Monday, March 01, 2010

Sedekah Menyembuhkan Penyakit

Shadaqah Menyembuhkan Penyakit 

Di antara problematika kehidupan yang banyak dihadapi manusia adalah ditimpa berbagai macam penyakit, baik jasmani maupun rohani. Dan untuk mengobati penyakit, beragam ikhtiar dan usaha dilakukan oleh manusia. Ada di antara manusia yang menyalahi syari'at Islam dalam melakukan ikhtiar, seperti mendatangi dukun, orang pintar dan paranormal. Namun banyak juga yang sadar tentang bahaya perdukunan, sehingga mereka pun berusaha mencari pengobatan dengan cara yang sesuai dengan syari'at Islam, seperti mendatangi dokter, berbekam, mengonsumsi habbatus sauda' (jintan hitam) dan madu, atau dengan cara ruqyah syar'iyyah. 

Dalam tulisan kali ini akan dibahas tentang salah satu sebab syar'i untuk memperoleh kesembuhan, simak dan resapilah nasehat Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau telah bersabda, “Ubatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan ber-shadaqah.” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih al-Jami') 

Cobalah iringi ikhtiar dan usaha yang kita lakukan secara syar'i dalam mencari kesembuhan dengan bershadaqah dan tanamkanlah niat shadaqah tersebut di dalam hati kita agar Allah subhanahu wata’ala menyembuhkan penyakit yang sedang menimpa kita. 

Sebab-Sebab Syar'i untuk Memperoleh Kesembuhan 

Pertama: Melakukan ikhtiar secara Islami dan jangan melakukan ikhtiar yang terlarang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah yang menciptakan penyakit dan obatnya, maka berubatlah kalian tapi jangan berubat dengan cara yang diharamkan” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah) 

Kedua: Meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah subhanahu wata’ala adalah satu-satunya Dzat Yang Maha Menyembuhkan, sedangkan makhluk yang terlibat proses pengobatan seperti dokter, tabib, obat-obatan dan hal-hal yang terkait lainnya, itu semua hanyalah sarana menuju kesembuhan, dan buanglah sejauh mungkin keyakinan-keyakinan dan ungkapan-ungkapan yang menyimpang dari aqidah tauhid, seperti seseorang mengungkapkan perkataan setelah memperoleh kesembuhan, “Dokter Fulan memang hebat, obat itu memang manjur,” dan ungkapan-ungkapan keliru lainnya. 

Ke tiga: Dekatkan diri dan tingkatkan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, serta mohonlah kepada-Nya ampunan atas dosa-dosa yang kita perbuat, karena salah satu hikmah Allah subhanahu wata’ala menurunkan penyakit pada diri kita adalah agar kita kembali ke jalan-Nya. 

Ke empat: Bertawakkallah kepada-Nya dan berdo'alah selalu kepada Allah subhanahu wata’ala Dzat Yang Maha Menyembuhkan segala penyakit, agar penyakit segera diangkat dari diri kita dan janganah bosan untuk berdo'a, sebab kita tidak tahu kapan Dia menjawab do'a kita. Perhatikan sebab-sebab terkabulnya do'a serta penuhi syarat-syaratnya. 

Ke lima: Bershadaqahlah semampu kita karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan kesembuhan melalui shadaqah, dan tepislah jauh-jauh anggapan bahwa bershadaqah itu mengurangi harta kita, justru Allah subhanahu wata’ala akan melipatgandakan harta kita. Dan niatkanlah shadaqah untuk memperoleh kesembuhan dari Allah subhanahu wata’ala. 

Ke enam: Yakini dan tanamkan keyakin-an sedalam-dalamnya bahwa Allah subhanahu wata’ala akan menyembuhkan penyakit kita. 

Kisah-Kisah Nyata Orang Sembuh Setelah Bershadaqah 

Syaikh Sulaiman Bin Abdul Karim Al-Mufarrij berkata, “Wahai saudaraku yang sedang sakit, shadaqah yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah shadaqah yang diniatkan untuk memperoleh kesembuhan, boleh jadi anda telah banyak melakukan shadaqah, tetapi hal itu tidak anda lakukan dengan niat untuk mendapatkan kesembuhan dari Allah subhanahu wata’ala, oleh karena itu coba anda lakukan sekarang dan tumbuhkanlah kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah subhanahu wata’ala akan menyembuhkan diri anda. Isilah perut para fakir miskin hingga kenyang, atau santunilah anak yatim, atau wakafkanlah harta anda, atau melakukan shadaqah jariah, karena sesungguhnya shadaqah tersebut dapat mengangkat dan menghilangkan berbagai macam penyakit dan berbagai macam musibah dan cobaan, dan hal seperti itu sudah banyak dialami oleh orang-orang yang diberi taufiq dan hidayah oleh Allah subhanahu wata’ala, sehingga mereka memperoleh obat penawar yang bersifat rohani (termotivasi oleh keimanan, ketaatan dan keyakinan pada Allah subhanahu wata’ala) dan itu lebih bermanfaat daripada sekedar obat-obat biasa. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, juga telah melakukan pengobatan dengan metode pengobatan ruhaniyah ilahiyyah (yaitu pengobatan yang menitikberatkan pada aspek keimanan, ketaatan dan keyakinan pada Allah subhanahu wata’ala). Demikian juga dengan para generasi salafus shaleh, mereka juga selalu bershadaqah sesuai kadar sakit dan derita yang menimpa mereka, dan shadaqah yang mereka keluarkan adalah harta mereka yang sangat berkualitas. Wahai saudaraku yang sedang sakit janganlah anda bakhil terhadap diri anda sendiri, sekaranglah waktunya untuk shadaqah.” (Shifatun 'Ilaajiyyah Tuzilu Al-Amraadh bi Al-Kulliyyah) 

Kisah Pertama: Ada seseorang bertanya kepada Abdullah Bin Mubarak rahimahullah, tentang penyakit di lututnya yang telah diderita semenjak tujuh tahun. Dia telah melakukan bermacam usaha untuk mengobatinya dan telah bertanya kepada para dokter, tetapi belum merasakan hasil manfaatnya. Maka Abdullah Bin Mubarak rahimahullah, berkata kepadanya, “Pergilah anda mencari sumber air dan galilah sumur di situ karena orang-orang membutuh-kan air! Aku berharap ada air yang memancar di situ, maka orang itu pun melakukan apa yang disarankan oleh beliau, lalu dia pun sembuh.” (Kisah ini dikutip dari Shahih At-Targhib) 

Kisah Ke dua: Ada seseorang yang diserang penyakit kanser. Dia sudah keliling dunia untuk mengobati penyakitnya, tetapi belum memperoleh kesembuhan. Akhirnya dia pun bershadaqah kepada seorang ibu yang memelihara anak yatim, maka melalui hal itu Allah subhanahu wata’ala menyembuhkan dia. 

Kisah Ke tiga: Kisah ini langsung diceritakan oleh orang yang menga-laminya kepada Syaikh Sulaiman Bin Abdul Karim Al-Mufarrij, Dia berkata kepada beliau, “Saya mempunyai seorang putri balita yang menderita suatu penyakit di sekitar tenggorokannya. Saya telah keluar masuk ke beberapa rumah sakit dan sudah konsultasi dengan banyak dokter, namun tidak ada hasil apa pun yang dirasakan. Sedangkan penyakit putriku tersebut semakin memburuk, bahkan untuk menghadapi penyakitnya tersebut, hampir-hampir saya ini yang jatuh sakit dan perhatian seluruh anggota keluarga tersita untuk mengurusinya. Dan yang bisa kami lakukan hanya memberikan obat untuk mengurangi rasa sakitnya saja. Kalaulah bukan karena rahmat Allah subhanahu wata’ala rasa-rasanya kami sudah putus asa olehnya. Namun apa yang di angan-angankan itu pun datang dan terkuaklah pintu kesulitan yang kami alami selama ini. Suatu hari ada seorang yang shalih menghubungiku lewat telephon lalu menyampaikan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bershadaqah.” Saya katakan kepada orang shalih tersebut, sungguh saya sudah banyak bershodaqoh! Lalu kata beliau kepadaku, “Bershadaqahlah kali ini dengan niat agar Allah subhanahu wata’ala menyembuhkan putrimu. Mendengar hal itu saya langsung mengeluarkan shadaqah yang sangat sederhana kepada seseorang yang fakir, namun belum ada perobahan pada putriku. Lalu hal itu saya sampaikan kepada orang shalih tersebut. Dia pun mengatakan kepada saya, “Anda adalah orang yang banyak dapat nikmat dan punya banyak harta. Cobalah engkau bershadaqah dalam jumlah yang lebih banyak.” Setelah mendengar itu, maka saya pun mengisi mobil saya sepenuh-penuhnya dengan beras, lauk pauk, dan bahan makanan lainnya, lalu saya bagi-bagikan langsung kepada orang-orang yang membutuh-kannya, sehingga mereka sangat senang menerimanya. Dan demi Allah (saya bersumpah) saya tidak akan lupa selama-lamanya, ketika shadaqah tersebut selesai saya bagi-bagikan, Alhamdulillah putriku yang sedang sakit tersebut sembuh dengan sempurna. Maka saat itu saya pun menyakini bahwa di antara sebab-sebab syar'i yang paling utama untuk meraih kesembuhan adalah shadaqah. Dan sekarang atas berkat karunia dari Allah subhanahu wata’ala putriku tersebut telah tiga tahun tidak mengalami sakit apa pun, Dan mulai saat itulah saya banyak-banyak mengeluarkan shodaqoh terutama mewakafkan harta saya pada hal-hal yang baik, dan (Alhamdulillah) setiap hari saya merasakan nikmat dan kesehatan pada diri saya sendiri maupun pada keluarga saya serta saya juga merasakan keberkahan pada harta saya. (Isnen Azhar) 
 
