Monday, June 17, 2013

Pengkhianatan Syiah Imamiah Di Lebanon (1): Mengkhianati Orang-orang Palestina

Senin, 31 Oktober 2011 14:03 Pengkhianatan Syiah Al-Itsna Asyariyah di Lebanon Beraliansi dengan Para Pengikut An-Nashiriyah Orang-orang Syiah Lebanon menganut madzhab Syiah Itsna Asyariyah Rafidhiyah. Mereka sama seperti para pendahulu mereka dalam berkhianat dan membenci orang-orang Ahlu sunnah. Apa yang menjadi catatan dalam sejarah modern dengan terjadinya perang saudara di Lebanon tidak lain adalah serial berdarah yang menghimpun lebih dari satu kelompok; rezim Syiria An-Nashiriyah, Syiah Itsna Asyariyah dalam milisi-milisi amal, dan pasukan Lebanon. Mereka semua membenci Ahlu sunnah. "Perang saudara di Lebanon bermula dari peristiwa otobis di Ain Ar-Ramanah pada tanggal 13/4/1975. orang-orang Palestina yang mendiami tenda-tenda pengungsian mendapati diri mereka menjadi bagian dari perang ini. Kekuatan militer Syiria melakukan intervensi dengan mengerahkan pasukan yang berjumlah tiga puluh ribu orang tentara dan mereka terlibat dalam peperangan yang sengit. Pada saat perang terjadi, orang-orang Syiah yang tergabung dalam gerakan amal beraliansi dengan pasukan militer Syiria, begitu juga dengan sebagian brigade pasukan Lebanon dan orang-orang Nasrani Maruniah. Mereka mulai dengan memboikot Tal Za'tar. Pemboikotan itu untuk memaksa mereka agar menderita kelaparan; melarang adanya bantuan roti, dan melarang pengiriman obat-obatan, disertai dengan pengeboman menakutkan yang terus menerus diarahkan pada tenda-tenda pengungsian orang-orang Palestina. Mereka melaju cepat-cepat seperti monster-monster predator di dalam tenda, menyembelih anak-anak dan orang-orang tua, merobek-merobek isi perut dan menodai kehormatan para wanita. Orang-orang Syiria An-Nashiriyah berupaya menutup-nutupi atmosfir pembantaian ini dengan dalih menghentikan perang saudara, sehingga berbagai macam bantuan berdatangan kepadanya dari organisasi-organisasi Arab yang berjanji akan menutupi anggaran pengeluaran militer Syria yang bertugas di Lebanon.... Selesailah sudah penghancuran perkemahan Tal Za'tar secara keseluruhan." Tujuan selanjutnya adalah kepada perkhemahan Ain Al-Hulwah tempat para pengungsi Palestina di luar kota Shaida. Tempat itu dianggap sebagai perkemahan terbesar, karena dihuni oleh sekitar empat puluh lima ribu orang, setengahnya adalah orang-orang miskin Lebanon. Perkemahan ini menghimpun tempat-tempat pengungsian bawah tanah. Para penduduk menggunakannya sebagai jalan keluar menghindari serangan-serangan udara Israel.... Pengeboman masal dimulai, bahkan di rumah sakit yang telah dihancurkan, di sana terdapat sejumlah kamar yang digunakan oleh para pasien untuk mengungsi saat pengeboman. Apakah ini menghentikan perang saudara? Atau ini adalah rencana jahat orang Syiah, mengadakan pertemuan-pertemuan dan membagi-bagikan tugas dan perannya dengan cerdik dan licik?! Tentu saja, kekuatan An-Nashiriyah melepaskan tanggung jawab atas apa yang telah terjadi, dan mengait-ngaitkannya dengan pertikaian di antara para prajurit. Kita segera berlalu dengan roda zaman. Karena memikirkan luka-luka itu hanya akan menambah rasa sakit dan kegelisahan. Marilah kita menuju kepada tahun 1982, ketika terjadi invasi Israel ke Lebanon dengan sekitar dua puluh ribu orang tentara. Mereka menginvasi wilayah selatan Lebanon dalam waktu yang sangat singkat. Kemudian meneruskan perjalanannya menuju ibu kota Beirut, di sana mereka mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari penduduk Al-Maruniyah dan memberikan mereka bantuan dan nasehat. Kekuatan militer Israel telah membombardir Beirut bagian barat —Bairut Sunni- melalui darat, laut, dan udara. Air, makanan, dan obat-obatan dilarang bagi kaum muslimin Sunni di Beirut bagian barat. Salah satu contoh pengeboman yang menakutkan yang dialami oleh kota Beirut bagian barat, adalah yang terjadi pada hari Ahad 1/8/ 1982, di mana aksi pengeboman Israel melalui darat, laut dan udara, terjadi secara terus menerus selama empat belas jam, jatuh pada saat itu 180.000 proyektil, yakni rata-rata lebih dari 214 proyektil permenit. Pengeboman seperti ini terjadi berulang kali pada hari ke tiga dan keempat, kemudian kesepuluh dan kedua belas di bulan yang sama. Ia telah menghancurkan perumahan, mengintimidasi anak-anak, dan menewaskan orang-orang tua... darah orang-orang muslim Lebanon bercampur dengan darah orang-orang muslim Palestina. Sesudah ini, orang-orang Syiah Rafidhah, Durz, dan orang-orang sekular menuntut Organisasi Pembebasan Palestina untuk keluar dari Beirut, bahkan dari seluruh Lebanon... dan terjadi. Rezim An-Nashiriyah Syiria menyatakan sikap, bahwa mereka tidak terlibat sama sekali atas invasi ini, bahkan mereka mengatakan dengan terang-terangan, "Sesungguhnya militer Syiria masuk ke Lebanon untuk melaksanakan tugas tertentu, yaitu mengakhiri perang saudara... mereka tidak datang untuk memerangi Israel dari sana." Begitu juga dengan sikap Syiah Rafidhah di Lebanon, mereka merestui kemenangan ini, karena Israel telah mewujudkan impian mereka dengan mengusir orang-orang Palestina dari wilayah selatan Lebanon. Siaran-siaran berita musuh zionis memuat penjelasan para pejabat mereka dalam mendukung Israel. Kesimpulan: Israel terlibat dalam peperangan dengan kaum muslimin sunni selama satu tahun. Ini dikuatkan oleh Koran Al-Anba` Al-Kuwaitiyah yang terbit pada tanggal 30/4/1985, dengan judul, "Orang-orang Israel menyita persenjatan milik kelompok-kelompok sunni saja." Orang-orang Israel hanya membatasi penyitaan senjata ini pertama-tama kepada orang-orang Palestina, kemudian kepada orang-orang Sunni Lebanon, dan bukan kepada selain mereka. Adapun Durz dan milisi-milisi Gerakan Amal serta AlMaruniyah, tidak ada penyitan apa pun kepada mereka. Para pimpinan Islam Sunni telah mengetahui, bahwa mereka sedang menghadapi strategi yang lebih luas dari apa yang dilihat oleh mata telanjang. Strategi yang terpusat pada teori Israel yang menyamakan antara orang Sunni Lebanon dengan orang Palestina yang tinggal di Lebanon. Daerah-daerah kaum Sunni masih ada dan tanah yang subur akan tetap ada dengan bertambahnya perlawanan orang-orang Palestina. Petikan: Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam, oleh Dr Imad Abdus Sami’ Husain, terbitan al-Kautsar. [syiahindonesia.com]. http://www.syiahindonesia.com/index.php/review-buku/penghianatan-syiah/550-pengkhianatan-syiah-imamiah-di-lebanon-1-mengkhianati-orang-orang-palestina-

