bagi mereka yang mati sedangkan dosa-dosanya terus berlaku.
Lihatlah kepada pelakon dan penerbit filem, drama-drama, nyanyian-nyanyian dan buku-buku yang penuh dengan kekufuran dan kesesatan. Tuan punya filem, drama dan buku seperti ini telah mati tetapi benda-benda tersebut terus memainkan peranannya menyesatkan manusia samada individu atau masyarakat. Ini adalah satu yang bahaya. Oleh itu orang yang melakukan kerja-kerja seperti itu perlulah cepat dan segera bertaubat sebelum perkara menjadi bahaya.
Komen : Sudah tentu termasuk juga pengarahnya serta seluruh warga kerjanya yang memungkinkan menghasilkan filem, foto atau video yang merosakkan pemikiran dan budaya masyarakat berakhlak. Begitu juga artikel, cerpen, majalah yang lucah dan cabul. Kita bersusah-payah menghabiskan masa, tenaga, pemikiran dan kerana mungkin untuk mendapatkan nama atau ganjaran berkilo wang tetapi menghasilkan dosa yang berterusan walaupun kita telah sudah mati.
Tentu lebih baik kita berlumba-lumba untuk menghasilkan pahala yang berterusan. Untuk mengetahui, sila bertanya kepada experts (ulama). Asasnya telah di berikan oleh hadith Rasulullah s.a.w. iaitu Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Apabila seorang anak Adam mati putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya."
(Hadith Sahih - Riwayat Muslim dan lain-lainnya).
Subscribe to:
Posts (Atom)