Sumber : situs dakwah dan informasi Islam : alsofwah.or.id
http://blog-eblog.blogspot.com/2010/02/shadaqah-menyembuhkan-penyakit.html

http://news.brunei.fm/2010/02/27/oic-urges-action-on-israels-mosques-plan/ 

Renungan Untuk Sesiapa Yang Sedang Sakit

Renungan Untuk Saudaraku Yang Sedang Sakit 

Wahai saudaraku, andaikan anda tahu bahwa apa yang sedang menimpa diri anda sekarang adalah bagian dari suratan taqdir yang tidak bisa dielakkan, maka raihlah ribuan pahala yang telah Allah sediakan bagi anda jika anda menerima suratan taqdir ini dengan ridha dan kesabaran, sungguh luar biasa keberuntungan orang-orang yang sabar menerima taqdir-Nya tatkala ditimpa musibah. 

Wahai saudaraku, semak dan renungkan untaian-untaian nasehat dan mutiara hikmah di balik penyakit, derita, nestapa dan musibah yang sedang menerpa anda saat ini. 

Penyakit Adalah Ujian Iman 

Ingatlah wahai saudaraku yang sedang terbaring sakit bahwa apa yang anda alami sekarang ini adalah ujian dan cobaan dari Allah subhanahu wata’ala. Dan sadarilah bahwa kehidupan manusia di dunia ini tidak akan pernah lepas dari ujian dan cobaan, oleh karena itu renungkanlah firman Allah Allah subhanahu wata’ala berikut, artinya, 
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan;"Kami telah beriman", sedang mereka belum diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguh Allah mengetahui orang-orang yang jujur (dalam keimanannya) dan sesungguhnya Diapun mengetahui orang-orang yang berdusta.” (QS. Al-Ankabut: 2-3) 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin, sungguh seluruh urusannya adalah bernilai kebaikan, dan tiada seorangpun yang mendapatkan hal itu kecuali hanya seorang mukmin, jika mendapat nikmat dia bersyukur dan itu adalah baik baginya, dan jika tertimpa musibah dia bersabar dan itu adalah baik baginya.” (HR. Muslim) 

Allah Allah subhanahu wata’ala Menguji Hamba-Nya Karena Cinta Kepada Hamba Tersebut. 

Renunganlah wahai saudaraku, tatkala anda sedang terbaring sakit, maka ingatlah bahwa Allah Allah subhanahu wata’ala sedang menganugerahkan bentuk cinta-Nya kepada anda. Renungkan-lah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini, 
“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung seberapa beratnya ujian, Dan sesungguhnya Allah l apabila mencintai suatu kaum, maka Dia menguji mereka, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan dan ujian itu), maka dia mendapatkan keridhaan, dan barangsiapa yang murka (tidak ridha menerima cobaan dan ujian itu), maka dia mendapat kemurkaan.” (HR. At-Tirmizi) 

Juga Renungkanlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini:  
”Barangsiapa yang dikehendaki Allah lkebaikan pada dirinya maka Dia menimpakan cobaan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari) 

Sakit Merupakan Suratan Taqdir Yang Harus Diterima Dengan Kesabaran 

Warna-warni kehidupan manusia tiada terpisah sedikitpun dari menjalani taqdir Ilahi, andaipun anda seorang dokter yang senantiasa melakukan tindakan preventif agar tetap sehat dan terjaga dari berbagai macam penyakit, tetap tidak mampu menolak ketetapan taqdir Allah Allah subhanahu wata’ala. Ingatlah wahai saudaraku! Semua musibah, penyakit dan apapun yang terjadi pada diri anda dan pada orang lain, itu semua merupakan takdir dari Allah, karena itu resapilah dalam-dalam firman Allah Allah subhanahu wata’ala berikut ini, 
“Katakanlah, "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah lbagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal". (QS. At-Taubah: 51) 

Dan juga firman Allah Allah subhanahu wata’ala, artinya, 
“Tiada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan petunjuk kedalam hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS. At-Taghaabun: 11) 

Bersifat ariflah anda dalam menyikapi penyakit ataupun musibah yang sedang anda alami, sebab semakin arif anda menyikapi musibah yang sedang menimpa anda, maka semakin banyak anda meraup nilai pahala yang sangat luar biasa, bersikaplah anda sebagaimana sikap seorang mukmin yang beriman kepada Takdir Allah Allah subhanahu wata’ala baik dan buruknya, niscaya musibah yang menimpa anda ini akan terasa lebih ringan. 

Sakit Dan Musibah Adalah Sarana Untuk Meleburkan Dosa Dan Kesalahan 

Dari Abu Hurairah a, dia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
“Sesunguhnya Allah benar-benar menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga Dia menghapuskan darinya setiap dosanya." (HR. Al-Hakim: 1/348) 

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ber-sabda, 
“Bencana senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga dia bertemu dengan Allah l dalam keadaan tidak memiliki kesalahan." (HR. At-Tirmizi 2399, Ahmad 2/450, Al-Hakim 1/346) 

Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
"Tiada seorang mukmin yang mengalami kesusahan terus-menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kepada kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan hal itu dosa-dosanya." (HR. Muslim 4/1993) 

Mendapatkan Derajat Yang Tinggi Di Sisi Allah Allah subhanahu wata’ala 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, 
"Tiadalah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari sekedar itu, melainkan ditetapkan baginya karena hal itu satu derajat dan menghapus pula satu kesalahan karena hal itu." (HR. Muslim 4/1991) 

Bahkan boleh jadi anda dalam catatan Taqdir termasuk seseorang yang mempunyai kedudukkan yang tinggi dan mulia di sisi Allah Allah subhanahu wata’ala, tetapi anda tidak mungkin bisa mencapai derajat yang mulia dan tinggi tersebut dengan hanya mengandalkan amal ibadah yang anda lakukan, atau anda tidak memiliki amal ibadah khusus yang bisa mengantarkan kepada kedudukan tersebut. Maka Allah Allah subhanahu wata’ala mendatangkan kepada anda secara terus menerus berbagai macam ujian, jika anda hadapi musibah-musibah itu dengan sabar dan tanpa ber-su'uzzhon terhadap-Nya, maka Allah Allah subhanahu wata’ala balas kesabaran anda itu dengan memberi kedudukan yang tinggi dan mulia, yang belum tentu bisa anda capai dengan amal ibadah. 

Tentang hal ini Abu Hurairah a mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
"Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tiada suatu amal apapun yang bisa meng-hantarkannya ke kedudukan tersebut, maka Allah lmemberikan cobaan kepadanya secara silih berganti dengan sesuatu yang tidak dia sukai, sehingga Allah mengantarkannya untuk sampai kepada kedudukan tersebut." (HR. Abu Ya'la, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan dia berkata: shahih sanadnya.) 

Jalan Menuju Surga Terbentang Luas 

Surga Allah subhanahu wata’ala hanya bisa diraih dengansesuatu yang tidak disukai oleh hawa nafsu manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
"Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai (oleh hawa nafsu) dan sedangkan neraka itu dikelilingi dengan hal-hal yang disukai hawa nafsu." (HR. Al-Bukhari & Muslim) 

Kesabaran dan keridhaan anda menerima musibah adalah kunci untuk membuka pintu surga, tiada balasan bagi mereka yang bersabar dan ridha menerima taqdir Allah melainkan surga. 

Simaklah firman Allah Allah subhanahu wata’ala berikut, artinya, 
"Tiada suatu balasan yang lebih pantas di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa seseorang yang disayangi-nya dari penghuni dunia ini kemudian dia bersabar atas hal itu melainkan surga." (HR. Al-Bukhari) 

Menyucikan Jiwa dan Membersihkan Hati 

Dalam keadaan sehat manusia itu sering melupakan Dzat yang memberinya nikmat kesehatan tersebut, sehingga kesehatannya itu terkadang mengundang dirinya untuk bersikap sombong, angkuh, bangga dan ujub, sebab dia merasa bisa melakukan apa saja yang dia inginkan tanpa ada yang menghalangi. Namun dengan adanya penyakit atau musibah yang Allah Allah subhanahu wata’ala timpakan kepada seseorang maka penyakit-penyakit hati seperti di atas bisa hilang dan bersih dari jiwa atas berkat rahmat dan karunia Allah. 