Friday, June 14, 2013

15 CIRI-CIRI PENGANUT SYI'AH

dari fb: Syria Care: Pertubuhan Penyayang Islam Membantu Syria 15 CIRI-CIRI PENGANUT SYIAH Penganut Syiah/Syi'ah di Malaysia atau di Indonesia selalu bersembunyi dalam segala hal, terutama mereka mendakwa bahawa Syiah merupakan bahagian mazhab dalam Islam. Padahal sebenarnya tidak. Dalam istilah Syiah, hal itu disebut “Taqiyah”. Namun sebenarnya ada beberapa yang boleh kita perhatikan dari penganut Syiah dari 15 ciri-cirinya yang berikut ini: 1) Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenali umumnya songkok mereka seperti songkok orang arab hanya saja warnanya hitam. 2) Tidak solat Jumaat. Meskipun solat Jumaat bersama jamaah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan menyangka dia mengerjakan solat sunat, padahal dia menyempurnakan solat Zuhur empat rakaat, kerana pengikut Syiah tidak meyakini kesahihan solat Jumaat kecuali bersama Imam yang ma’sum atau wakilnya. 3) Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri solatnya dengan mengucapkan salam yang dikenali kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali. 4) Pengikut Syiah jarang solat jemaah kerana mereka tidak mengakui solat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu sahaja. 5) Majoriti pengikut Syiah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah iaitu batu / tanah yang digunakan menempatkan kening ketika sujud apabila mereka solat tidak di dekat orang lain. 6) Jika anda perhatikan caranya berwuduk maka anda akan dapati bahawa wudhunya sangat berlainan, tidak seperti yang dilakukan oleh kaum Muslimin. 7) Anda tidak akan mendapati penganut Syiah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlussunnah. Anda juga akan melihat penganut Syiah banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husein radhiyallahu anhum. 9) Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Uthman, majoriti sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum. 10) Pada bulan Ramadhan penganut Syiah tidak terus berbuka puasa setelah azan maghrib. Dalam hal ini Syiah berkeyakinan seperti Yahudi iaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah kelihatan di langit. Dengan kata lain mereka berbuka apabila benar-benar sudah masuk waktu malam. Mereka juga tidak solat terawih bersama kaum Muslimin, kerana menganggapnya sebagai bid’ah. 11) Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara jamaah salaf dengan jemaah lain, sementara itu mereka mendakwa tidak ada perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak benar. 12) Anda tidak akan melihat seorang penganut Syiah memegang dan membaca Al-Quran kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah kerana Al-Qur’an yang benar menurut mereka iaitu al-Quran yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya. 13) Orang Syiah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menunjukkan kesedihan di hari tersebut. 14) Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di universiti atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut apabila nantinya mereka menerima agama Syiah. 15) Orang-orang Syiah tekun mendakwah orang-orang tua yang mempunyai anak perempuan dengan harapan anak perempuannya juga turut menganut Syiah sehingga dengan selesa dia boleh melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan pengetahuan ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang menerima agama Syiah, maka para pengikut Syiah yang lain automatik telah mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berjaya meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda sehingga dengan mudah para pengikut Syiah menjerat mereka bergabung dengan agama Syiah. Kesimpulannya, ciri-ciri mereka sangat banyak. Selain yang kami sebutkan di atas masih banyak ciri-ciri yang lain sehingga tidak mungkin bagi kita untuk menjelaskan semuanya di sini. Namun cara yang paling praktikal ialah dengan memerhatikan raut wajah. Wajah mereka merah padam jika anda mencela Khomeini dan Sistani, tapi bila anda mengutuk Abu Bakar, Umar, Usman, Aisyah dan Hafshah, atau sahabat-sahabat yang lain radhiyallahu anhum tidak ada sedikit pun tanda-tanda kebimbangan di wajahnya Akhirnya, dengan hati yang terang Ahlussunnah dapat mengenali pengikut Syiah dari wajah hitam mereka kerana tidak mempunyai keberkatan, jika anda perhatikan wajah mereka maka anda akan membuktikan kebenaran kadar ini dan inilah hukuman bagi siapa saja yang mencela dan meremehkan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan para ibunda kaum Muslimin radhiyallahu anhunn yang dijanjikan syurga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sumber asal : http://www.lamankongsi.com/2013/01/15-ciri-ciri-penganut-syiah.html