Imam Ibnul Qayyim v berkata, "Hati dan ruh bisa mengambil pelajaran yang ber-manfaat dari penderitaan dan penyakit, kebersihan hati dan ruh itu tergantung sejauh mana penderitaan jasmani dan kesulitannya." 

Lebih lanjut beliau v mengungkapkan, "Kalau bukan karena cobaan dan musibah di dunia ini, niscaya manusia terkena panyakit hati seperti: Al-Kibr (kesombongan), Al-Ujub (bangga diri) dan Al-Qoswah (keras hati). Padahal sifat-sifat itulah yang menyebabkan kehancuran bagi seseorang di dunia dan di akhirat. Di antara rahmat Allah, kadang-kadang manusia tertimpa musibah, sehingga dirinya terlindungi dari berbagai penyakit hati dan terjaga kemurnian ubudiyyahnya (kepada Allah l). Mahasuci Allah yang merahmati manusia dengan musibah dan ujian.” (Syifaa-ul 'Alil) 

Musibah Sebagai Teguran Atas Kesalahan dan Dosa-Dosa Manusia 

Dekatkanlah diri dan tingkatkanlah ketaqwaan kepada Allah Allah subhanahu wata’ala, serta memohon-lah kepada-Nya ampunan atas dosa-dosa dan segala kekhilafan, sebab manusia tiada yang luput dari dosa dan kesalahan, dan ingatlah bahwa salah satu hikmah Allah l menurun-kan penyakit pada diri kita adalah agar kita kembali ke jalan-Nya, firman Allah Allah subhanahu wata’ala, artinya, 
"Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian adzab yang dekat (musibah dan penderitaan di dunia) sebelum datang adzab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajadah: 21) 

Berikhtiarlah dan jangan putus asa dari rahmat Allah Allah subhanahu wata’ala 

Tatkala anda tertimpa musibah atau menderita suatu penyakit, maka berusahalah mencari solusinya agar bisa keluar dari kesulitan tersebut, dan yakinilah bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan di balik setiap penyakit ada obatnya, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: 

Pertama: Berikhtiyarlah dengan tanpa melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, 
“Sesungguhnya Allah yang menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah kalian tapi jangan berobat dengan cara yang diharamkan." (Hadits ini dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Ash-Shohihah) 

Ke dua: Berdo'alah dengan penuh keyakinan bahwa Allah l mendengarkan pengaduan dan rintihan kepasrahanmu kepada-Nya. Dan tanamkanlah ke dalam keyakinan anda bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan. 

Ke tiga: Dekatkan diri, tingkatkan ketaqwaan serta bertawakkallah kepada-Nya

Ke empat: Perbanyaklah infaq dan shadaqah sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan kesembuhan melalui bershadaqah, sebagai-mana sabdanya,  
"Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bershadaqah." (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Bani dalam Shahih Al-Jami') (Isnain Azhar) 

Sumber: buletin An-nur (www.alsofwah.or.id)
http://blog-eblog.blogspot.com/2010/02/renunganuntuk-saudaraku-yang-sedang.html

Friday, January 15, 2010

Berimanlah dengan Kerasulan Nabi Terakhir

Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi s.a.w., ia bersabda: Demi Zat yang jiwa Muhammad ada pada kekuasaanNya, tidak pernah seorang pun dari umat Yahudi dan Nasrani/Kristian yang mati dan tidak beriman dengan Kerasulanku kecuali menjadi ahli neraka. (Hadith Riwayat Muslim).

Rujuk: Maulana Yusuf Kandahlawi (2003). Muntakhab Ahadith. Terjemahan oleh Muhammad Qosim At-timori. Sekupang, Batam : Team Jami’atul Ulum Ar-Rahman.

Ulasan: Kalau masih was-was mengenai apa saja mengenai Islam, jangan sit down and relax. Eloklah benar-benar lakukan penyelidikan untuk lebih mengenali Islam yang telah diutuskan kepada Rasul terakhir kepada semua manusia hingga hari Kiamat nanti. Kajilah, selidilah kerana Islam berdiri diatas hujjah yang kukuh. Bacalah dan bertanyalah pakar-pakar yang ada.

Thursday, January 14, 2010

Kalau benar-benar sayangkan SUAMIMU....

BILA LELAKI MENJADI DAYUS? 

Secara mudahnya cuba kita lihat betapa ramainya lelaki akan menjadi DAYUS apabila :- 

1) Membiarkan kecantikan aurat, bentuk tubuh isterinya dinikmati oleh lelaki lain sepanjang waktu pejabat (jika bekerja) atau di luar rumah. 

2) Membiarkan isterinya balik lewat dari kerja yang tidak diketahui bersama dengan lelaki apa dan siapa, serta apa yang dibuatnya di pejabat dan siapa yang menghantar. 

3) Membiarkan aurat isterinya dan anak perempuannya dewasanya terlihat (terselak kain) semasa menaiki motor atau apa jua kenderaan sepanjang yang menyebabkan aurat terlihat. 

4) Membiarkan anak perempuannya ber'dating' dengan tunangnya atau teman lelaki bukan mahramnya. 

5) Membiarkan anak perempuan berdua-duaan dengan pasangannya di rumah kononnya ibu bapa 'sporting' yang memahami. 

6) Menyuruh, mengarahkan dan berbangga dengan anak perempuan dan isteri memakai pakaian yang seksi di luar rumah. 

7) Membiarkan anak perempuannya memasuki akademi fantasia, mentor, gang starz dan lain-lain yang sepertinya sehingga mempamerkan kecantikan kepada jutaan manusia bukan mahram.

8) Membiarkan isterinya atau anaknya menjadi pelakon dan berpelukan dengan lelaki lain, kononnya atas dasar seni dan lakonan semata-mata. Adakah semasa berlakon nafsu seorang lelaki di hilangkan? Tidak sekali-sekali. 

9) Membiarkan isteri kerja dan keluar rumah tanpa menutup aurat dengan sempurna. 

10) Membiarkan isteri disentuh anggota tubuhnya oleh lelaki lain tanpa sebab yang diiktiraf oleh Islam seperti menyelamatkannya dari lemas dan yang sepertinya. 

11) Membiarkan isterinya bersalin dengan dibidani oleh doktor lelaki tanpa terdesak dan keperluan yang tiada pilihan.

12) Membawa isteri dan anak perempuan untuk dirawati oleh doktor lelaki sedangkan wujudnya klinik dan hospital yang mempunyai doktor wanita. 

13) Membiarkan isteri pergi kerja menumpang dengan teman lelaki sepejabat tanpa sebarang cemburu. 

14) Membiarkan isteri kerap berdua-duan dengan pemandu kereta lelaki tanpa sebarang pemerhatian. 

Terlalu banyak lagi jika ingin saya coretkan di sini. Kedayusan ini hanya akan sabit kepada lelaki jika semua maksiat yang dilakukan oleh isteri atau anaknya secara terbuka dan diketahui olehnya, adapun jika berlaku secara sulit, suami tidaklah bertanggungjawab dan tidak sabit 'dayus' kepad dirinya. 

Mungkin kita akan berkata dalam hati :- 
"Jika demikian, ramainya lelaki dayus di kelilingku" 
Lebih penting adalah kita melihat adakah kita sendiri tergolong dalam salah satu yang disebut tadi. 

Awas wahai lelaki beriman...jangan kita termasuk dalam golongan yang berdosa besar ini. 
Wahai para isteri dan anak-anak perempuan, jika anda sayangkan suami dan bapa anda, janganlah anda memasukkan mereka dalam kategori DAYUS yang tiada ruang untuk ke syurga Allah SWT. 

Sayangilah dirimu dan keluargamu. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. 
Akhirnya, wahai para suami dan ayah, pertahankan agama isteri dan keluargamu walau terpaksa bermatian kerananya. Nabi SAW bersabda : yg bermaksud:
Ertinya : "Barangsiapa yang mati dibunuh kerana mempertahankan ahli keluarganya, maka ia adalah mati syahid" (Riwayat Ahmad , Sohih menurut Syeikh Syuaib Arnout)

Dari http://halaqah.net/v10/index.php?topic=1641.0

Ulasan: Ini adalah peringatan untuk makluman diri sendiri dan untuk menyemak amalan diri sendiri BUKAN untuk menilai dan melabelkan orang lain. Eloklah bersama-sama memberikan peringatan yang SERIUS ini sesama kawan-kawan untuk mengelakkan Allah mengurniakan gelaran LELAKI DAYUS itu kepada kita di akhirat nanti. Semoga dijauhkan Allah.

Tuesday, December 15, 2009

Doa Perlindungan dari 5 Bencana

Doa Perlindungan dari Bencana

Bacalah 3 kali pagi dan petang:

Bismillaahi ‘alaa diinii wanafsii wawaladii wa-ahlii wamaalii 

Terjemahan: Dengan nama Allah, (aku memohon perlindungan) mengenai agamaku, hidupku, anak-anakku, keluargaku dan kekayaanku.

Fadhilat

Hadhrat Ma'qal bin Yasaar r.anhu meriwayatkan: Sekali saya mengungkapkan kebimbangan saya kepada Rasulullah s.a.w. terhadap LIMA perkara dalam hidup saya. 
Saya takut bahawa saya akan menyeleweng daripada Siraatul-Mustaqiem (jalan yang lurus). 
Yang kedua adalah mengenai HIDUP saya. Saya takut bahaya atau penyakit akan menimpa saya. 
Yang ketiga adalah tentang ANAK-ANAK saya bahawa mereka akan menderita kerugian ke atas Agama atau duniawi. 
Kebimbangan keempat adalah mengenai ISTERI saya, bahawa dia juga mungkin menderita kerugian fizikal ataupun kerohanian/spiritual. 
Kebimbangan kelima saya adalah mengenai KEKAYAAN saya, takut berlaku berlaku kehilangan pendapatan atau harta benda.
Selepas mendengar kebimbangan saya, Rasulullah s.a.w. mengajarkan doa di atas (Kanzul Ummal, Volume 2. Page 636).

Punca: E-buku ‘Essential Duas in the life of a Muslim’, Edisi Keempat, May 2007, susunan Jamiatul Ulama (KZN), Taklimi Board, 4 Third Avenue, P.O. Box 26024, Isipingo Beach, 4115 South Africa. Doa No. 105, ms 69-70. http://www.enjoyislam.com/duas/Essential_Duas.pdf

Monday, December 14, 2009

Tanggungjawab Kita Adalah Mencetak Generasi Muda

Tanggungjawab Kita Adalah Mencetak Generasi by mhafezsabri 

Saya berpandangan, kualiti generasi muda kita merupakan cerminan masa depan Islam. Generasi pemuda kini yang gagal membina generasi pemuda akan datang dengan ruh Islam adalah generasi yang akan digantikan degan generasi murabbi yang lebih baik.

Pandangan saya apalah ertinya kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi dan kekuatan tentera, sementara generasi mudanya semakin rosak moralnya, lemah dan tidak dapat diharapkan untuk membina masa depan Islam yang terbaik. Kini kita melihat bayang-bayang kemunduran atau kepunahan generasi muda akan datang kelihatan begitu mengecewakan.

Saya teringat kata-kata John Kennedy, seorang negarawan Amerika, beliau pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kerusakan moral generasi muda Amerika, "Andai mereka disuruh berperang, hanya ada 1 dari 7 pemuda yang berani menghadapi musuh.”

Jika seorang yang bukan beraqidah Islam pun berfikir begitu, maka kita selaku generasi muda Islam wajib mempersiapkan diri agar mampu terus bergerak maju terus bangun dari tidur yang panjang sekaligus mengambil peranan yang lebih besar dalam membina generasi kita.

Bagi saya kita sewajibnya saling bahu-membahu untuk mengembangkan berbagai program pembinaan generasi muda untuk mencapai kualiti iman dan takwa serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang baik.
Pembinaan akhlak islamiyah generasi muda Islam amat penting buat masa ini, kerana anak muda Islam di Malaysia kini semakin hilang identiti keislaman hakiki mereka.

Kita semua sedia maklum, sesungguhnya kita memiliki banyak sekali orang bijak pandai dalam pelbagai bidang. Malaysia juga memiliki kekayaan alam dan sumber manusia yang banyak. Namun, semuanya masih tidak mampu mengangkat darjat Islam dek kerana rosaknya moral dan akhlak generasi kita.

Oleh kerana itu, kita ada kerja besar yang wajib dilakukan untuk sebuah perubahan besar di masa depan. Lahirkan generasi baru yang terbaik yang mana mereka meletakkan ALLAH SWT dan Rasul cinta tertinggi mereka. Tanamkan keimanan dalam lubuk hati mereka yang paling dalam, curahkan ilmu pengetahuan di sel-sel otak mereka yang cerdas dan gemilang. Arahkan potensi mereka agar terarah dan berkembang. Kerja besar membangun peradaban, agar kita dapat meraih kemenanngan hasil kerja keras kita, usah ditunggu temanku segerakan langkahmu terus mencetak generasi kita…
http://mhafezsabri.wordpress.com/2009/12/08/tanggungjawab-kita-adalah-mencetak-generasi/

Komen: Ya Allah..lahirkan generasi muda yang sayangkan Islam dan sentiasa berusaha memenangkan Islam melalui dakwah.

Friday, December 11, 2009

Dua For Protection From 5 Calamities

Dua For Protection From Calamities

Recite 3 times morning and evening:

Bismillahi  'alaa diinii  wanafsii  wawaladii  wa-ahlii  wamaalii

Translation: In the name of Allah, (I seek refuge) upon my religion, life, children, family and wealth.

Virtue

Hadhrat Ma’qal bin Yasaar r.anhu narrates: Once I expressed my fears to Rasulullah s.a.w. over FIVE things in my life. 
I feared that I would be deviated from the Siraatul-Mustaqeem (straight path). 
The second was regarding my LIFE. I feared harm or illness would befall me. 
The third was about my CHILDREN that they would suffer Deeni or worldly harm. 
The fourth concern was my WIFE, that she too may suffer physical or spiritual harm.
The fifth fear I had was over my WEALTH, should there occur a loss of income or property.
After listening to my fears, Rasulullah s.a.w. taught me the above doa  (Kanzul Ummal, Volume 2, Page 636).

Taken from E-book “Essential Duas in the life of a Muslim”. Author: Jamiatul Ulama (KZN), Ta’limi Board (May 2007). Fourth Edition. Published by: Jamiatul Ulama (KZN), Ta’limi Board, 4 Third Avenue, P.O. Box 26024, Isipingo Beach, 4115 South Africa. Dua No. 105, pg 69-70. http://www.enjoyislam.com/duas/Essential_Duas.pdf



Friday, December 04, 2009

Dunia hanya sementara dan akan pergi dari kita

Kehidupan di dunia hanya sementara
Asalnya tiada 
Kemudian ada 
Kadang-kadang hilang adalah perkara biasa 
Biasanya 100 tahun dulu kita belum ada
100 tahun lagi kita sudah tiada
Apa yang di sombongkan sangat kewujudan kita yang fana
Manusia sebelum kita telah lama kembali ke asal
Oleh itu persiapkan hujung kita di akhirat kelak
Jalan terbaik ialah dengan mengikut cara Rasulullah s.a.w. iaitu BERDAKWAH.

Jom, bersama2 berdakwah sampai hujung umur kita. Bi-iznillah.

Belajarlah kerana Allah dan membantu kemajuan Islam

Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Sesiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka dia dalam keadaan berjuang (berjihad) ke jalan Allah sehingga dia pulang (HR Tarmizi).

Ertinya kalau dia meninggal dunia ketika dia masih berusaha untuk menambahkan ilmu pengetahuannya, maka dia dikira sebagai mati di jalan Allah, iaitu mati SYAHID. Cuma bezanya ialah dia perlu dimandikan, dikafankan dan disolatkan.

Sesiapa pun yang terpilih untuk mati SYAHID akan mendapat kemuliaan di sisi Allah. Ini satu keuntungan yang besar bagi mereka yang terus menambahkan ilmu pengetahuan untuk kebaikan dirinya, keluarganya dan masyarakat Islam seluruhnya. Sama ada ilmu itu ilmu teras iaitu ilmu agama per se @ fardhu ‘ain dan/atau ilmu alat @ fardhu kifayah asalkan tujuannya kerana Allah dan membantu masyarakat Islam untuk maju.

Selamat belajar, selamat menguasai ilmu dan selamat skor. 
Anda BOLEH melakukannya.

Rujukan: Ahmad Haris Suhaimi (B. Syariah (Kuwait), M.A. Syariah,Mesir) (2007). BAGAIMANA MENDAPAT PAHALA HIDUP 7000 TAHUN! Singapura : HRs Consultant. muka surat 242-247.


Monday, November 23, 2009

The First Ten Days of Zul-Hijjah

By Shaykh Muhammad Saleem Dhorat Hafizahullah

Significance of the First Ten Days of Zul Hijjah 

1. Allah has taken oath of ten nights in Soorah Al-Fajr. According to the majority of the commentators of Qur'ãn, the nights are those of the (first) ten days of Zul Hijjah. 