Thursday, June 13, 2013

Sya’ban: antara hadis sahih, dhaif dan palsu

oleh:Dr Abdul Basit Bin Haji Abdul Rahman. 13 Jun 2013 Bulan Sya’ban merupakan bulan yang mulia, terletak di tengah-tengah antara dua bulan yang mulia, iaitu bulan Rajab yang merupakan salah satu bulan haram dan bulan Ramadhan merupakan bulan yang diwajibkan umat Islam berpuasa padanya. Bulan Sya’ban mempunyai beberapa kelebihan yang tersendiri sebagaimana yang disebut dalam hadis, namun banyak juga tersebar hadis yang dhaif atau maudhu’ (rekaan) tentang fadhilatnya, untuk menjelaskannya, risalah ringkas ini ditulis, semoga menjadi panduan dan peringatan buat kita semua. Terdapat hadis-hadis yang menyebut Nabi SAW banyak berpuasa pada bulan Sya’ban. Kalau dikatakan, apakah hikmahnya memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban? Maka jawapannya adalah perkataan Al-Hafiz Ibn Hajar: “Yang lebih tepat apa yang diriwayatkan oleh Nasa’i dan Abu Daud serta disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Usamah bin Zaid, dia berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat tuan (sering) berpuasa dalam satu bulan seperti tuan berpuasa di bulan Sya’ban?” Baginda bersabda: “Itu adalah bulan yang kebanyakan orang melalaikannya iaitu antara Rejab dan Ramadhan. Iaitu bulan yang di dalamnya di angkat amalan-amalan kepada Allah, Tuhan seluruh Alam. Maka aku ingin amalanku diangkat, sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (Dinyatakan hasan dalam Sahih An-Nasa’i, no. 2221). Adalah mendukacitakan, ramai yang tidak berdisiplin dalam memetik hadis-hadis Nabi SAW tanpa mengira kethabitan iaitu kepastian tentang ketulenan sesebuah hadis, juga tidak meneliti takhrij dan tahqiq (keputusan) para ulama hadis terhadap kedudukannya. Lebih teruk lagi jika terus disebarkan kepada masyarakat tanpa menjelaskan kedudukannya. Dengan itu apa-apa sahaja yang mereka temui daripada buku bacaan, yang dikatakan hadis maka mereka terus sandarkan kepada Nabi SAW tanpa usul periksa, sedangkan mereka lupa akan amaran yang diberikan oleh baginda Nabi SAW dalam hadis yang yang diriwayatkan oleh Al-Mughirah bin Syu’bah: “Sesungguhnya berdusta ke atasku (menggunakan namaku) bukanlah seperti berdusta ke atas orang lain (menggunakan nama orang lain). Sesiapa yang berdusta ke atasku dengan sengaja, maka siaplah tempat duduknya dalam neraka.” (Riwayat al-Bukhari, Muslim). Perkara ini termasuk menyebut Nabi SAW bersabda sesuatu yang baginda tidak pernah bersabda, atau berbuat, atau mengakui sesuatu yang Baginda tidak pernah melakukannya. Hadis palsu ialah: “Hadis yang disandarkan kepada Nabi SAW secara dusta, ia tidak ada hubungan dengan Nabi SAW.” (lihat: Nur al-Din Itr, Manhaj al-Nadq fi ‘Ulum al-Hadis, m.s.301, cetakan: Dar al-Fikr al-Mu‘asarah, Beirut). Bukan sahaja membuat hadis palsu itu haram, bahkan meriwayatkannya tanpa diterang kepada orang yang mendengar bahawa ia adalah hadis palsu juga adalah sesuatu yang haram. Contohnya, apabila muncul bulan Rejab dan Sya’ban maka hadis-hadis palsu mengenainya akan dibaca dan diajar secara meluas. Ramai penceramah, imam, khatib dan media massa menyebarkan hadis palsu mengenai amalan yang dikatakan disunatkan pada bulan-bulan tersebut. Antaranya hadis: “Rejab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadan bulan umatku.” Begitu juga semua hadis mengenai puasa bulan Rejab dan solat pada malam-malam tertentu dan malam Nisfu Sya’ban adalah dusta ke atas Nabi SAW (kesemuanya adalah PALSU). Kata al-Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah (wafat 751H): “Hadis-hadis mengenai solat Raghaib pada Jumaat pertama bulan Rejab kesemuanya itu adalah palsu dan dusta ke atas Rasulullah SAW”. Sebenarnya hadis sahih mengenai kebaikan malam Nisfu Sya’ban itu memang ada, tetapi amalan-amalan tertentu khas pada malam tersebut adalah palsu. Kelebihan Khas Malam Nisfu Sya’ban Hadis yang boleh dipegang dalam masalah Nisfu Sya’ban ialah: “Allah melihat kepada hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, maka Dia ampuni semua hamba-hamba-Nya kecuali musyrik (orang yang syirik) dan yang bermusuh (orang benci-membenci) (HR Ibn Hibban, al-Bazzar dan lain-lain. Al-Albani mensahihkan hadis ini dalam Silsilah al-Ahadis al-Sahihah. jilid 3, m.s. 135, cetakan: Maktabah al-Ma‘arf, Riyadh). Hadis ini tidak mengajar kita apakah bentuk amalan malam berkenaan. Oleh itu, amalan-amalan khas tertentu pada malam tersebut bukan daripada ajaran Nabi SAW. Kata Dr Yusuf al-Qaradawi dalam menjawab soalan berhubung dengan Nisfu Sya’ban: “Tidak pernah diriwayatkan daripada Nabi SAW dan para sahabat bahawa mereka berhimpun di masjid untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban, membaca doa tertentu dan solat tertentu seperti yang kita lihat pada sebahagian negeri orang Islam. Bahkan di sebahagian negeri, orang ramai berhimpun pada malam tersebut selepas maghrib di masjid. Mereka membaca surah Yasin dan solat dua rakaat dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca doa yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi‘in dan tabi’ tabi‘in). Ia satu doa yang panjang, yang menyanggahi nusus (al-Quran dan sunah) juga bercanggahan dan bertentang maknanya. Perhimpunan (malam Nisfu Sya’ban) seperti yang kita lihat dan dengar yang berlaku di sebahagian negeri orang Islam adalah bidaah dan diada-adakan. Sepatutnya kita melakukan ibadat sekadar yang dinyatakan dalam nas. Segala kebaikan itu ialah mengikut salaf, segala keburukan itu ialah bidaah golongan selepas mereka, dan setiap yang diadakan-adakan itu bidaah, dan setiap yang bidaah itu sesat dan setiap yang sesat itu dalam neraka”. (Dr. Yusuf al-Qaradawi, fatawa Mu‘asarah jilid 1, m.s. 382-383, cetakan: Dar Uli al-Nuha, Beirut). Inilah kenyataan Dr Yusuf al-Qaradawi, seorang tokoh ulama umat yang sederhana dan dihormati. Kata al-Syeikh Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah (seorang ulama hadis al-Azhar): “Masih ada para penceramah yang tidak ada ilmu hadis, sama ada ilmu riwayat atau dirayah (mengenai teks hadis)." Mereka hanya membaca hadis yang mereka hafal dan memetiknya tanpa mengetahui dan cuba memastikan kedudukan hadis tersebut. Saya menyeru diri sendiri, para penceramah, ustaz-ustaz, media elektronik dan cetak, bahkan semua pihak yang membaca sesuatu hadis memastikan kesahihannya dahulu. Semoga Rejab dan Sya’ban tahun ini tidak dibaluti dengan pembohongan terhadap Nabi SAW. HADIS-HADIS YANG LEMAH DAN PALSU TENTANG NISFU SYA’BAN Berikut adalah beberapa contoh hadis-hadis lemah dan palsu tentang fadhilat malam Nisfu Sya’ban. HADIS PERTAMA: Daripada ‘Aisyah RA, dia berkata: “Pada suatu malam saya kehilangan Rasulullah SAW lalu saya keluar, ternyata baginda berada di Baqi’, lalu Rasulullah bersabda: “Apakah kamu takut padahal Allah dan Rasul-Nya melindungimu?” Saya (‘Aisyah) jawab: Ya Rasulullah, saya mengira engkau mendatangi sebahagian isterimu (yang lain).” Baginda bersabda: “Sesungguhnya pada malam Nisfu Sya’ban Allah turun ke langit dunia lalu mengampuni lebih banyak dosa daripada banyaknya bulu kambing Bani Kalb.” (Hadis Riwayat Imam Ahmad, Imam Tirmidzi. “Dhaif Jiddan”). HADIS KEDUA: Daripada ‘Ali bin Abi Talib RA, dia berkata Rasulullah SAW bersabda: “Jika datang malam Nisfu Sya’ban, maka bangunlah pada malam harinya (untuk bersolat) dan berpuasalah pada waktu siangnya. Sesungguhnya pada saat itu sejak tenggelamnya matahari, Allah turun ke langit dunia seraya berfirman: “Ketahuilah, sesiapa yang meminta keampunan, maka Aku akan mengampuninya dan ketahuilah sesiapa yang meminta rezeki maka Aku akan memberinya, ketahuilah sesiapa yang sakit maka aku akan menyihatkannya, ketahui sesiapa yang begini aku akan begitu hingga terbit matahari. (Hadis riwayat Ibnu Majah – “Maudhu”). HADIS KETIGA: “Wahai ‘Ali, sesiapa yang solat seratus rakaat pada malam Nisfu Sya’ban, pada setiap rakaat membaca surah al-Fatihah dan Qul huwallahu ahad 10 kali, Nabi SAW bersabda: “Ya ‘Ali, tidaklah seorang hamba yang solat seperti ini kecuali Allah akan memenuhi setiap setiap keinginan dan permintaanya pada malam itu… Komentar: Hadis ini adalah maudhu’ (palsu) sebagaimana dinyatakan Ibn al-Jauzi di dalam al-Maudhu’aat, Ibn al Qayyim di dalam al-Manar al-Munif, al-Suyuthi di dalam al-Lali al-Masnu’ah. HADIS KEEMPAT: “Sesiapa solat 12 rakaat pada malam Nisfu Sya’ban dengan membaca pada setiap rakaatnya Qul huwallahu ahad 30 kali, tidak keluar hingga melihat tempat duduknya di syurga…” Komentar: Hadis ini adalah maudhu’ (palsu) sebagaimana dinyatakan Ibn al-Jauzi di dalam al-Maudhu’aat, Ibn al Qayyim di dalam al-Manar al-Munif, al-Suyuthi di dalam al-Laali al-Masnu’ah. Perhatian: Antara buku yang mengumpul hadis palsu tentang kelebihan bulan-bulan ialah buku: (Kelebihan Rejab, Sya`ban, Ramadhan, Ustaz Budiman Radhi). Tukar Rekod Amalan: Masyhur juga dalam kalangan masyarakat bahawa pada malam nisfu Sya’ban itu ditentukan (taqdir) apa yang akan terjadi tahun itu. Ini adalah khabar yang batil. Malam penentuan takdir kejadian selama setahun itu ialah pada malam (Lailatul Qadar). Allah Ta’ala berfirman, maksudnya: “Ha mim. Demi Kitab (al-Qur’an) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Surah ad-Dukhan : ayat 1-4) Malam diturunkannya al-Qur’an adalah malam Lailatul Qadar. Allah Ta'ala berfirman, maksudnya: “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan.” (Surah al-Qadr : ayat 1). Iaitu pada bulan Ramadhan, kerana Allah Ta’ala menurunkan al-Qur’an pada bulan itu. Allah Ta’ala berfirman, maksudnya: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an.” (Surah al-Baqarah : ayat 185]. Berkata Al-Hafiz Ibnu Kathir rahimahullah: “Sesiapa yang mengatakan bahawa malam nisfu Sya’ban adalah waktu Allah Ta’ala menentukan apa yang akan terjadi dalam tahun itu, bererti dia telah menyalahi kandungan al-Qur’an.” Sumber: http://bm.harakahdaily.net/index.php/sudut-dakwah/20009-syaban-antara-hadis-sahih-dhaif-dan-palsu