2. Abdullah Ibne 'Abbãs radiyallahu anhu related that the Prophet sallalahu alayhi wasallam said, "Good deeds performed on other days are not superior to those performed on these (first ten days of Zul Hijjah)." The Companions radiyallahu anhum inquired, "Not even Jihãd?" He replied, "Not even jihãd, except for that person who goes out putting himself and his wealth in danger and does not return with anything." (Bukhãri) 

3. Abdullah Ibne 'Abbãs radiyallahu anhu narrated that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, "On no other days are good deeds more liked by Allah than on these ten days (i.e. The first ten days of Zul Hijjah)." The Sahãbah radiyallahu anhum asked, " O Rasoolullah ! Not even Jihãd in the Way of Allah?" Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam replied, "Not even Jihãd in the Way of Allah, except for that person who goes out with his life and wealth and does not return with anything." (Aboo Dãwood, Tirmizi, Ibne Mãjah) 

4. Aboo Hurayrah radiyallahu anhu related that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, "On no days is the worship of Allah desired more than in the (first) ten days of Zul Hijjah. The fast of each of these days is equal to the fast of a whole year, and the worship of each of these nights is equal to the worship of Laylatul Qadr." (Tirmizi, Ibne Mãjah)

5. The mother of the believers, Hafsah radiyallahu anhaa reports that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam used to fast the (first) nine days of Zul Hijjah. (Nasã'ee, Ahmad, Aboo Dãwood)  

6. Abdullah Ibne 'Umar radiyallahu anhu related that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, "No days are as weighty with Allah and so liked by Him for good deeds than the first ten days of Zul Hijjah. So on these days increasingly read Subhãnallah, Lã ilãha illallãh, Alhamdulillah and Allahu Akbar." (Musnad Ahmad)

Virtues of the Day of Arafah (9th Zul Hijjah) 

1. 'Ã'ishah radiyallahu anhaa reports that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, " There is no day in which Allah sets free more souls from the fire of hell than on the day of Arafah. And on that day Allah draws near to the earth and by way of exhibiting His Pride remarks to the angels, 'What is the desire of these (servants of mine)?" (Muslim)  

2. Talhah radiyallahu anhu reports that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, "Apart from the day of the Battle of Badr there is no day on which the Shaytãn is seen to be more humiliated, more rejected, more depressed and more infuriated, than on the day of Arafah, and indeed all this is only because of beholding the abundance of descending mercy (on the day) and Allah's forgiveness of the great sins of the servants." (Mishkãt) 

3. Aboo Qatãdah Al-Ansãri radiyallahu anhu narrated that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam was asked about the fast on the day of Arafah. He said, "It compensates for the (minor) sins of the past and the coming year." (Muslim, Tirmizi, Ibne Mãjah)  

Night of 'Eedul Adh'hã  

The nights of both 'Eed are described in the Hadeeth as amongst the great and sacred nights in the Muslim calendar. To remain awake on the nights of 'Eed and perform 'ibãdah is a source of great virtue and reward. 

1. Aboo Umarah radiyallahu anhu related that 'Ã'ishah radiyallahu anhaa reports that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, "Whosoever stays awake and performs 'ibãdah (worship) on the nights of the two 'Eed, with hope for abundant reward (from Allah), his heart will not die on the day (i.e. Qiyãmah) when all hearts will be dead." (Targheeb) 

2. Mu'ãz Ibne Jabal radiyallahu anhu relates that Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, "Jannat is wãjib (incumbent) for those who stay awake with the intention of making 'ibãdah on the following nights: 8th, 9th and 10th of Zul Hijjah, the night of 'Eedul Fitr and the night of the 15th of Sha'bãn." (Targheeb) 

Virtues of Qurbãni

Rasoolullah sallalahu alayhi wasallam said, "There is nothing dearer to Allah during the days of Qurbãni than the sacrificing of animals. The sacrificed animal shall come on the Day of Judgement with its horns, hair, and hooves (to be weighed). The sacrifice is accepted by Allah before the blood reaches the ground. Therefore sacrifice with an open and happy heart." (Tirmizi, Ibne Mãjah)  

Takbirãt of Tashreeq 

The Takbirãt of Tashreeq are: 

Allahu Akbar, Allahu Akbar,  

Lã ilãha illallãhu wallahu Akbar,  

Allahu Akbar, Walil lahil hamd. 

"Allah is the Greatest, Allah is the Greatest. There is no deity besides Allah and Allah is the Greatest. Allah is the Greatest and all praises are for Allah only."....

http://www.idauk.org/publications/leaflet39.html  
Islãmic Da'wah Academy, Leceister, UK.

Wednesday, November 18, 2009

Taat Hidup Berkat - Just Do It

Apa-apapun, jangan sampai merosakkan orang dan diri sendiri.
Jangan sekali-kali main betina. 
Tidak perlu pun simpan girlfriend @ makwa @ cewek. 
Kerana dengan menjaga akhlak anda, menjaga maruah anda, menjaga agama anda, maka Allah AKAN kurniakan seorang isteri yang solihah. 

Satu realiti yang terbukti berlaku pada semua zaman kerana peraturanNya tetap sedari dulu: Ayahanda dulu pun tidak pernah ada girlfriend, dan tidak pernah bercinta pun. Tapi kemudiannya punya isteri cantik yang kini menjadi ummi @ emak anda sekarang. 

Kita perlu yakin bahawa Allah jua yang memiliki dan menguasai khazanah yang hebat. 
Dengan mentaatiNya, Allah berkuasa memberikan anda yang terbaik.

BERSAMA MEMBINA DUNIA ADIL SEJAHTERA



Tuesday, November 17, 2009

Bahagiakah Kita Nanti?

Berbahagialah seseorang yang menghabiskan seluruh umurnya dari balighnya sampai kematiannya dalam TAATKAN ALLAH. Kerana amal kita semuanya dicatatkan oleh malaikat Munkar dan Nakir tanpa kecuali.

Mungkin kita sewaktu hidup ini sentiasa di penuhi kawan, taulan dan penyokong. Tapi kita semua akan bertanggungjawab secara INDIVIDU di hadapan Allah di mahkamah akhirat, tanpa kawan, tanpa peguambela. Saksi Allah pada hari itu ialah seluruh anggota badan kita yang pernah melakukan maksiat.

Lidah yang bijak bermain kata-kata tidak dapat bersuara kerana mulut kita pada hari itu akan dikunci rapat.

Oleh itu, jagalah iman dan Islam sementara ada.
Tentunya tidak rugi sama sekali menjadi soleh dan musleh.

Berhambakan tangan, bersaksikan mata dan berhakimkan hati kita rugi kalau sewaktu hidup di dunia dulu tidak mentaati Allah.

BERSAMA MEMBINA DUNIA ADIL SEJAHTERA

Khasiat Bunga Cengkih

5 Khasiat Bunga Cengkih

Antara amalan yang diamalkan oleh Tuan Guru Hj Hashim, Mudir Pondok Pasir Tumboh, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia sejak berumur 17 tahun lagi hingga sekarang yang hampir mencecah umur 90 tahun ialah makan bunga cengkih.

Antara kelebihan makan bunga cengkih ialah:

1. Paru-paru dapat berfungsi dengan baik yang membolehkan suara sentiasa lantang

2. Jantung berdegup dengan baik yang menjamin kesihatan

3. Mata dapat melihat dengan baik walau pun telah berusia

4. Gigi dapat tahan daripada gangguan ulat sehingga tahan lama

5. Otak sentiasa berkembang yang menguatkan ingatan berbanding suka minum ais atau pulut yang membawa kepada tertutupnya otak yang melemahkan ingatan

Cara makan

Sebaiknya 10 kuntum bunga cengkih sehari

Buat macam coklat/gula-gula dengan digigit/kemam dan dihisap airnya.

http://aki2004.wordpress.com/2008/10/21/5-khasiat-bunga-cengkih/

Nota Tambahan: Inna lillaahi wainna ilaihi raaji'uun. Setelah berpuluh tahun berkhidmat sebagai pengajar utama di Pondok Pasir Tumbuh, Kota Bharu, Tuan Guru Haji Hashim, 88 tahun,  telah kembali ke rahmatullah pada 1 Syawal 1432H bersamaan 30 Ogos 2011M pada jam 1.10 tengahari dan disemadikan di tanah perkuburan Islam Pondok Pasir Tumboh pada jam 6.30 petang.  

Allaahum maghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fuanhu. Allahumma laa tahrimnaa ajrohu walaa taftinna ba'dahu waghfirlana walahu. Aamiin.
Sumber: http://albakriah.wordpress.com/2011/08/31/mudir-pondok-pasir-tumboh-sekarang/

Doa agar mati syahid dalam membela agama Islam

Di ambil dari Kitab Fikih Sunnah oleh Sayid Sabiq:

Kita di sunnatkan minta meninggal pada salah satu tanah suci Makkah dan Madinah.

Hafsah r.anha meriwayatkan Umar r.a. berdoa, “Ya Allah, kurnialah aku mati syahid dalam membela agamaMu, dan tempatkan kematianku itu di negeri Rasulmu s.a.w.”. Hafsah r.anha bertanya, “Bagaimana bisa?”. Ujar Umar r.a., “Insya Allah akan dikabulkan”.

Rujukan: Fikih Sunnah(1990). Fikih Sunnah. Cetakan Pertama. Edisi Malaysia. KL: Victory Agencie. ms 75.

Sejarah menunjukkan Saidina Umar r.a. mati syahid akibat dibunuh oleh Abu Lu’luah, seorang Majusi kerana ditikam 6 kali sewaktu menjadi imam ketika solat di Masjid Nabawi. Dan juga kita tahu bahawa jenazah Saidina Umar r.a. di semadikan berjiran dengan makam Rasulullah s.a.w.