Mumia Firaun Yang Mengejar Nabi Musa Menyebabkan Keajaiban

Mumia Firaun(Ramses II) Mumia Ramesses II Pada pertengahan tahun 1975, Presiden Perancis menawarkan kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumia Firaun, Ramasses II yang sangat terkenal. Firaun yang dikatakan hidup di zaman Nabi Musa yang akhirnya mati tenggelam dalam Laut Merah ketika mengejar Musa dan para pengikut baginda yang melarikan diri daripada kekejamannya. Mesir menyambut baik tawaran itu dan membenarkan mumia itu diterbangkan ke Paris. Malah ketika sampai di sana kedatangan mumia itu disambut dengan pesta dan majlis keramaian. Ini termasuklah apabila Mitterand dan para pemimpin Perancis yang lain tunduk hormat ketika mumia itu dibawa lalu di hadapan mereka. Mumia itu kemudiannya diletakkan di ruang khas di Pusat Arkeologi Perancis. Di situ ia bakal diperiksa sekali gus membongkar rahsianya oleh para pakar, doktor bedah dan autopsi Perancis yang dipimpin oleh doktor yang sangat terkenal, Prof. Dr. Maurice Bucaille.
Prof. Dr. Maurice Bucaille Bucaille adalah seorang pakar bedah kenamaan Perancis yang dilahirkan di Pont-L’Eveque pada 19 Julai 1920. Memulakan kerjaya di bidang perubatan am dan pada tahun 1945 beliau diiktiraf sebagai pakar di bidang gastroentorologi. Ramai kerabat diraja dan keluarga pemimpin dunia menggunakan khidmat Dr. Bucaille, termasuk Raja Faisal Arab Saudi dan pemimpin Mesir, Anwar Sadat. Kesempatan untuk membedah dan menyiasat mumia Firaun ini di manfaat sepenuhnya oleh Bucaille. Beliau mengerah seluruh tenaga dan pengalamannya untuk membongkar misteri di sebalik kematian raja Mesir kuno itu. hasilnya sangat mengejutkan. Dr. Bucaille menjumpai sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumia tersebut sebagai bukti terbesar bahawa Firaun mati akibat tenggelam di dalam laut. Iaitu jasadnya segera dikeluarkan dari laut, ‘dirawat’ segera dan dijadikan mumia supaya jasad itu tidak buruk. Namun penemuan itu menimbulkan persoalan yang sangat besar kepada Dr. Bucaille. Bagaimana jasad tersebut masih dalam keadaan sangat baik berbanding jasad-jasad yang lazimnya tenggelam dan dikeluarkan daripada laut? Beliau menyiapkan sebuah laporan akhir yang dipercayainya sebagai penemuan baru, iaitu proses menyelamatkan mayat Firaun dari laut dan kaedah pengawetannya.
Laporan tersebut diterbitkan dengan tajuk; Mumia Firaun: Sebuah Penelitian Perubatan Moden (tajuk asalnya; Les Momies Des Pharaons Et La Midecine). Ekoran penerbitan laporan itu, Dr Bucaille dianugerah penghargaan tertinggi kerajaan iaitu Le Prix Diane Potier-Boes (Penghargaan Dalam Sejarah) oleh Academie Frantaise dan anugerah Prix General daripada Academie Nationale De Medicine, Perancis.
Kisah Firaun Di Dalam Al-Quran Namun seorang rakan sempat membisikkan kepada Dr. Bucaille bahawa penemuan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. “Jangan panik kerana sesungguhnya umat Islam telah mengetahui tentang peristiwa Firaun yang mati lemas dan mayatnya dipelihara sehingga ke hari ini!”
Namun kata-kata itu ditentang keras oleh Dr. Bucaille kerana beliau menganggap sangat mustahil. Baginya membongkar sesebuah misteri yang berlaku lama dahulu tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan perkembangan teknologi moden, peralatan dan makmal canggih. Hakikatnya Dr. Bucaille menjadi serba salah dan bingung apabila diberitahu bahawa al-Quran yang diyakini dan dipercayai oleh umat Islam telah pun meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian mayatnya diselamatkan. Beliau tertanya-tanya, bagaimana perkara seperti itu dapat diterima oleh akal kerana mumia itu baru sahaja ditemui sekitar tahun 1898. Sedangkan al-Quran telah ada di tangan umat Islam sejak 1400 tahun yang lalu. Sambil mata tidak terlepas dari memandang mumia Firauan yang terbujur di hadapannya, Dr. Bucaille terus tertanya-tanya bagaimana al-Quran dapat menyatakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari hancur sejak ribuan tahun lalu. “Adakah masuk akal ,di hadapanku ini adalah Firaun yang cuba menangkap Musa? Apakah masuk akal Muhammad mengetahui hal sejarah ini? Pada hal kejadian Musa dikejar Firaun telah berlaku sebelum al-Quran diturunkan,” kata hatinya sendirian. Beliau mendapatkan kitab Injil yang di dalamnya hanya menyatakan Firaun tenggelam di tengah laut saat mengejar Nabi Musa tetapi tidak diceritakan mengenai mayat Firaun. Sementara dalam Kitab Perjanjian Lama (Injil Lama) pula yang diceritakan dalam kitab itu hanyalah: “Air (laut) pun kembali seperti sebuah lautan yang berombak dan beralun, menenggelamkan kereta-kereta (chariot) kuda, pasukan berkuda dan seluruh bala tentera Firaun tanpa ada seorang pun yang berjaya menyelamatkan diri. Tetapi anak-anak Israel dapat menyelamatkan diri atas daratan kering di tengah-tengah laut itu”. (Exodus 14:28 dan Psalm 136:15)
Penemuan Roda Kereta Firaun di dasar Laut Merah Dr.Bucaille sangat terkejut kerana tidak ada disebut langsung mengenai apa yang terjadi seterusnya kepada mayat Firaun selepas tenggelam. Ini menjadikan beliau semakin kebingungan. Apabila mumia dikembalikan semula ke Mesir, Dr. Bucaille terus mendapatkan kepastian mengenai mumia itu. Lalu beliau memutuskan untuk bertemu dengan para ilmuwan Islam mengenai sejarah Nabi Musa, kekejaman Firaun sehinggalah Bani Israel meninggalkan Mesir dan dikejar Firaun dengan seluruh bala tentera di belakang mereka. Maka salah seorang mereka terus bangun dan membaca ayat al-Quran berhubung sejarah tersebut untuk Dr. Bucaille mendengarkannya sendiri: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badan kamu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah kamu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (Surah Yunus: 92) Apabila mendengar ayat ini, hati Dr. Bucaille benar-benar tersentuh. Beliau akhirnya mengakui kebenaran ayat itu kerana ia dapat diterima akal dan memberikan satu inspirasi serta dorongan kepada sains untuk maju meneroka lebih jauh lagi. Lalu dengan hati yang begitu sebak dan keharuan, beliau pun bangun dan dengan suara yang lantang berkata: “Sesungguhnya aku masuk Islam dan beriman dengan al-Quran ini.” Tidak sekadar beliau mengakui kebenaran dan memeluk Islam tetapi beliau kemudiannya pulang ke Perancis dengan mengkaji seluruh isi al-Quran. Akhirnya beliau berjaya menerbitkan buku yang sangat mengejutkan seluruh dunia dan sehingga kini telah diterjemahkan dalam pelbagai bahasa pada tahun 1976, iaitu The Bible, the Qur’an, and Science : The Holy Scriptures Examined in the Light of Modern Knowledge.
Melalui buku ini, Dr. Bucaille yang kemudiannya dikenali sebagai Dr. Yahya Maurice Bucaille berjaya membuktikan bahawa al-Quran adalah selari dengan fakta-fakta sains sementara kitab Injil adalah sebaliknya. “Sains dan Islam umpama saudara kembar yang tidak boleh berpisah. Ini kerana dalam Injil terdapat pelbagai kesilapan dari aspek saintifik tetapi tiada sedikitpun kesilapan seperti itu ada dalam al-Quran. “Al-Quran yang di dalamnya diceritakan segala penjelasan mengenai fenomena alam semula jadi yang sangat bertepatan dengan sains moden,” katanya. Beliau memberikan kesimpulan bahawa tidak syak lagi al-Quran benar-benar kalam Allah. Sumber: http://www.tranungkite.net/v12/modules.php?name=News&file=article&sid=6901

Kenalilah Agama Syi'ah yang Menyesatkan

Ulasan: Jauhilah Syi'ah kerana Rasulullah SAW pun bukan Syi'ah.

Wednesday, June 12, 2013

Syiah itu Aliran Politik atau Aqidah Tersendiri?