Alhamdulillah, sesungguhnya Allah telah mengurniakan kedua-duanya permintaan Saidina Umar r.a.

Nasib kita belum tentu. Setiap yang hidup akan berdepan dengan kematian pada suatu masa nanti. Daripada mati kerana sebab-sebab lain, lebih BAIK mati syahid dalam membela agama Islam.

Rasanya eloklah kita juga berdoa seperti yang didoakan oleh Saidina Umar r.a. seperti disebutkan di atas, iaitu Ya Allah, kurnialah kami mati syahid dalam membela agamaMu, dan tempatkan kematian kami itu di negeri Rasulmu s.a.w.

Ya Allah, kurniakanlah permintaan kami yang banyak dosa ini dan masih bermain-main dalam berdakwah. Amin.

Wednesday, November 04, 2009

Bahana Zina

Bahana seks bebas
ISLAM melarang penganutnya berzina, iaitu melakukan hubungan seks tanpa nikah. Ia juga melarang seseorang itu bertukar-tukar pasangan dan melakukan hubungan seks secara rambang atau bebas.

Setiap perkara dilakukan akan memberi kesan kepada kehidupan kita. Sehubungan itu, berfikir sebelum melakukan sesuatu perkara adalah jalan terbaik bagi mengelak menyesal di kemudian hari.
 
Seks bebas adalah perkara yang wajib dielak, sebab itu agama melarang keras kerana dalam perspektif perubatan moden diakui bahawa amalan seks bebas boleh mendatangkan kemudaratan.

Saya menerima banyak persoalan daripada lelaki melakukan seks rambang mengenai kesan dihadapi mereka.

Hakikatnya ialah, gejala atau kesan daripada hubungan seks rambang sukar diduga, terutama jika hubungan itu tidak dirancang.

Kajian menunjukkan hubungan seks mudah berlaku apabila lelaki dan wanita dalam keadaan berdua-duaan dan ketika itu mereka tidak terfikir apa juga kesan daripada tindakan yang bakal dilakukan.

Kebanyakan mereka melakukan perbuatan itu dengan orang yang mereka kenali dan biasanya tidak terlintas dalam minda mereka yang si dia mungkin membawa jangkitan.

Bagi lelaki, jika anggota sulit mengalami kesakitan dan lendir seperti air mazi keluar dari salur kencing selepas melakukan persetubuhan, dia berkemungkinan dihidapi penyakit kelamin.

Jika tidak menggunakan kondom, kondom digunakan bocor, terlucut atau koyak, ada kemungkinan terkena jangkitan. Jika cecair kekuningan keluar dalam masa 24 jam selepas melakukan hubungan seks, kemungkinan terkena jangkitan Gonorhea.

Bagaimanapun, jika lendir yang keluar itu berlaku beberapa minggu kemudian dan ia keluar sedikit atau hanya kelihatan tanda di dalam seluar dalam, kemungkinan ia jangkitan kuman Virus Chlamydia.

Jika menghidap jangkitan itu, ada kemungkinan ia boleh merebak ke buah zakar dan mengakibatkan keradangan buah zakar. Jika ia merebak ke pundi prostat, keradangan prostat boleh berlaku.

Saya ingin mengingatkan yang andainya jangkitan dan virus itu disebarkan kepada wanita lain, kemungkinan besar wanita malang itu boleh mandul.

Lelaki berkenaan juga berkemungkinan mandul jika jangkitan itu mengakibatkan salur spermanya tersumbat.

Kepada mereka yang terlanjur dan mengesyaki terkena jangkitan, segera jumpa doktor. Ujian darah akan mengesahkan jangkitan dan penyakit ini ada rawatannya.

Sumber: DOKTOR SAKIT TUAN bersama Dr.Ismail Thamby http://www.hmetro.com.my/Current_News/myMetro/Sunday/SakitTuan/20090913140356/Article/indexp_html

Ulasan: Kepada yang terlanjur, jom bertaubat dan berhentilah dari melakukan aktiviti yang termasuk diantara dosa besar dalam hukum Islam. Cukuplah menganiaya dan merosakkan diri sendiri dan orang lain. Anda Bijak Jauhi Zina.

Monday, November 02, 2009

Kejayaan kita di SINI dan di SANA

Di sini pun kita hendakkan kejayaan. Apatah lagi di sana (akhirat). 
Untuk mendapatkan kejayaan di sini dan di sana, kita perlu berusaha semampu mungkin.
Apa-apa pun jangan sekali-kali menduakan Allah. 
Oleh kerana hidup di dunia ini cuma sekali saja, hiduplah bererti.
Sebaik-baik manusia = yang bermanfaat untuk orang lain.

Friday, October 30, 2009

Samudera Fadhilat Amalan Sedekah

  1. Samudera Fadhilah Amalan Sedekah
    Oleh : Uti Konsen.U.M.

    “Orang–orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah kemudian tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan tidak menyakiti, mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan. Mereka tidak perlu khawatir dan bersedih hati“ (Al Baqarah 262).

    Kalau tidak mengandungi samudera hikmah dan lautan pahala, tentu Rasulullah SAW tidak akan menganjurkan untuk selalu bersedekah kepada para sahabat termasuk yang paling miskin sekalipun seperti Abu Dzar Al Ghifari, Bilal dan Abu Dhamdham. Sehingga saking @ amat “penasaran“, Abu Dzar Al Ghifari pernah bertanya “Wahai Nabi Allah. Engkau selalu memerintahkan kepada kami untuk bersedekah, apa hakikat sedekah itu? “ Rasulullah SAW menjawab dengan satu kalimat yang diulanginya tiga kali berturut-turut “ Sedekah itu, sesuatu yang ajaib“. 

    Anda sedang gelisah? Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mendapatkan kesedihan di dalam hati, maka berikanlah sedekah “. Ibnul Al Qayyim memberi nasehat, “Diantara kiat melapangkan jiwa dan meraih bahagia adalah dengan berbuat baik kepada orang lain, dan membantu mereka dengan sesuatu yang mungkin diberikan, baik berupa harta, jabatan, materi dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Karena orang yang dermawan lagi suka berbuat baik adalah orang yang paling lapang dadanya, paling bagus kondisi jiwanya, dan paling tentram hatinya “.

    Dada terasa sempit? Dr. Aidh Al Qarni penulis buku “La Tahzan“ berkata, “Sedekah membuat hati menjadi lapang. Melakukan kebaikan termasuk dalam hal-hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan menghilangkan keresahan…. “. 

    Anda butuh @ perlukan pertolongan? Rasulullah SAW bersabda, “Allah senantiasa menolong seorang hamba, selama si hamba itu mau menolong saudaranya“ ( HR.Muslim ). 

    Ingin panjang umur? Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah dapat menolak musibah serta menambah keberkahan umur “.

    Ingin agar harta tidak berkurang dan terus bertambah? Rasulullah SAW. Bersabda, “Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah dan akan bertambah“. 

    Anda memerlukan sesuatu? Rasulullah SAW menegaskan, “Allah senantiasa memenuhi kebutuhan @ keperluan seorang hamba, selama si hamba itu berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya .(HR.Ibnu Umar ).
     
    Ingin agar terhindar dari bencana? Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat menolak tujuh puluh pintu bencana “. Karena itu Nabi SAW menganjurkan agar bersedekah setiap hari, pada awal pagi dengan apa saja. Karena bala tidak akan menembus benteng sedekah seorang Mukmin.

    Anda menderita sakit? Rasulullah SAW memberi resep, “Ubatilah penyakitmu dengan bersedekah“. 

    Anda ingin agar harta benda menjadi aman? Rasulullah SAW bersabda, “Bentengilah harta kekayaan anda dengan zakat dan sedekah “.

    Anda cemas dengan kemurkaan Allah? Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah “.”Sesungguhnya sedekah benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di akhirat hanyalah bernaung dalam sedekahnya. Sesungguhnya yang akan menaungi orang Mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah “.

    Anda ingin pahala yang berlipat ganda? Allah SWT berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka. Dan bagi mereka pahala yang banyak“ (Al Hadid 18). Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya “.

    Ingin memperoleh ampunan Allah? Hakim bin Hazam, ulama salaf bertutur, “Jika pada pagi hari di depan pintu rumahku tidak ada orang yang meminta-minta, maka aku pun tahu bahwa itu adalah salah satu musibah, karena aku kehilangan kesempatan melakukan perbuatan yang dengannya kuharap ampunan dari Allah“.

    Anda ingin ganjaran pahala melebihi haji? Ujar Ibnul Mubarak, “Besarnya pahala haji belumlah seberapa dibandingkan dengan keutamaan menolong sesama “. Apalagi kalau pertolongan itu dilakukan pada saat yang tepat. 

    Ingin disayangi Allah, disayangi manusia dan dekat dengan sorga serta jauh dari api neraka? Rasulullah SAW bersabda, “Orang pemurah itu, dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka “.

    Anda ingin menuai berkah? Tangan diatas adalah tangan keberkahan. Sikap suka memberi, menolong sesama dan bersedekah, terbukti akan selalu memandu langkah Anda untuk menggapai keberkahan hidup. Rasulullah SAW bersabda, “Tangan diatas lebih baik dari tangan di bawah. Tangan diatas adalah orang yang memberi dan tangan dibawah adalah orang yang meminta “ (HR.Muslim).

    Anda ingin agar harta yang kita kumpulkan itu abadi? Syaikh Abdul Qadir Al Jailani berkata, “Apa saja harta yang berada dalam tangan kita atau yang kita miliki pada hakekatnya adalah milik Allah. Jadi sementara ia masih berada di tangan kita, gunakanlah dengan baik dan pada jalan Allah. Infakkanlah ia pada jalan Allah, karena apa yang kita infakkan pada jalan ini adalah harta kita yang hakiki “. 

    Dan, dan… masih banyak lagi fadhilah – fadhilah sedekah lainnya , laksana samudera yang tidak bertepi. Masya Allah. Wallahualam.   Sumber:http://www.pontianakpost.com/?mib=berita.detail&id=13877

    Ulasan: Di jerat masalah? Eloklah jadikan sedekah/derma sebagai jalan keluar. Di alu-alukan membaca artikel Ustaz Yusuf Mansur dalam internet mengenai sedekah dan pelbagai pengalaman bersedekah dalam http://www.wisatahati.com/.  Jadikan bersedekah cara hidup kita.


Monday, October 26, 2009

The Miracle of Giving

Buku: “an Introduction to THE MIRACLE OF GIVING”
Author: Ust. Yusuf Mansur
Cetakan Pertama, Agustus 2008 / Sya’ban 1429 H
Penerbit: Zikrul Hakim, Jakarta.
Halaman: 208 hlm.; 15 x 23 cm.
ISBN : 978-979-26-2344-4

Summary by : Hero Wirasmara (PapapFarras)

KEAJAIBAN SEDEKAH

Dalam buku ini, penulis berkeinginan untuk menunjukkan bagaimana seseorang bisa menjadi kaya dengan jalan bersedekah. Dan bahwa menjadi kaya itu bukan mimpi, asal benar caranya disertai ikhtiar langit dan bumi yang juga benar dan tepat.

Penulis juga ingin agar pembacanya percaya bahwa ada kekuatan lain di kehidupan kita yaitu kekuatan Allah, kita tidak usah kelelahan mencari dunia, tidak juga putus asa dalam mencari rezeki, kita tahu bahwa betapa mudahnya menundukkan dunia, asalkan dalam beribadah lebih ikhlas, lebih riang, dan lebih lepas, sehingga ada dorongan untuk segera dan menaruh perhatian yang benar dalam beribadah, yang pada akhirnya akan tumbuh keyakinan bahwa mencari kekayaan dan menjadi kaya (dengan jalan halal dan baik) itu mudah.

Ibadah, jalan rezeki utama, yaitu Bekerja dengan Allah, dan Bekerja untuk Allah. Dengan jalan ibadah dapat menambah dan memperluas jalan rezeki, sedang Ikhlas, do’a, dan harapan akan memberi spirit dalam beribadah. Jadi Ibadah, dalam hal ini bersedekah, sesuai firman Allah dalam QS. Ath-Thalaaq : 7, yang artinya:

“Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah (bersedekah) dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”, 

dan tentunya disertai dengan tambahan ibadah lainnya, seperti: sholat Dhuha dan sholat Tahajjud tidak lupa disertai dengan DOA, adalah bahkan cara “tercerdas” dan “terhebat” sepanjang sejarah cara-cara yang dikerjakan manusia dalam memperoleh rezeki atau bahkan menjadi kaya!!, yaitu tinggal mengikuti saja petunjuk di dalam Al-Quran.

Dalam buku ini juga dijelaskan secara transparant mengenai matematika dasar sedekah, dengan perumpamaan dan perbandingan:

Matematika Science : 10 – 1 = 9

Matematika Sedekah I : 10 – 1 = 19, mengapa bisa begitu ? berikut penjelasannya:

Jika kita punya harta 10 dan disedekahkan 1, maka sisa harta (riil) adalah 9, namun yang satu yang dikeluarkan untuk sedekah itu dikembalikan lagi oleh Allah sebanyak sepuluh kali lipat, sesuai janji Allah dalam QS. Al-An’aam: 160.

“Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. 

Matematika Sedekah II : 10 – 1 = 709, mengapa juga bisa begitu ? berikut penjelasannya:

Jika kita punya harta 10 dan disedekahkan 1, maka sisa harta (riil) adalah 9, namun yang satu yang dikeluarkan untuk sedekah itu dikembalikan lagi oleh Allah sebanyak tujuh ratus kali lipat, sesuai janji Allah dalam QS. Al-Baqarah: 261.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya / sedekah di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Kemudian atas dasar perhitungan matematika sedekah diatas, maka tentunya juga ”berlaku kelipatannya @ gandaannya”, maksudnya yaitu, jika kita memberi (bersedekah) lebih banyak maka akan menghasilkan atau menuai lebih banyak, bahkan hingga “full”!! (maksimum). Untuk itu, jika kita sudah memahami dan meyakini akan fadhilah/manfaat bersedekah, maka tentunya bersedekah sebesar 2,5 % tidaklah terasa cukup, bahkan bisa 10 % atau 20 % atau bisa lebih lagi dari itu. Karena Allah juga menjanjikan balasannya, yaitu dalam QS. Al-Baqarah: 254.

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.”

Dan QS. Al-Baqarah: 265.

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat”

Tinggal kembali kepada diri kita sendiri untuk membuka mata hati kita, untuk berkeyakinan, positive thinking, dan berserah diri (ikhlas) kepada Allah, bahwasanya Allah akan memberikan balasannya dalam bentuk apapun (tidak harus berupa "wang”), dan Allah pasti membalas dengan balasan yang tidak akan dikurangi sedikitpun bahkan dilebihkan sampai batas tidak terhingga jika Allah berkehendak, sesuai JANJI-NYA !!.

Wallahu’alambissawab.

http://mengikatmakna.wordpress.com/2009/02/19/159/

Sedekah adalah Jawaban Semua Masalah

"Sedekah merupakan jawaban semua permasalahan. Sedekah itu tak ada lawan. Tak ada persoalan apa pun yang tidak selesai, selama kita melibatkan Allah. Caranya, antara lain melalui sedekah.” Kalimat-kalimat di atas kerap kali dilontarkan oleh Ustad Yusuf Mansur dalam setiap ceramah-ceramahnya.

Ustadz muda itu memang selalu mengusung tema sedekah dalam setiap dakwahnya, baik melalui ceramah, buku, kolom di media massa, maupun sinetron Maha Kasih yang ditayangkan di RTCI setiap Sabtu malam. Sehebat apakah sedekah itu? Mengapa sedekah jadi begitu penting? Apakah sedekah mampu menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia yang sudah hampir satu dekad dirundung krisis? Berikut wawancara Irwan Kelana, dengan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran/Tahfiz Quran Cipondoh, Tangerang itu:

Apakah sedekah itu?
Sebetulnya konsep sedekah itu seperti kata Nabi, ”Setiap amal yang baik adalah sedekah.” Bahkan, kata Rasulullah, ”Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” Jadi, tidak hanya materi atau harta saja. Seperti firman Allah dalam AlQuran, ”… berjuanglah (bersedekahlah) dengan hartamu dan jiwamu.”

Mengapa sedekah itu jadi penting?
Kalau manusia tahu, sesungguhnya dialah yang butuh/perlu sedekah. Mengapa? Sebab, sedekah merupakan bagian dari upaya tazkiyatun nafs (membersihkan diri, lahir-batin). Kita butuh sedekah, sebab sedekah itu akan kembali kepada kita dalam beragam bentuk. Posisi sedekah itu sangat istimewa. Sedekah merupakan ibadah yang utama. Bahkan dalam AlQuran, perintah bersedekah itu menggunakan huruf wawu atof. Artinya sesuatu yang terikat sekali, merupakan perintah yang sangat penting.

Firman Allah, ”Wahai orang-orang yang beriman, (sebagai syarat keimanan mereka), maka dirikanlah shalat dan sedekahkanlah sebagian dari rezeki yang datangnya dari Allah SWT.” Kedua prasyarat itu ibarat baju dan celana. Baju saja, tanpa celana, tidak pantas. Begitu pula, celana saja, tanpa baju, juga tidak sempurna. Imam Ghazali mengatakan, manusia itu terbagi menjadi empat golongan. Yakni, manusia yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia yang tidak tahu tapi tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia yang tahu tapi dirinya tidak tahu bahwa dirinya tahu, dan manusia yang tahu dan tahu bahwa dirinya tahu.” Kalau sudah sampai ke maqam yang keempat, maka ia akan menjadi Muslim yang sangat baik, salah satu tandanya adalah gemar bersedekah.