Syiah itu Aliran Politik atau Aqidah Tersendiri? Redaksi – Rabu, 3 Sya'ban 1434 H / 12 Juni 2013 13:46 WIB Assalamu Alaikum Ustadz Saya ingin bertanya banyak tentang Syiah, saya lihat di media maupun media sosial kembali menghangat masalah Syiah ini,…banyak yang pro dan kontra, semuanya mengusung alasan dan dalilnya atas setiap pembelaan maupun penentangannya mengenai Syiah ini, apalagi terkait dengan perang di Suriah/Syria dan Hizbullah, yang saya tanyakan sebenarnya Syiah ini aliran politik atau ideologi tersendiri ya? Yunan Assalamu Alaikum Wr Wb, Di dalam menjawab ini, saya tidak akan membicarakan tentang Aqidah Syiah secara rinci dan mendetail, karena selain membutuhkan tulisan panjang, yang dirasa tidak efektif dan kurang efisien dalam tanya jawab yang sangat terbatas, begitu juga pembahasan tentang Syiah sudah ditulis oleh para uilama-ulama dahulu di dalam buku-buku mereka, serta bisa didapati juga pada buku-buku kontemporer dalam berbagai bahasa, disamping itu bisa diakses dari internet. Saya hanya menyampaikan pandangan secara umum terkaitan dengan bahaya Aqidah Syiah dalam tataran politik dan keyakinan kaum muslimin secara bersamaan. Kenapa bisa dikatakan seperti itu? Kalau kita mau meneliti, akan kita dapatkan bahwa pembicaraan tentang Syiah sudah dilakukan oleh para ulama terdahulu di dalam buku-buku mereka yang menyatakan bahwa Syiah pada awalnya adalah kelompok-kelompok menyimpang (firqah) dalam Islam, seperti halnya Khowarij, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah dan lain-lainnya. Yang menarik, bahwa pembicaraan tentang Syi’ah muncul lagi pada abad sekarang, khususnya sejak munculnya Revolusi Iran yang dipimpin oleh Khomeni pada tahun 1979 H, yang pada awalnya disebut-sebut sebagai Revolusi Islam Iran, tetapi ternyata adalah Revolusi Syiah Iran. Banyak dari kalangan Ahlus Sunnah yang terpedaya dengan slogan yang diusung oleh Revolusi ini dengan menyebutkan : لا شرقية لا غربية إسلامية إسلامية No East No West, Islam is the best (terjemahan sendiri) لا شيعية لا سنية إسلامية إسلامية No Syiah, No Sunni, Islam is the best (terjemahan sendiri) Mereka dari kalangan Ahlus Sunnah banyak yang menggantungkan harapan dari Revolusi ini. Tetapi beriring dengan pergantian hari, ternyata terungkap sedikit demi sedikit maksud dan tujuan utama revolusi ini, yaitu menguasai dunia dengan menyebarkan ajaran Syiah Imamiyah. Tashdir Tsaurah (Pengiriman Revolusi) dan Imam Mahdi Di dalam ajaran Syiah Imamiyah disebutkan bahwa Imam Mahdi (Imam Ke-12) akan muncul di akhir zaman dengan tugas sebagai berikut : Membawa Syariat Baru, yaitu Syariat Nabi Daud dan Sulaiman as, sebagaimana yang disebutkan oleh Al Kulaini dalam “Al Kafi”, [1] Membawa al Qur’an baru yaitu Mushaf Fatimah, Merobohkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar bin Khottab, kemudian dibakarnya dan dihambur-hamburkan abunya[2]. Artinya mereka akan menyerang negara-negara Arab yang ada disekitarnya. Saat ini, mereka telah merebut Iraq dengan membonceng pasukan Amerika Serikat. Sesuatu yang pernah dilakukan oleh al Alqami dan Nashiruddin Ath Thusi yang memprovokasi Pasukan Tatar untuk membantai kaum muslimin yang ada di Baghdad, dan sejarah itupun terulang kembali [3]. Membalas dendam bangsa Arab [4] Membunuh Nawashib (Anti Syiah) yang selama ini menentang aqidah mereka, kecuali yang ikut mereka. [5] Yang perlu diperhatikan disini, bahwa tugas-tugas Imam Mahdi di atas – menurut kesepakatan para pemikir Syiah kontemporer – khususnya yang berhubungan dengan perluasaan kekuasaan dan hak untuk membunuh lawan-lawan politik mereka, terutama Ahlus Sunnah telah diambil alih oleh Negara Iran yang didirikan dan dipimpin oleh Khomeni.[6] Hal ini diperkuat dengan adanya ad-Dustur al- Islami Negara Iran yang menyatakan bahwa tentara negara Iran bukan saja menjaga perbatasan negara, tetapi juga bertugas untuk berjihad di seluruh penjuru dunia. Dan disebutkan juga di dalam Dustur tersebut bahwa di saat belum munculnya Imam Mahdi, maka kekuasaan dan kepemimpinan Negara Iran dipegang oleh al Faqih [7], yang kemudian terkenal dengan konsep “Wilayatul Faqih“ yang disusun oleh Khomeni sebelum terjadinya revolusi. Disebutkan juga di dalam Dustur tersebut bahwa Revolusi Iran bertanggung jawab untuk membantu orang-orang tertindas menghadapi para penguasa di negaranya masing-masing, sehingga memudahkan untuk membangun sebuah umat internasional yang bersatu di bawah satu kepemimpinan, inilah yang disebut oleh banyak pengamat dengan istilah “Tasdir Tsaurah“ (Pengiriman Revolusi) . Tentunya, Al Khomeni dengan pernyataan-pernyataan tersebut[8] telah menyelisihi apa yang telah menjadi kesepakatan para ulama Syiah sepanjang sejarah bahwa yang mengaku Mahdi sebelum waktu keluarnya dinyatakan kafir. Akan tetapi karena Khomeni berhasil mendirikan sebuh negara dengan seluruh kekuatannya, maka keyakinan yang selama ini dipegang teguh oleh ulama-ulama pendahulu mereka menjadi luntur. Sehingga kita dapatkan ulama-ulama kontemporer Syiah mulai mendukung konsep Wilayatul Faqih Khomeni tersebut. Bagi mereka yang menyelisihinya akan dikucilkan, bahkan kalau perlu dibunuh. [9] Yang menguatkan adanya hubungan erat antara gerakan politik Syiah dengan aqidah mereka adalah para imam 12 yang mereka yakini setelah Ali, Hasan dan Husen semuanya adalah keturunan Husen. Pertanyaannya adalah kenapa harus keturunan Husen? Kenapa orang-orang Syiah cintanya kepada Husen jauh berlebihan jika dibandingkan dengan cinta mereka kepada Hasan? Bahkan Hasan tidak disebut-sebut dalam buku-buku mereka kecuali sangat sedikit sekali? Setelah ditelusuri ternyata istri dari Husen adalah seorang putri istana kerajaan Persia yang bernama Syahrubanu, yang merupakan putri raja Persia terakhir yang bernama Yazdajrid, disinilah terjadi pertemuan darah al Hasyimiyah dan darah as Sataniyah. [10] Kekuasaan dan Imamah Konsep Imamah adalah doktrin syiah yang paling mendasar. Sebuah doktrin yang sudah merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Mungkin saja, seorang syiah menutupi-nutupi ajaran lainnya dengan konsep “ Taqiyah “. Tetapi dalam masalah Imamah ini, seperti mereka tidak bisa bertaqiyah. Ulama kontemporer mereka Muhammad Husen Ali Kasyif al Ghitoi mengarang buku “ Ashlu Syiah wa Usuluha “ dalam rangka untuk ( At-Taqrib ) mendekatkan antara Syiah dan Sunnah, maka buku ini dikirim ke seluruh dunia dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di dalam buku tersebut Muhammad Husen Ali Kasyif al Ghitoi menjelaskan dengan gamblang bahwa masalah Imamah adalah masalah yang paling mendasar dalam Syiah Imamiyah dan merupakan titik perbedaan yang paling penting antara Syiah dengan Sunnah. [11] Di dalam konsep Imamah ini didapatkan poin-poin sebagai berikut : Imamah merupakan jabatan Ilahi, maka yang memilih para imam-imam mereka adalah Allah swt secara langsung melalui nash.[12] Wilayah ( Kepimpinan ) merupakan rukun Islam yang kelima. [13] Para Imam yang berjumlah 12 orang mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang paling dekat dengan Allah, maupun oleh nabi yang diutus. [14] Para imam mereka lebih utama dari ulul azmi dari kalangan nabi.[15] Yang mengingkari salah satu Imam sama dengan mengingkari kenabian, artinya telah kafir dan sesat serta masuk dalam neraka selama-lamanya [16]. Dengan alasan seperti ini mereka mengkafirkan seluruh sahabat kecuali tiga orang yaitu Miqdad, Salman dan Abu Dzar, bahkan mereka mengkafirkan seluruh kaum muslimin non syiah, serta menghalalkan darah mereka. Imam mereka mengetahui kapan mereka mati, dan mereka tidak akan mati kecuali dengan mereka. [17] Para Imam adalah maksum ( terjaga) dari berbuat salah dan dosa, baik yang kecil maupun yang besar, baik sengaja maupun tidak sengaja. Mereka juga terjaga dari kelengahan, kekeliruan dan lupa.[18] Doktrin Imamah ini sebagaimana telah disebut di atas, merupakan doktrin yang paling penting. Doktrin inilah yang mewarnai hampir seluruh ajaran Syiah secara umum, seperti Tahrif al Qur’an, Pengkafiran para sahabat dan umat Islam non Syiah, penghalalan darah mereka, dan lain-lainnya. Hal itu sangat dimaklumi, karena di dalam konsep Imamah inilah kekuasaan akan bisa diraih, semua pengikutnya diwajibkan untuk mentaati imam-imam mereka yang maksum dan tidak pernah berbuat salah, apalagi mereka diangkat langsung oleh Allah swt dengan melalui nash dan wasiat dari Rasulullah saw. Tentunya, dengan diterapkannya konsep Imamah ini dalam tataran politik, akan membentuk kekuatan yang luar biasa, karena akan didukung oleh para pengikutnya yang sangat fanatik dan rela mengorbankan apa saja demi tercapai tujuan-tujuan yang telah diletakkan oleh para Imam mereka. Revolusi Iran merupakan contoh nyata dari penerapan konsep Imamah tersebut. Tahrif al Qur’an.[19] Doktrin tentang Tahrif al Qur’an dimunculkan syiah untuk mendukung konsep Imamah, oleh karenanya, kita dapati hampir seluruh ayat-ayat Al Qur’an ditakwilkan untuk mendukung kekhilafahan Ali bin Abu Thalib ra, seperti dalam QS Al Maidah : 55 dan 67. Bahkan untuk tujuan tersebut, mereka tidak segan-segannya untuk menambah ayat –ayat di dalam Al Qur’an. Sehingga muncullah doktrin-doktrin di bawah ini : Al Qur’an yang sebenarnya terdiri dari 17.000 ayat. [20] Yang bisa mengumpulkan dan menghafal al Qur’an persis seperti apa yang diturunkan oleh Allah hanyalah para imam. [21] Mereka mempunyai Mushaf Fatimah, yang tebalnya tiga kali lipat dari al Quran yang dipegang kaum muslimin sekarang, dan tidak ada satu hurufpun yang ada dengan al Qur’an sekarang.[22] Tentunya, masih banyak doktrin-doktrin Syiah yang bertentangan dengan aqidah umat Islam, bahkan doktrin-doktrin tersebut bisa mengganggu keamanan masyarakat, karena berujung pada revolusi berdarah untuk merebut kekuasaan. Oleh karenanya, umat Islam harus selalu waspada dengan gerakan-gerakan seperti ini, agar peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau seperti pembantaian umat Islam secara masal yang terjadi di Baghdad pada masa Khilafah Abbasiyah, kemudian terulang kembali di saat jatuhnya Saddam Husen, begitu juga sabotase berdarah yang terjadi di Mekkah al Mukarramah yang diikuti dengan pencurian Hajar Aswad, konflik berdarah yang tidak kunjung selesai yang terjadi di Pakistan, Yaman, dan Bahrain serta peristiwa –peristiwa lainnya, agar semua itu bisa dihindari khususnya di negara Indonesia yang mayoritas umat Islamnya bermadzhab Ahlus Sunah. Yang terakhir, kami mengajak umat Islam, khususnya para ulama dan cendikiawan untuk banyak membaca buku-buku literatur aliran Syiah ini, dan mengikuti perkembangan politik yang ada di Timur Tengah, supaya kita benar-benar mengetahui hakekat gerakan aliran ini, sehingga tidak mudah terkecoh dengan slogan-slogan kosong yang sering diusung, padahal kenyataannya tidak demikian. Mudah-mudahan Allah membimbing kita kepada jalan-Nya yang lurus, dan memberikan kepada kita kekuatan untuk selalu memegang kebenaran hingga akhir hayat kita, Amien. Dr Ahmad Zain [1] Lihat Al Kulaini dalam Al Kafi : 1/397. Disini sangat kelihatan persamaan keyakinan Syiah dengan keyakinan Yahudi, yang hendak menghancurkan Masjid al- Aqsa dan membangun di atas reruntuhannya kuil Nabi Daud dan Sulaiman, dan dari situ orang-orang Yahudi akan memimpin dunia ini. Hal ini semakin menyakinkan kajian yang menyatakan bahwa aliran Syiah ini pertama kali dimunculkan oleh Abdullah bin Saba’ yang merupakan orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam dengan tujuan merusak Islam dari dalam. Abdullah bin Saba’ ini bukanlah tokoh fiktif seperti yang diisukan oleh sebagian ulama syiah kontemporer seperti Murtadha al Askari dan Muhammad Husen Ali Kasyif Ghitoi dalam bukunya: Ashlu asy Syiah wa Ushuluha. Para ulama syiah terdahulu sendiri mengakui keberadaan Abdullah bin Saba’, seperti Sa’ad Al Qummi yang terkenal dengan ats Tsiqah di dalam bukunya al Maqalat wa al Firaq, An Nubakhty di dalam bukunya Firaqu as Syi’ah, dan al Kusi di dalam Rijal al Kusi, dan ahli sejarah mereka al Ya’qubi dalam bukunya Tarikh al Ya’qubi. [2] Lihat At Thusi di dalam bukunya : “Al Istibshor“ dan “AtTahdzib“, Al Majlisi di dalam Bihar al Anwar 52/ 386. [3] Lihat umpamanya : DR. Imad Ali Abdus Sami’ di dalam bukunya “ Khiyanat asy Syi’ah wa Atsaruha fi Hazaim al Ummah al-Islamiyah.” [4] Al Majlisi, Bihar Al Anwar : 52/ 338 [5] Al Majlisi, Bihar Al Anwar : 52 / 373 [6] Lihat Ali Al Kurani, al Mumahidun lil al Mahdi, hlm 126- 127, sebagaimana dinukil oleh Mundzir as Syarif dari Ulama Najef, dalam bukunya : Al Mukhaththath Al Ijrami Li Ibadati Umat Al Islam Tahta Musamma Khuruj Al Imam Al Mahdi, hlm :62 [7] Lihat Dustur al Islami Negara Iran, hlm : 18 [8] Lihat lebih lengkap dalam al Khomeni, al Hukumat al Islamiyah,hlm : 26, 48, 80, 113 [9] Mundzir as Syarif, Al Mukhaththath Al Ijrami, hlm : 61 [10] Utsman bin Muhammad al Khomis, Madza Ta’rif ‘an Dien as Syiah , hlm : 87 [11] Muhammad Husen Ali Kasyif Ghitoi, Ashlu asy Syiah wa Ushuluha, hlm : 133 [12] Muhammad Husen Ali Kasyif Ghitoi, Ashlu asy Syiah wa Ushuluha, hlm : 134 [13] Al Kulaini, Al Kafi : 2/ 18 [14] Al Khomeni, al Hukumat al Islamiyah, hlm : 52 [15] Abdul Husain Nikmatullah al Jazairi, al Anwar an Nukmaniyah : 1/ 20-21 [16] Al Majlisi, Bihar al Anwar : 27/ 62 [17] Al Kulaini, al Kafi : 1/258 [18] Al Majlisi, Bihar al Anwar : 25/ 191 [19] At Tabrisi, seorang ulama Syiah telah menulis sebuah buku yang menyatakan adanya doktrin Tahrif al Qur’an dalam ajaran Syiah, buku tersebut diberi judul : “Fashl al Khithab fi Itsbati Tahrif Kitabi Rabb al Al Arbab. “ [20] Al Kulaini, al Kafi : 2/ 634. [21] Al Kulaini, al Kafi : 1/ 228. [22] Al Kulaini, al Kafi : 1/ 239. Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/syiah-itu-aliran-politik-atau-aqidah-tersendiri.htm#.UbgwYufTyuI

Muslimah, Apa Arti Jilbab/Tudung Bagimu?

Muslimah, Apa Arti Jilbab/Tudung Bagimu? Redaksi – Kamis, 27 Rajab 1434 H / 6 Juni 2013 14:48 WIB Jilbab ini tak sekedar penutup kepala karena rambut yang jelek Jilbab ini tak sekedar penutup kulit yang hitam atau coklat karena termakan iklan pingin berkulit putih Jilbab ini tak sekedar penutup kaki yang tidak panjang semampai Jilbab ini tak sekedar ingin ikut-ikutan tren karena banyak artis berjilbab Jilbab ini tak sekedar karena beli bahan kepanjangan mau buat apa sisanya Jilbab ini bukan dipakai karena memang terpaksa karena instansi tempat kita belajar atau bekerja mengharuskan kita untuk berjilbab Jilbab ini dipakai bukan karena ingin mencari perhatian lawan jenis agar dinilai alim … Muslimah, lebih dari itu semua, ketahuilah bahwa di antara kasih sayang Allah terhadap kaum wanita adalah tidak mengabaikan hal-hal yang dapat menjadi kemaslahatan bagi mereka kecuali menganjurkannya dan memerintahkannya, dan tidak membiarkan apapun yang membahayakannya kecuali memperingatkannya dan menghindarkannya dari mereka. Muslimah, bentuk kasih sayang Allah kepada kaum perempuan adalah memerintahkannya supaya mengenakan hijab yang syar’i jika ia telah mencapai usia baligh dan lebih banyak menetap dirumah. Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 33, “Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahli bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” Juga dalam QS. An-Nuur 3, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anaka-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” Juga dalam QS. Al-Ahzab 59, “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Bagi saudari-saudariku yang sudah mengenakan pakaian muslimah tentu sudah tidak asing lagi dengan ayat-ayat diatas, bukan maksudku untuk meremehkan kalian semua dalam hal ini, akan tetapi aku tuliskan kembali semua ini sekedar untuk mengingatkan kembali tentang semangat kita semua dalam berpakaian mauslimah yang syar’i, karena di zaman yang serba modern saat ini bukanlah hal mustahil jika kita bisa saja tergoda oleh buaian dunia sehingga jauh dari aturan-aturan syariat. Naudzubillah. Tak terkecuali diriku. Semoga kita terhindar dari itu semua. Aku yakin, dengan saling mengingatkan di antara kita, Insya Allah akan menambah keimanan kita . Teruntuk saudariku yang belum terketuk hatinya untuk mengenakan jilbab syar’i semoga dapat menambah wawasan dan menambah keyakinan bahwa tak ada kerugian ketika kita menaati apa yang Allah perintahkan. Saya dan muslimah lain mendoakan semoga kalian diberikan hidayah-Nya. Dan juga para lelaki, para suami maupun calon suami, sudah kewajiban Anda untuk juga tahu akan hal seperti ini karena Anda adalah pemimpin/calon pemimpin dalam keluarga yang tentunya anda mempunyai istri atau anak-anak perempuan yang menjadi tanggung jawab Anda untuk senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan nantinya pasti dimintai pertanggungjwaban. Saudariku sudah selayaknyalah kita memudahkan orang-orang yang bertanggung jawab, karena kesadaran kita sendiri untuk berjilbab karena kita tahu kita lebih takut kepada Allah. Saudariku, lalu sebenarnya hijab yang wajib dikenakan itu seperti apa? Menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan Tebal dan tidak transparan Tidak mengundang fitnah atau menjadi perhiasan bagi dirinya Longgar tidak menggunakan wangi-wangian Tidak menyerupai kaum laki-laki Tidak berbusana seperti wanita non-muslim Tidak mencolok Saya hanya menuliskan poin-poinnya saja. Selanjutnya Anda bisa mengakses lewat buku-buku, salah satunya yang berjudul “Pakaian Wanita Muslimah” karya Syaikh Utsaimin. Saudariku, sudahkah kita, istri kita, anak-anak kita nantinya, saudara perempuan kita berjilbab sesuai syariah? Mari senantiasa perbaiki niatan kita dan juga busana kita sehingga ketika kita berpakaian tidak hanya sekedar ikut tren tapi juga berniat melaksanakan perintah Allah yang menuai pahala. Saudariku, semoga tulisan sederhana saya ini bisa kembali mengingatkanku dan kalian semua. Dakwah tidak sekedar berkata akan tetapi butuh suri tauladan. Semoga kita bisa mengikuti suri tauladan yang baik, Nabi Muhammad Saw. Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh-Nya untuk menapaki dinul Islam. Amiin Penulis: Anindya Sugiyarto, Ibu rumah tangga dengan dua orang anak, tinggal di Rawasari, Jakarta Pusat Sumber: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/muslimah-apa-arti-jilbab-bagimu-2.htm#.UbguKOfTyuI