Berapa ayat AlQuran dan hadis Rasulullah yang memerintahkan soal sedekah ini?
Salah satu ayat utama yang paling sering saya bacakan adalah QS Ath-Talaq ayat 5.”Dan hendaklah orang yang disempitkan rezekinya bersedekah.” Hadis-hadis tentang sedekah begitu banyak dan bertebaran. Salah satunya, hadits Rasulullah saw yang menyatakan bahwa sedekah itu dapat menolak bala.”Bersegeralah untuk bersedekah. Sebab, yang namanya bala tidak bisa mendahului sedekah.” Hadis lainnya, "Tidak akan berkurang rezeki ornag yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”

Apa saja keutamaan sedekah?
Paling tidak, ada empat keutamaan sedekah. Pertama, mengundang datangnya rezeki. Kedua, menolak bala. Ketiga, menyembuhkan penyakit. Keempat, menambah umur. Allah berjanji dalam Alquran, bahwa Sedekah itu tidak mungkin tidak dibayar. Seperti menanam di kebun Allah, pasti berbuah. Menanam di kebun sendiri saja berbuah, apalagi di kebun Allah. Kalaupun buahnya tidak lebat, paling tidak pasti berkembang. Kalaupun Allah tidak menurunkan hujan lebat, paling tidak hujan gerimis.

Kisah-kisah dalam sinetron Maha Kasih diilhami oleh kisah nyata jamaah Anda. Anda menampung banyak testimoni tentang keutamaan sedekah ya?
Begitulah. Suatu hari ada seorang pedagang datang kepada salah seorang staf saya. Ia mengaku punya utang Rp 30 juta, dan tak tahu lagi ke mana harus mencari uang untuk melunasi utangnya. Oleh staf saya, ia disuruh sedekah. Apa yang bisa dilakukannya? Ia mengaku tak punya sesuatu yang berharga untuk dijual. Akhirnya staf saya menganjurkan agar ia menjual motor vespanya dan menyedekahkan hasilnya. Ternyata, pada saat ia sedang menawarkan sepeda motor tersebut, kakaknya yang di Swiss kirim SMS.
Isinya menyatakan bahwa ia baru saja mentranfer dana senilai setara dengan Rp 30 juta. Tentang tolak bala. Suatu pagi, seorang ustadz bersedekah kepada ustadz yang lain. Ia tinggal di Tangerang. Menjelang sore hari ia ke Gunung Putri, Bogor, hendak mengajar. Di jalan tol, mobilnya ditabrak orang. Namun mobil tersebut tidak rusak. Sebaliknya, mobil yang menabrak rusak berat. Pemilik mobil heran dan bertanya kepadanya, ”Kok mobil kamu tidak apa-apa?” Dijawab, ”Mungkin karena tadi pagi saya bayar asuransi sedekah.”

Ada juga cerita seorang pasien yang sudah divonis mati oleh dokter. Karena merasa usianya tidak lama lagi, orang tersebut kemudian berusaha untuk menjadikan sisa umurnya untuk berbuat hal terbaik. Ia mengumpulkan delapan bayi yatim yang masih merah dan merawatnya dengan kasih sayang. Ternyata sampai saat ini ia masih hidup, bahkan menjadi ketua grup senam yang anggotanya lebih 2.000 orang. Bahkan, bayi yang dulu dirawatnya sudah dewasa, dan salah satunya sudah menikah. Keajaiban sedekah itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersedekah dan ia yakin. Keyakinan itu membawa pengaruh kepercayaan positif kepada Allah SWT.

Anda mengkampanyekan gerakan nasional selamatkan bangsa dengan sedekah. Mengapa Anda begitu yakin sedekah bisa menyelamatkan bangsa?
Yakin sekali. Ada sebuah kisah dalam Alquran tentang Nabi Musa yang meminta agar Allah menghilangkan azab dari suatu bangsa. Allah menjawab bahwa azab tersebut sudah telanjur ditetapkan. Namun, rahmat Allah meliputi seluruh bumi ini. Di samping itu, pernyataan Allah yang sangat penting adalah, ”Azab itu tidak akan menimpa orang-orang yang memelihara dirinya, menafkahkan sebagian rezekinya, dan beriman kepada ayat-ayatKu.” Jadi, sedekah bisa menyelamatkan bangsa.

Dalam berbagai pengalaman saya mengusung tema sedekah selama ini, sudah banyak keluarga bermasalah yang akhirnya bersatu kembali sebagai berkah sedekah. Demikian pula, sudah banyak perusahaan yang hampir bangkrup, namun akhirnya bisa berjaya kembali berkat sedekah. Logika saya begini. Kalau presiden, para menteri, DPR, pejabat pemerintah sampai yang terkecil, yakni RT-RW plus komponen bangsa ini bersedekah, insya Allah akan lahir energi positif yang dapat membawa bangsa ini keluar dari krisis.

http://ayobersedekah.wordpress.com/2009/07/07/sedekah-adalah-jawaban-semua-masalah/

BERKAT KERANA SEDEKAH...

Kekayaan tidak membawa erti tanpa ada keberkatan. Dengan adanya keberkatan, harta/rezeki yang sedikit akan dirasakan seolah-olah banyak dan mencukupi. Sebaliknya tanpa keberkatan akan dirasakan sempit dan susah meskipun banyak harta. 

Dalam kisah Nabi, ada diceritakan Nabi Ayub ketika sedang mandi tiba-tiba Allah datangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis dengan bajunya. Lantas Allah berfirman 'Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?' Nabi Ayub mejawab 'Ya benar, demi keagunganMu apalah makna kekayaan tanpa keberkatanMu'. Kisah ini menegaskan betapa pentingnya keberkatan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah. 

Cara untuk mendapatkan keberkatan daripada Allah

1. Bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah. 

2. Belanjakan harta pada jalan yang diredhai oleh Allah. 

3. Berusaha untuk mendapatkan rezeki yang halal 

4. Keluarkan sedekah wajib (zakat) jika sampai nisab dan berikan sedekah sunat kepada orang miskin dan anak yatim. 

5. Bersedekah kepada anak yatim/miskin kalau boleh setiap hari. (cari anak-anak yatim untuk diberikan). Insyallah akan diganti oleh Allah tanpa kita sedari. 

6. Ikhlaskan pemberian/sedekah hanya kepada Allah bukan mengharapkan pujian dan sebagainya. (Pemberian tangan kanan tanpa diketahui tangan kiri). Sedekah mulakan dengan keluarga sendiri dahulu selepas itu barulah kepada jiran dan orang-orang yang lebih jauh. Jangan anggap pemberian itu hak kita sebenarnya dalam harta kita ada hak mereka. 

7. Hulurkan pemberian sunat secara rahsia - tetapi pemberian wajib (zakat) perlu diberi secara terangan sebagai menegakkan syiar Islam. 

8. Konsep sedekah : berikan sesuatu yang kita sayangi. Ini jelas dalam ayat Quran Ali Imran ayat 92 

9. Cari harta dunia untuk dijadikan bekalan akhirat. (Dunia untuk akhirat - bukan dunia untuk dunia) 

10. Amalan yang diberkati ialah hasil peluh sendiri dan juga melalui jualbeli (perniagaan). Menurut Nabi 9/10 (90%) daripada sumber rezeki ialah berpunca daripada perniagaan. Makan gaji mungkin 1/10 sahaja (10%). Nabi Muhammad sendiri sebelum diutus menjadi rasul adalah seorang ahli perniagaan yang jujur, cekap dan amanah. Peniaga yang amanah akan dibangkitkan bersama para nabi dan rasul di akhirat kelak. Perniagaan merupakan amalan fardu kifayah. Barang makanan orang Islam sepatutnya dikeluarkan sendiri oleh orang Islam. Kalau tidak ada menjalankan aktiviti ini, seluruh umat Islam berdosa. 

11. Hulurkan bantuan kepada janda yang ketiadaan suami. 

Dalam satu hadith, Nabi s.a.w. menerangkan: Setiap awal pagi, semasa terbit matahari ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru 'Ya Tuhanku, kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerana Allah. Yang satu lagi menyeru 'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya (lokek)' 

Orang yang bakhil tidak manfaatkan hartanya untuk dunia dan akhiratnya. Menginfaqkan (belanjakan) harta adalah berkat, sebaliknya menahannya adalah celaka. Dalam hadith lain, Nabi s.a.w. bersabda: Takutilah api neraka walaupun dengan sebelah biji tamar. Dan sabdanya lagi: Sedekah itu penghapus dosa sebagaimana air memadam api. 

Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah. Dan digalakkan memberi sedekah pada awal pagi. 

Sekiranya dapat diamalkan perkara-perkara di atas, insyallah rezeki yang dikurniakan oleh Allah akan kekal walaupun telah digunakan. Allah akan membalas atau menggantikan apa yang telah dibelanjakan. Amalkan ilmu yang ada, nanti Allah akan menambahkan ilmu lagi. Begitu juga harta - belanjakan harta yang ada, Allah akan tambahkan lagi dari sumber yang kita tidak ketahui. 

Sekian, wallahualam. Semoga yang baik datang daripada Allah dan yang buruk dari kesilapan sendiri. 

Source: http://glenarmrd.blogspot.com/2009/10/berkat-karana-sedakah.html