Sudahkah Syar’i Hijab/Tudung Kita?

Sudahkah Syar’i Hijab/Tudung Anda? Redaksi – Rabu, 3 Sya'ban 1434 H / 12 Juni 2013 14:47 WIB Sudah tidak asing lagi di lingkungan kita sosok-sosok wanita Islam (Muslimah) yang mengenakan “jilbab”, dimana merupakan wujud dari apresiasi hukum wajib Islam yang harus ditaati. Dan adalah hal yang sangat menggembirakan ketika melihat para wanita Islam mulai berbondong-bondong mengenakan jilbab. Jilbab yang dipahami masyarakat kita adalah jilbab sebagai kerudung, bukan dari makna aslinya, yakni baju luar yang dipakai untuk menutupi tubuh dari atas (kepala) sampai bawah (kaki), kemudian dikenal dengan nama hijab, karena dipakai dengan maksud untuk menghindari dari pandangan laki-laki yang bukan mahram (tidak mempunyai hubungan darah/kekerabatan). Semakin banyaknya muslimah yang memakai jilbab dewasa ini, nampaknya tidak disia-siakan oleh dunia mode, sehingga terciptalah banyak model/kreasi jilbab yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Dan Pada dasarnya, model seperti apa pun jilbab yang dikenakan seorang muslimah, harus tetap mengacu pada standarisasi jilbab yang dimaksud dalam ajaran Islam, dimana fungsi sebenarnya adalah pakaian takwa atau hijab. Adapun syarat hijab seorang muslimah adalah : Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan, seperti muka dan telapak tangan. Tidak ada hiasan pada pakaian itu sendiri. Kain yang tebal dan tidak tembus pandang. Lapang dan tidak sempit. Karena pakaian yang sempit dapat memperlihatkan bentuk tubuh seluruhnya atau sebagian. Tidak menyerupai laki-laki. Tidak menyerupai pakaian orang kafir. Pakaian yang tidak mencolok. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa jibab itu syar’i atau tidak dengan mengacu pada tujuh syarat tersebut. Yang menarik perhatian penulis dan perlu dicermati adalah model jilbab yang sepertinya syar’i (sesuai aturan Islam) tapi ternyata tidak syar’i. Penulis mengambil contoh salah satu model jilbab lebar (biasanya menjuntai sampai pusar atau menutupi dada) yang ada kerutan dan neci pada leher. Kalau ditarik ke belakang, samping, atau depan (sesuai modelnya), leher akan terlihat lebih ramping tapi tidak mencekik. Dan biasanya, model jilbab ini berbahan kain “jatuh” atau lembek. Kalau kita perhatikan lebih teliti, model seperti ini akan menampakkan lekuk pada pundak dan dada. Salah satu contoh lainnya, yakni pada jilbab yang ada kerutan di kepala, melingkar dari telinga kanan ke telinga kiri. Kalau yang memakai jilbab model seperti ini menyanggul rambutnya, maka rambut akan terlihat bentuknya, karena posisi kerutan tepat di bawah sanggulan rambut. Padahal dalam konteks menutup aurat, di sini tidak hanya menjadikannya tidak kelihatan secara fisik, tapi juga secara bentuk (lekuk). Jadi, sudah seharusnya para kaum muslimah lebih hati-hati dalam memilih model jilbab, karena yang disyari’atkan bukan hanya lebar menutup dada, tapi juga harus tebal (tidak transparan), tidak menarik perhatian, dan tidak menampakkan lekuk tubuh. Wallahu a’lam bishshawab. Profil Penulis: Rifatul Farida rifarida.multiply.com Sumber: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/sudahkah-syari-hijab-anda.htm#.UbgqyufTyuI

6 Kegunaan cabai yang aneh dan unik

Cabai adalah bahan dapur yang sangat digemari di Indonesia. Rasa pedasnya yang nendang bikin banyak orang ketagihan. Selain rasa pedas, cabai juga punya banyak manfaat lain lho. Hingga saat ini, para peneliti terus mengembangkan penggunaan capsaicin - senyawa dalam cabai - dalam sejumlah bidang, termasuk penelitian kanker, rematik, serangan jantung, pencegahan stroke, dan banyak lagi. Berikut adalah enam kegunaan cabai yang aneh dan unik, seperti dilansir Reader's Digest. 1. Mengatasi gangguan pencernaan Bertentangan dengan apa yang kebanyakan orang pikirkan, kandungan capsaicin dalam cabai justru membantu melawan gangguan pencernaan. Capsaicin membantu membunuh H. Pylori, bakteri yang menyebabkan masalah gastrointestinal. 2. Menurunkan berat badan Capsaicin meningkatkan thermogenesis, sebuah proses yang mengubah energi menjadi panas. Capsaicin meningkatkan panas dengan menempel pada SERCA, protein otot, menghentikan kalsium yang memompa ke retikulum sarkoplasma, yang menghentikan siklus relaksasi otot. Hal ini meningkatkan metabolisme oleh lambung yang terus memproses nutrisi di perut, yang membantu meningkatkan penurunan berat badan. 3. Pestisida Karena capsaicin menimbulkan sensasi terbakar, senyawa ini dapat digunakan sebagai pestisida alami. Anda dapat menggunakan cairan cabai sebagai pestisida alami di kebun Anda. Dalam kasus serangga, itu tidak hanya mengusir mereka, tetapi juga mematikan hama yang membandel. 4. Penghangat Orang bisa menyebar sedikit cabai di kaus kaki mereka dan/atau sepatu untuk membantu menjaga mereka tetap hangat selama cuaca dingin. Berbeda dengan anestesi topikal, ini hanya digunakan untuk menjaga ekstremitas hangat dan tidak untuk menginduksi sensasi terbakar. Sangat penting untuk membatasi jumlah cabai yang digunakan untuk menghangatkan kaki karena tujuannya tentu bukan untuk membakar kulit Anda. 5. Menangkal semut Tuangkan cairan cabai di tempat di mana semut suka datang atau bersarang di dapur atau tempat lain di rumah Anda. Anda juga dapat menuangkannya di kaki atau pinggir meja untuk menjauhkan semut dari makanan yang Anda taruh di sana. 6. Sebagai dekongestan Ini mungkin terdengar sedikit aneh, namun cabai sangat efektif jika digunakan sebagai dekongestan. Dekongestan adalah jenis obat yang digunakan untuk meringankan hidung tersumbat. Bila Anda mengalami hidung tersumbat karena flu, jangan segan untuk menyantap makanan pedas agar hidung lega kembali. Sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tidak baik untuk tubuh. Cabai memang bermanfaat bagi kesehatan, namun bukan berarti Anda harus mengonsumsinya secara berlebihan.(merdeka/12/6/13) Sumber: Koran FB

Jauhilah Aqidah Syi'ah yang menyesatkan....

Rukun imamah sangat mendasar dalam aqidah syiah. Tidak hairanlah, dengan aqidah sesat ni, mereka mengheret sekali para nabi!!

Mereka mendakwa para nabi e.g Adam a.s, Musa a.s dan Ali r.a diciptakan berwalikan Ali r.a!!

ثم قال يا مفضل والله ما استوجب آدم أن يخلقه الله بيده وينفخ فيه من روحه إلا بولاية علي عليه السلام، وما كلم الله موسى تكليما " إلا بولاية علي عليه السلام، ولا أقام الله عيسى ابن مريم آية للعالمين إلا بالخضوع لعلي عليه السلام، ثم قال: أجمل الأمر ما استأهل خلق من الله النظر إليه إلا بالعبودية لنا

Kemudian Abu 'Abdillah 'alaihis salam bersabda: ''wahai mufadhal, Demi Allah, tidaklah mewajibkan Adam yang dimana Allah menciptakan Adam dengan Tangan-Nya dan meniupkan ruh pada Adam kecuali agar Adam berwilayah kepada 'Ali 'alaihis salam. Dan tidaklah Allah telah berbicara kepada Musa 'alaihis salam secara langsung itu kecuali dengan tujuan agar Musa juga berwilayah kepada 'Ali 'alaihis salam.

Dan tidaklah Allah telah menciptakan 'Isa 'alaihis salam putra Maryam sebagai bentuk tanda kebesaran Allah bagi alam semesta itu kecuali dengan tujuan agar 'Isa 'alaihis salam merendahkan diri kepada 'Ali 'alaihis salam.

Kemudian Abu 'Abdillah 'alaihis salam melanjutkan sabdanya ''seindah-indahnya perkara itu adalah makhluq yang dijadikan ahli melihat Allah, yang pastilah ditetapkan baginya agar ber-'ubudiyah kepada kami (para imam)."

http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/1300_الاختصاص-الشيخ-المفيد/الصفحة_262

Inilah aqidah melampau, ghulu kepada Ali r.a dan merendahkan para nabi!!

PESAN IBU dari Datuk Sharifah Aini

dari: DATUK SHARIFAH AINI (The Official Fan Page)'s photo.
AsSalam Keluarga FB yang diKasihi & diRahmati ALLAH.

PESAN IBU.
SILA SHARE:

Hari ni saya ingin berkungsi cerita antara IBU & ANAK.
In Shaa ALLAH…..Dengan izin ALLAH Jika tiada aral merintang tidak lama lagi Aliff akan pulang bercuti selama 3 bulan…Bunyi nya lama tapi reality nya sekejap sangat setelah setahun tidak bertemu…kini masa dah hampir tiba untuk dia pulang..saya dah pun kemas kan bilik Aliff.

Saya tidak sabar duduk berbual, berbuka puasa bersama, solat jumaah besama…mendapat undangan berbuka puasa besama…kadang-kadan Aliff jadi Imam dirumah sahabat-sahabat saya…Setiap kali dia jadi Imam….Aliff sangat gemar membaca surah2 yang panjang…air mata saya dibelakang tidak berhenti menangis bangga….bacaan nya sedap sekali & nyaman didengar.

Kadang-kadang kami banyak berbual tentang Hukum – Kehidupan & Kematian tanpa rasa takut dan perbualan Ilmu yang sangat terbuka ..saya lebih banyak bertanya Aliff membawa saya dan kawan2 saya kefahaman yang lebih maxsima …..Banyak kali bila Aliff mengeluar kan Hadith, sebagai Ibu saya terpegun….Lidah nya dah jadi lidah Arab….11 tahun belajar diMadinah….Ma Shaa ALLAH. Ada juga perkara yang saya tanya, jika dia kurang pasti jawapan nya, dia tidak malu berterus terang mengaku apa yang dia kurang pasi dan baru merujuk kepada kitab2 breliau dan menyuruh saya membaca dan fahami…….utine kami dibulan Ramdhan ..selepas berbuka, Kami berterawih…Baca AlQuraan & tidur sekejap...jam 3.30 pagi kami bagun solat Tahajud….saya mendengar Aliff membaca AlQuraan sampai subuh……mi turun bersahur dan makan bersama-sama…Makanan Aliff sangat simple..In Shaa ALAH….Kami semua dirumah nak habis kan Khatam Quraan sebelum lagi berakhir nya bulan Ramadhan….Selalu nya malam ketiga Kiamulaii kami dah selesai Khatam AlQuraan.

3 bulan ini bulan yang sangat penting buat saya dan kami satu kelauarga….Nikmat saya sebagai IBU Memasti kan makanan nya terurus…Tukang masak saya sangat rapat dengan Aliff…

Dalam pada perbualan yang ringkas ….saya tidak lupa memesan kepada Aliff…jika ALLAH izin kan Mami ingin mati diPangkuan Aliff…Jika Aliff ada disamping Mami ketika Mami menghembus kan nafas yang terakhir…Mami ingin Aliff Jadi Imam unuk Solatkan Jenazah Mami…Mami akan tersenyum dan bangga. Jangan benar kan orang yang bukan family masuk melihat Jenazah mami dimandi….Hanya Aliff, anak2 angkat Mami - Best Friend Mami dan orang yang mengurus kan pemandian Jenazah….Jika mami sakit dihospital….orang tidak kenal jangan dibiar kan masuk untuk mengambil sebarang gambar….Jaga Hijab Mami…sekarang zaman HP modern…saya tidak redha gambar saya sakit masuk kedalam Internet. Jika mami sakit dihospital…ambil 4 bilik penuhkan anak2 Tahfeez dan semua Ustaz2 Mami bacakan ayat2 AlQuraan dan Surah Yassin untuk Mami….baca perlahan2 supaya tidak mengganggu ketenteraman pesakit lain di Hospital.

Mami berkerja keras selama 45 tahun memcari rezeki dikelilingi dan bermandikan Fitnah untuk memndapat satu kehidupan kita pada hari ni.....Mami mahu kan Aliff hidup besederhana..Mami tidak kaya…..selebih apa yang kita ada kita wakaf kan untuk Anak2 Yatim Piatu….Orang2 Miskin dan Anak Tahfiz. Mami tidak pernah rosak kan Aliff selama ini dengan duit ringgit – Aliff pun anak yang baik bukan mata duitan…..In Shaa ALLAH…..

Sebagai IBU Mami sudah sedia kan keperluan untuk Kehidupan Aliff & Keluarga Aliff…….Mami tidak mahu Aliff berhutang. Beli apa yang kita mampu sahaja! Jangan sekali2 Membazir untuk Keduniaan. Mami sentiasa medaoa kan Aliff ditemu kan jodoh dengan Muslimah Solehah yang dapat membimbing keturunan kita degan baik nya!

CINTA IBU BAWA KESYURGA ALLAH WAHAI ANAK KU.

Mari lah kita DI PAGE KAK PAH semua disini MENJAGA SILATURRAHIM .....MEMANJANG KAN TALI KASIH SAYANG………Semoga Bermanfaat……In Shaa ALLAH.
Salam Santun Ukhuwah Fillah dari Kak Pah@ Ummie Sharifah.
Ulasan: Berhijrahlah kerana kehidupan dunia sangatlah sekejap.

Fatwa Majlis Kebangsaan Terhadap SEMUA AJARAN SYIAH TERMASUK ZAIDIYAH DAN JAAFARIAH ADALAH SESAT


MAJLIS FATWA KEBANGSAAN TELAHPUN MEMUTUSKAN BAHAWA SEMUA AJARAN SYIAH TERMASUK ZAIDIYAH DAN JAAFARIAH ADALAH SESAT. JUGA RUJUK FATWA-FATWA NEGERI BERKAITAN SYIAH SEJAK TAHUN 1992 (9 DIWARTAKAN DAN 11 TIDAK DIWARTAKAN). 

(Sesiapa yang menolak pandangan Syeikh Dr Yusuf Qardhawi yang terbaru tentang Syiah dan juga pandangan ulama-ulama Saudi, maka silakan untuk merujuk kepada Majlis Fatwa Kebangsaan dan Fatwa Negeri-negeri. Begitu juga mereka yang ingin melihat penyatuan Sunni-Syiah, sila ambil perhatian serius tentang keputusan Majlis Fatwa yang telah wujud sejak 1996
--------------------------------------------------------------------------------------
Muzakarah Khas Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia yang bersidang pada 5 May 1996 telah membincangkan Syiah Di Malaysia. Muzakarah telah memutuskan bahawa:

Bersetuju supaya keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa yang telah diadakan pada 24 dan 25 September 1984 [Kertas Bil. 2/8/84, Perkara 4.2. (2)] mengenai aliran Syiah yang menetapkan seperti berikut :” Setelah berbincang dan menimbang kertas kerja ini Jawatankuasa telah mengambil keputusan bahawa hanya Mazhab Syiah dari golonganAl-Zaidiyah dan Jaafariah sahaja yang diterima untuk diamalkan di Malaysia.” Dimansuhkan.
Like ·  ·  · 7 hours ago ·